Minyak Jatuh Tertekan Aksi Ambil Untung

- Pewarta

Rabu, 25 Januari 2023 - 08:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Harga minyak menguat/Dok.

Foto ilustrasi: Harga minyak menguat/Dok.

MEDIA EMITEN – Harga minyak jatuh sekitar dua persen pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), menyusul aksi ambil untung dari reli baru-baru ini di tengah kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi global dan perkiraan peningkatan persediaan minyak AS.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret turun US$ 1,49 atau 1,8% menjadi US$ 80,13 per barel di New York Mercantile Exchange.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Maret merosot US$ 2,06 atau 2,3% menjadi US$ 86,13 per barel di London ICE Futures Exchange.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pasar minyak melemah karena para pedagang mengambil keuntungan setelah mendekati tertinggi multi-minggu,” kata Vladimir Zernov, analis pemasok informasi pasar FX Empire.

Harga minyak telah mencetak kenaikan yang solid baru-baru ini, yang membuat Brent menetap di level tertinggi sejak akhir November pada Senin (23/1/2023), didorong oleh ekspektasi permintaan yang lebih tinggi di China.

Aktivitas bisnis AS berkontraksi pada Januari selama tujuh bulan berturut-turut, meskipun penurunan mengalami moderasi di seluruh sektor manufaktur dan jasa untuk pertama kalinya sejak September dan kepercayaan bisnis menguat saat tahun baru dimulai.

“Ekonomi AS masih bisa berguling dan beberapa pedagang energi masih skeptis tentang seberapa cepat permintaan minyak mentah China akan bangkit kembali pada kuartal ini,” kata analis OANDA, Edward Moya dalam sebuah catatan.

Aktivitas bisnis zona euro membuat kejutan kembali ke pertumbuhan moderat pada Januari, Indeks Manajer Pembelian (PMI) Komposit flash S&P Global menunjukkan. Namun aktivitas ekonomi sektor swasta Inggris turun pada tingkat tercepat dalam dua tahun.

Para pedagang juga menunggu data stok bahan bakar AS karena Badan Informasi Energi AS akan merilis laporan status minyak mingguannya pada Rabu waktu setempat. Para analis yang disurvei oleh S&P Global Commodity Insights memperkirakan pasokan minyak mentah AS menunjukkan penurunan 2,4 juta barel.

Sementara itu, panel OPEC+ kemungkinan akan mendukung kebijakan produksi minyak kelompok produsen saat ini ketika bertemu minggu depan, lima sumber OPEC+ mengatakan pada Selasa (24/1/2023), karena harapan permintaan China yang lebih tinggi mendorong reli harga minyak diimbangi oleh kekhawatiran atas inflasi dan pelambatan ekonomi global.

Berita Terkait

Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai
Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Berita Terbaru