MEDIA EMITEN – Harga emas makin kinclong dan terus naik menembus level psikologis US$ 1.900per ounce pada perdagangan Jumat pagi 13 Januari 2023. Emas mendapat dukungan dari inflasi AS yang melambat pada Desember seperti yang diperkirakan, memberi ruang bagi Federal Reserve untuk kenaikan suku bunga yang lebih kecil.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan, semalam, bahwa indeks harga konsumen AS, ukuran biaya hidup AS, turun 0,1% pada Desember, sesuai dengan perkiraan. “Ini adalah kenaikan 12 bulan terkecil sejak periode yang berakhir Oktober 2021,” kata Departemen Tenaga Kerja dalam rilis berita.
Analis pasar mencatat penurunan tersebut mungkin mengindikasikan bahwa inflasi AS telah mencapai puncaknya. Untuk keputusan suku bunga berikutnya pada 1 Februari, para ekonom memperkirakan bank sentral mengumumkan kenaikan yang lebih kecil lagi sebesar 25 basis poin.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berbicara secara virtual dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh Asosiasi Bankir Wisconsin pada Kamis (12/1/2023), Presiden Fed St. Louis, James Bullard mengatakan bank sentral AS harus menaikkan suku bunga di atas 5,0 persen secepatnya untuk memastikan tekanan harga ditundukkan.
Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, serta imbal hasil obligasi pemerintah AS juga turun setelah data inflasi dirilis, memberikan dukungan terhadap emas.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Kamis (12/1/2023) bahwa klaim pengangguran awal AS turun 1.000 ke penyesuaian musiman 205.000 di pekan yang berakhir 7 Januari. Data yang lebih baik dari perkiraan membatasi kenaikan emas.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 52,3 sen atau 2,23% menjadi US$ 24,004 per ounce. Platinum untuk pengiriman April tidak berubah dari sesi perdagangan sebelumnya, ditutup pada US$ 1.084,30 per ounce.







