Mediaemiten.com, Sydney – Saham-saham Bursa Australia sebagian besar datar pada awal perdagangan Jumat pagi (1/2/2019), karena kemerosotan di sektor keuangan menyeret bursa yang cenderung naik.
Pada pukul 10.30 waktu setempat, Indeks Acuan S&P/ASX 200 naik tipis 0,15 persen atau sembilan poin menjadi diperdagangkan di 5.873,70 poin, sedangkan Indeks All Ordinaries yang lebih luas bertambah tujuh poin atau 0,12 persen pada 5.944,30 poin.
Harga bijih besi yang terus melaju naik membuat sektor material melonjak, secara keseluruhan para penambang telah meningkat lebih dari lima persen minggu ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Saham-saham konsumen dan industri juga membuat keuntungan yang kuat, dengan layanan kesehatan meningkat lebih tenang.
Sektor keuangan adalah beban utama di pasar dengan keempat bank utama lebih rendah, sementara teknologi informasi dan layanan komunikasi keduanya juga turun.
Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia merosot, dengan Commonwealth Bank turun 0,74 persen, ANZ turun 0,92 persen, National Australia Bank turun 0,94 persen, dan Westpac Bank turun 1,63 persen.
Saham-saham pertambangan menguat, dengan BHP naik 1,21 persen, Fortescue Metals naik 1,50 persen, Rio Tinto naik 1,03 persen dan penambang emas Newcrest naik 0,86 persen.
Baca Juga:
Penerjemah dan Insan Media dari Tiongkok dan Berbagai Negara Bahas Penggerak Baru Pembangunan Yantai
Jiahui Buka Pusat Terapi Sel Internasional, Perluas Akses Pengobatan CAR-T secara Global
Envision Energy Hadirkan Sistem Energi Baru Berbasis AI untuk Industri Tambang dan Pengolahan Logam
Produsen-produsen minyak dan gas bervariasi, dengan Oil Search naik 0,45 persen, Santos turun 0,31 persen, dan Woodside Petroleum turun 0,32 persen.
Jaringan supermarket terbesar di Australia terangkat, dengan Coles naik 0,80 persen, dan Woolworths naik 0,78 persen.
Sementara itu raksasa telekomunikasi Telstra merosot 0,48 persen, maskapai penerbangan nasional Qantas menguat 0,46 persen, dan perusahaan biomedis CSL naik 0,19 persen. Demikian laporan yang dikutip Xinhua. (pep)
Baca Juga:





