MEDIA EMITEN – Bergerak liar, IHSG pada perdagangan Kamis 8 Desember 2022 akhirnya ditutup turun 14,53 poin atau 0,21% menjadi 6.804,23. IHSG sempat dibawa ke bawah 8.700 dan akhir sesi menguat meski masih berada di zona merah.
Investor asing masih melakukan melego saham hingga mencatatkan jual bersih (net foreign sell) sebesar R 2,2 triliun di seluruh pasar dan di pasar reguler tercatat jual bersih sebesar Rp 1,98 triliun.
Saham-saham yang banyak dilego asing dengan net sell terbanyak adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 600,46 miliar, PT Ban Mandiri Tbk (BMRI) Rp 515,34 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 356,43 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 263,42 miliar, dan PT Sinarmas Multi Artha Tbk (SMMA) senilai Rp 147,10 miliar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebaliknya pembelian bersih asing (net buy)terjadi pada saham PT CASA Rp 262,55 miliar, PT Indah Kiat & Pulp Tbk (INKP) Rp 42,61 miliar, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp 41,68 miliar, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp 29,39 miliar, dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) Rp 24,49 miliar.
Sentimen pasa dipengaruhi oleh faktor global yakni kekhawatiran terjadinya resesi di Amerika Serikat (AS) yang menyeret sentimen negatif bursa saham di Wall Street dan mayoritas indeks saham di Asia Pasifik.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 111,97 atau 0,4% ke 27.574,43, Indeks Hang Seng naik 635,41 atau 3,38% ke 19.450,23, Indeks Shanghai terkoreksi 2,27 poin atau 0,07% ke 3.197,35, dan Indeks Straits Times menguat 10,63 poin atau 0,33% ke 3.236,08.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor terkoreksi dengan sektor transportasi & logistik turun paling 1,57%, diikuti sektor perindustrian dan sektor teknologi masing-masing turun 1,06% dan 0,87%.
Baca Juga:
JULIEN’S AUCTIONS MENGUMUMKAN “KAIJU KING: KOLEKSI WARISAN SOMPOTE SANDS”
Pertukaran Budaya Guangfu Hadirkan Beragam Pertunjukan di Indonesia
Huawei Raih Gelar “Leader” dalam Gartner® Magic Quadrant™ for Enterprise Storage Platforms 2026
Sedangkan lima sektor meningkat dengan sektor barang baku naik paling tinggi 1,52%, diikuti sektor infrastruktur dan sektor properti & real estat masing-masing naik 1,06% dan 1,01%.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu GPSO, CHEM, INCF, PADA, dan BSBK. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni AMRT, GOTO, UFOE, KIOS, dan MTPS.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.191.922 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 23,11 miliar lembar saham senilai Rp15,17 triliun. Sebanyak 226 saham naik, 316 saham menurun, dan 156 tidak bergerak nilainya.
Baca Juga:






