Dolar AS Menguat Dipicu Pernyataan Ketua FED Tentang Penutupan Pemerintah

- Pewarta

Jumat, 11 Januari 2019 - 04:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dolar AS Menguat Dipicu Pernyataan Ketua FED Tentang Penutupan Pemerintah

Mediaemiten.com, New York – Kurs dolar AS melambung pada akhir perdagangan Jumat pagi (11/1/2019), karena Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengatakan penutupan pemerintah berkepanjangan akan menyebabkan prospek yang tidak jelas dan data ekonomi lesu.

Yang akibatnya, kata Powel, mendorong para investor menghindari aset-aset berisiko dan pada gilirannya akan mendorong permintaan terhadap mata uang “safe-haven” greenback.

“Penutupan (pemerintah) yang lebih lama adalah sesuatu yang belum kita alami,” tambahnya. Jika kita mengalami penutupan yang berkepanjangan, saya pikir itu akan muncul dalam data yang cukup jelas,” kata Powell dalam sebuah diskusi di Economic Club of Washington, Kamis (10/1).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami akan memiliki gambaran yang kurang jelas tentang ekonomi jika itu (penutupan) berjalan lebih lama,” kata Powell.

Ketua The Fed juga mengindikasikan bahwa pengetatan moneter akan terus berlanjut, karena pihaknya akan terus mengurangi neraca bank sentral, yang akan mengurangi jumlah uang beredar di pasar.

“Ini akan jauh lebih kecil daripada sekarang,” kata Powell. “Itu akan lebih kecil dari sekarang, tapi tidak ada di dekat tempat itu sebelumnya.” Dalam hal langkah The Fed menaikkan suku bunga, Powell mengatakan, “Kami sedang menunggu dan mengawasi,” karena inflasi “rendah dan terkendali.” Pernyataan tersebut sejalan dengan sikap menunggu dan melihat yang ditunjukkan dalam risalah pertemuan kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang dirilis pada Rabu (9/1).

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,34 persen menjadi 95,5431 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1499 dolar AS dari 1,1544 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,2744 dolar AS dari 1,2794 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,7182 dolar AS dari 0,7180 dolar AS.

Dolar AS dibeli 108,42 yen Jepang, lebih tinggi dari 108,26 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9842 franc Swiss dari 0,9750 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3227 dolar Kanada dari 1,3221 dolar Kanada. (pep)

Berita Terkait

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Berita Terbaru