Harga Minyak Konsolidasi

- Pewarta

Jumat, 17 Maret 2023 - 08:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Harga minyak menguat/Dok.

Foto ilustrasi: Harga minyak menguat/Dok.

MEDIA EMITEN – Harga minyak terpantau bergerak konsolidasi dan sempat menguat 1% pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), mengakhiri penurunan beruntun tiga sesi. Arab Saudi dan Rusia bertemu untuk membahas cara meningkatkan stabilitas pasar.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman pada bulan Meinaik US$ 1,37 atau 1% menjadi US$ 74,70 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) menguat 74 sen atau 1,1%, menjadi ditutup di 68,35 dolar AS/barel.

Media pemerintah Saudi melaporkan bahwa menteri energi negara itu Pangeran Abdulaziz bin Salman dan wakil perdana menteri Rusia Alexander Novak bertemu di Ibu Kota Saudi guna membahas upaya kelompok OPEC+ untuk menjaga keseimbangan pasar.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kedua negara tetap berkomitmen pada keputusan OPEC+ pada bulan Oktober lalu untuk memangkas target produksi sebesar dua juta barel per hari hingga akhir 2023, kata laporan tersebut.

“Berita itu membangkitkan semangat di pasar, dan itu menghentikan aksi jual yang telah kita lihat selama beberapa sesi terakhir,” kata John Kilduff, partner di Again Capital.

Harga minyak juga didukung oleh pemulihan yang lebih luas di pasar keuangan setelah Credit Suisse diselamatkan oleh regulator Swiss, dan Menteri Keuangan AS Janet Yellen meyakinkan anggota parlemen bahwa sistem perbankan AS tetap sehat.

Dolar melemah pada hari Kamis (16/3), membuat minyak berdenominasi greenback lebih murah bagi pemegang mata uang asing lainnya dan meningkatkan permintaan.

OPEC dan Badan Energi Internasional (IEA) minggu ini memperkirakan permintaan minyak yang lebih kuat, tetapi kekhawatiran kelebihan pasokan terus membebani pasar.

IEA mengatakan stok minyak komersial di negara-negara maju OECD telah mencapai level tertinggi dalam 18 bulan, sementara produksi minyak Rusia pada bulan Februari tetap mendekati level yang tercatat sebelum perang di Ukraina meskipun ada sanksi atas ekspor lintas lautnya.

“Sentimen pasar tetap rapuh karena investor terus mempertimbangkan perkembangan terbaru di sektor perbankan, baik di AS maupun di Eropa,” kata Fiona Cincotta, Analis Pasar Keuangan Senior di City Index.

Keputusan Bank Sentral Eropa untuk menaikkan suku bunga, seperti yang diharapkan, juga membebani harga minyak.

Harga minyak akan terus bergejolak, terutama jika bank sentral lain bertahan dengan kenaikan suku bunga, kata Craig Erlam, analis OANDA.

Berita Terkait

Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai
Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Berita Terbaru