BlockFi Ajukan Kebangkrutan, Efek FTX Menyebar

- Pewarta

Selasa, 29 November 2022 - 08:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BlockFi Ajukan Kebangkrutan, Efek FTX Menyebar

Foto ilustrasi: perusahaan kripto ternama BlockFi mengajukan perlindungan kebangkrutan/IST.

MEDIA EMITEN – Pasar kripto kembali terguncang menyusul perusahaan ternama BlockFi yang akan mengajukan perlindungan kebangkrutan (Chapter 11 bankruptcy protection). Efek spiral dari ambruknya FTX diyakini mulai menyebar.

Penasihat BlockFi, Mark Renzi, mengatakan bahwa kematian FTX telah menyebar ke entitas kripto lainnya. Ia mengajak kreditor, investor, mengajukan perlindungan ke pangadilan, demikian dikutip dari berbagai sumber, Selasa 29 November 2022.

“BlockFi akan mengajukan perlindungan kebangkrutan Bab 11 hari ini. Perusahaan juga akan merumahkan sebagian besar karyawan,” sebut sumber itu.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kabar BlockFi akan bangkrut sudah beredar sebelumnya pada 16 November lalu. Sumber itu mengungkapkan, BlockFi sedang mempersiapkan pengajuan kebangkrutan setelah menghentikan penarikan simpanan penggunanya dan mengakui memiliki “eksposur signifikan” terhadap FTX.

Dalam dokumen pengajuan itu disebutkan BlockFi memiliki lebih dari 100 ribu kreditur dengan liabilitas dan aset mencapai antara US$1 miliar hingga US$10 miliar.

BlockFi adalah satu dari sekian banyak perusahaan crypto yang menawarkan perdagangan kripto dan layanan kustodian berbunga, pasca bangkrutnya Three Arrows Capital dan FTX, serta tentu saja runtuhnya ‘kerajaan kripto’ Terra LUNA.

BlockFi juga terkenal setelah Pendiri FTX, Sam Bankman-Fried pernah menawarkan bantuan senilai US$240 juta.

Pada 7 November lalu BlockFi menangguhkan penarikan dan aktivitas terbatas pada platform-nya. Mereka menyebutkan, tidak dapat menjalankan bisnis seperti biasa karena ketidakpastian tentang FTX.

Pada Jumat pekan lalu , FTX Group yang terdiri dari FTX.com sebagai perusahan utama, Alameda Research dan ratusan perusahaan terafiliasi lainnya menyatakan bangkrut, karena mengalami masalah likuiditas.


Berita Terkait

Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai
Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Berita Terbaru