MEDIA EMITEN – Bisnis startup (rintisan) menghadapi tantangan cukup berat di tengah ketidakpastian ekonomi dan kenaikan suku bunga. Banyak perusahaan startup dan modal ventura kinerjanya tidak sesuai ekspektasi dan merugi (buntung).
Di kawasan Asia Tenggara, bisnis startup menghadapi hambatan makro hingga memperlebar kerugiannya. Ini mendorong perusahaan rintisan tersebut melakukan efisiensi besar-besaran, antara lain dengan melakukan pemutusan hubungan kera (PHK) karyawan.
Pekan lalu, pasar online Carousell mengumumkan akan melepaskan sekitar 10% dari jumlah karyawannya — atau sekitar 110 posisi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada November, GoTo Group di Indonesia memangkas 1.300 pekerjaan atau sekitar 12% dari jumlah karyawannya.
Sea Group, menurut media lokal, mem-PHK lebih dari 7.000 karyawan selama enam bulan terakhir.
“Para pendiri berhati-hati dengan mengelola biaya dalam ekosistem ini untuk memastikan ada landasan pacu yang cukup hingga akhir 2024,” kata Jia Jih Chai, salah satu pendiri dan CEO agregator merek e-niaga Rainforest yang berbasis di Singapura,seperti dikutip dari CNBC International, Kamis 8 Desember 2022.
Glints hingga Sayurbox menjadi daftar terbaru perusahaan rintisan yang melakukan PHK.Glints, startup pencarian kerja yang berbasis di Singapura, melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 18% karyawannya.
Baca Juga:
JULIEN’S AUCTIONS MENGUMUMKAN “KAIJU KING: KOLEKSI WARISAN SOMPOTE SANDS”
Pertukaran Budaya Guangfu Hadirkan Beragam Pertunjukan di Indonesia
Huawei Raih Gelar “Leader” dalam Gartner® Magic Quadrant™ for Enterprise Storage Platforms 2026
Mengutip dari berbagai sumber, berikut sejumlah startup yang melakukan PHK karyawan:
1. Ajaib Grup
Startupperusahaan investasi, melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 67 karyawan.
Perusahaan juga memotong gaji jajaran manajemen. Para founders juga tidak akan menerima gaji. Hal tersebut dilakukan imbas ketidakstabilan ekonomi global yang berdampak pada perusahaan.
2. Glints
Baca Juga:
Startup pencarian kerja yang berbasis di Singapura ini melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 18 persen karyawannya pada Rabu (7/12). Langkah itu diambil untuk beradaptasi dengan pasar dan memperkuat ketahanan bisnis.
3. PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) melakukan PHK terhadap 12% dari total karyawannya atau sebanyak 1.300 orang.
4. JD.ID
Layanan belanja daring atau e-commerce JD.ID mengambil langkah PHK sebagai salah satu langkah restrukturisasi agar perusahaan dapat terus beradaptasi dan selaras dengan dinamika pasar dan tren industri di Indonesia.
5. OYO
Perusahaan jaringan hotel asal India, OYO Hotels and Homes Pvt Ltd, melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 600 orang di departemen perusahaan dan teknologinya.
6. Ruangguru
Ruangguru, startup pembelajaran digital atau edutech mengambil langkah PHK pada ratusan karyawan pada November. Keputusan ini diambil karena situasi pasar global yang memburuk secara drastis.
Baca Juga:
RF ONLINE NEXT HADIRKAN ACARA KOMUNITAS KHUSUS UNTUK PEMAIN INDONESIA DI JAKARTA
Jin Jiang Hotels dan Trip.com Perkuat Kerja Sama Strategis untuk Garap Pasar ASEAN
7. Sayurbox
Startup e-grocery, melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 5% dari total karyawan per 6 Desember 2022.
8. Shopee Indonesia
PT Shopee Indonesia melakukan PHK sejumlah karyawan perusahaan pada September lalu.
9. Tokocrypto
Perusahaan penjual aset digital Tokocrypto memberhentikan 45 karyawannya atau sekitar 20% dari 227 orang jumlah pekerja.
10. TaniHub
PHK terhadap karyawan startup pertanian TaniHub merupakan dampak dari ditutupnya operasional gudang di Bandung dan Bali. Namun, perusahaan tidak menyebutkan jumlah karyawan yang terdampak.
11. Ula
Ula, perusahaan rintisan (startup) Indonesia dengan suntikan dana Bos Amazon Jeff Bezos, mengambil langkah pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 134 karyawannya.
12. SiCepat
Start up yang bergerak di bidang layanan pengiriman barang ini dikabarkan telah melakukan PHK terhadap sekitar 360 karyawannya.
13. Zenius
Startup edukasi Zenius melakukan PHK terhadap lebih dari 200 karyawan karena perusahaan terdampak oleh kondisi makroekonomi.
14. Xendit
Startup fintech Xendit melakukan PHK terhadap 5 persen karyawannya di Indonesia dan Filipina.
15. Lummo
Startup penyedia solusi layanan perangkat lunak business-to-consumer (B2C) Lummo yang sebelumnya dikenal sebagai BukuKas melakukan PHK terhadap sejumlah karyawan di Jakarta dan Bengaluru, India.










