Harga Emas Kembali Merosot, Tertekan Penguatan Dolar AS

- Pewarta

Jumat, 12 Mei 2023 - 08:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Emas Kembali Merosot, Tertekan Penguatan Dolar AS

Foto ilustrasi: harga emas melonjak, dolar AS melemah/Dok.

MEDIA EMITEN – Harga emas kembali merosot pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), memperpanjang penurunan untuk hari kedua berturut-turut. Emas tertekan oleh dolar AS menguat di tengah spekulasi investor bahwa suku bunga AS akan tetap lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, merosot US$ 16,60 atau 0,81% menjadi US$ 2.020,50 per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di US$ 2.047,60 dan terendah di US$ 2.016,70 per ounce.

Indeks dolar, yang melacak mata uang AS terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,7% menjadi 102,06, menunjukkan tingkat tertinggi dalam lebih dari seminggu, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Kamis (11/5/2023) bahwa indeks harga produsen (IHP) AS naik 0,2% pada April, lebih rendah dari yang diharapkan. Secara tahunan, IHP naik 2,3%, turun dari 2,7% pada Maret dan pembacaan terendah sejak Januari 2021.

Angka IHP yang lebih rendah dari perkiraan menunjukkan pelonggaran inflasi, namun masih tergolong tinggi yang semakin meredam emas.

Departemen Tenaga Kerja AS juga melaporkan bahwa klaim pengangguran awal AS meningkat 22.000 ke penyesuaian musiman 264.000 untuk pekan yang berakhir 6 Mei, pembacaan tertinggi sejak Oktober 2021. Para ekonom memperkirakan untuk 245.000 klaim.

Selama acara di Northern Michigan University di Marquette, Michigan, Presiden Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari mengatakan Kamis (11/5/2023) bahwa periode suku bunga tinggi yang diperpanjang akan diperlukan jika inflasi tetap tinggi.

Tetapi prospek perlambatan ekonomi di Amerika Serikat dan kemungkinan gagal bayar negara itu membuat logam kuning itu berada di atas US$ 2.000 di tengah permintaan safe haven yang stabil.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun US$ 1,234 atau 4,81% menjadi ditutup pada US$ 24,424 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli terpangkas US$ 14,10 atau 1,26% menjadiUS$ 1.105 per ounce.

Berita Terkait

Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai
Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Berita Terbaru