IHSG Anjlok 2,34% Saat Saham Asia Menghijau

- Pewarta

Kamis, 5 Januari 2023 - 17:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IHSG Anjlok 2,34% Saat Saham Asia Menghijau

Foto ilustrasi: IHSG ditutup anjlok 74,58 poin atau sekitar 1,07% ke level 6.923,80 pada akhir perdagangan Selasa 26 September 2023/Dok.

MEDIA EMITEN –Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) anjlok 159,4 poin atau 2,34% ke level 6.653,84 pada akhir perdagangan Kamis 5 Januari 2023. IHSG terjungkal sendirian saat mayoritas bursa saham regional Asia ditutup di zona hijau.

Harga saham-saham unggulan kembali rontok dengan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 18,87 poin atau 2,03% ke posisi 909,66.

Padahal, saham-saham di kawasan regional menghijau antara lain Indeks Nikkei menguat 103,9 atau 0,4% ke 25.820,8, Indeks Hang Seng naik 259,06 atau 1,25% ke 21.052,17, Indeks Shanghai meningkat 31,7 poin atau 1,01% ke 3.155,22, dan Indeks Strait Times menguat 43,3 poin atau 1,34% ke 3.285,76.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penurunan harga komoditas ditambah sentimen China yang berencana membuka kembali impor batu bara dari Australia, membuat saham sektor energi banyak yang terkena auto reject bawah (ARB) dan kemudian menyeret saham-saham lainnya.

Selain itu, pelemahan indeks juga dipengaruhi sinyal hawkish bank sentral AS, Federal Reserve (Fed), dalam kebijakan moneternya untuk beberapa waktu ke depan guna menurunkan angka inflasi sesuai target dua persen.

Bersamaan dengan itu, investor asing terus keluar dari pasar modal Indonesia dengan mencatatkan jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp 808,57 miliar di semua pasar dan Rp 642,92 miliar di pasar reguler.

Selain itu katalis negatif berikutnya bagi IHSG yakni adanya potensi resesi dan perlambatan ekonomi global, di mana proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF) untuk 2023 hanya sebesar 2,7% dibandingkan 3,2% pada 2022.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor terkoreksi dengan sektor energi turun paling dalam 5,48%, diikuti sektor teknologi dan sektor barang baku masing-masing turun 2,83% dan 2,62%. Sedangkan satu sektor meningkat yaitu sektor kesehatan sebesar 0,45%.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu UNTR, MREI, RDTX, CPIN, dan MIKA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni MKPI, ITMG, BYAN, GGRM, dan TCPI.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.305.327 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 23,16 miliar lembar saham senilai Rp14,23 triliun. Sebanyak 90 saham naik, 518 saham menurun, dan 94 tidak bergerak nilainya.

Berita Terkait

Ini Solusi Prioritas Jika Ada Masalah dengan Website Anda
Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN
SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi
Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya
Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai
Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:02 WIB

Ini Solusi Prioritas Jika Ada Masalah dengan Website Anda

Selasa, 15 September 2026 - 07:57 WIB

Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN

Kamis, 3 September 2026 - 07:51 WIB

SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai

Berita Terbaru