Dolar Sedikit Menguat, AS Pertimbangkan Longgarkan Tarif Impor dari China

- Pewarta

Jumat, 18 Januari 2019 - 04:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dolar Sedikit Menguat, AS Pertimbangkan Longgarkan Tarif Impor dari China

Mediaemiten.com, New York – Kurs dolar AS sedikit menguat terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (18/1/2019), di tengah data ekonomi yang kuat dan harapan pemulihan sengketa perdagangan Amerika Serikat (AS) dan China.

Dalam pekan yang berakhir 12 Januari, angka pendahuluan untuk klaim pengangguran awal Amerika Serikat, ukuran kasar untuk pemutusan hubungan kerja (PHK), mencapai 213.000, turun 3.000 dari tingkat tidak direvisi minggu sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja melaporkan pada Kamis (17/1/2019). Angka itu lebih rendah dari konsensus pasar.

Sementara itu, rata-rata pergerakan empat minggu lebih stabil sebesar 220.750, penurunan 1.000 dari rata-rata yang tidak direvisi minggu sebelumnya sebesar 221.750.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dolar AS juga relatif stabil menyusul sebuah laporan bahwa Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin telah mempertimbangkan pelonggaran tarif yang dikenakan pada produk-produk impor dari China.

Mnuchin membahas tentang pengangkatan sebagian atau semua tarif barang-barang China dan menyarankan untuk menawarkan pengembalian tarif selama perundingan perdagangan yang dijadwalkan 30 Januari, Wall Street Journal melaporkan pada Kamis (17/1), mengutip orang-orang yang akrab dengan pertimbangan internal.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik tipis 0,01 persen menjadi 96,0658 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1390 dolar AS dari 1,1398 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,2987 dolar AS dari 1,2870 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,7200 dolar AS dari 0,7176 dolar AS.

Dolar AS dibeli 109,26 yen Jepang, lebih tinggi dari 108,92 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9937 franc Swiss dari 0,9906 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3266 dolar Kanada dari 1,3249 dolar Kanada. (pep)

Berita Terkait

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Berita Terbaru