MEDIA EMITEN – Pasar kripto kembali terguncang menyusul perusahaan ternama BlockFi yang akan mengajukan perlindungan kebangkrutan (Chapter 11 bankruptcy protection). Efek spiral dari ambruknya FTX diyakini mulai menyebar.
Penasihat BlockFi, Mark Renzi, mengatakan bahwa kematian FTX telah menyebar ke entitas kripto lainnya. Ia mengajak kreditor, investor, mengajukan perlindungan ke pangadilan, demikian dikutip dari berbagai sumber, Selasa 29 November 2022.
“BlockFi akan mengajukan perlindungan kebangkrutan Bab 11 hari ini. Perusahaan juga akan merumahkan sebagian besar karyawan,” sebut sumber itu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kabar BlockFi akan bangkrut sudah beredar sebelumnya pada 16 November lalu. Sumber itu mengungkapkan, BlockFi sedang mempersiapkan pengajuan kebangkrutan setelah menghentikan penarikan simpanan penggunanya dan mengakui memiliki “eksposur signifikan” terhadap FTX.
Dalam dokumen pengajuan itu disebutkan BlockFi memiliki lebih dari 100 ribu kreditur dengan liabilitas dan aset mencapai antara US$1 miliar hingga US$10 miliar.
BlockFi adalah satu dari sekian banyak perusahaan crypto yang menawarkan perdagangan kripto dan layanan kustodian berbunga, pasca bangkrutnya Three Arrows Capital dan FTX, serta tentu saja runtuhnya ‘kerajaan kripto’ Terra LUNA.
BlockFi juga terkenal setelah Pendiri FTX, Sam Bankman-Fried pernah menawarkan bantuan senilai US$240 juta.
Baca Juga:
Pertukaran Budaya Guangfu Hadirkan Beragam Pertunjukan di Indonesia
Huawei Raih Gelar “Leader” dalam Gartner® Magic Quadrant™ for Enterprise Storage Platforms 2026
Pada 7 November lalu BlockFi menangguhkan penarikan dan aktivitas terbatas pada platform-nya. Mereka menyebutkan, tidak dapat menjalankan bisnis seperti biasa karena ketidakpastian tentang FTX.
Pada Jumat pekan lalu , FTX Group yang terdiri dari FTX.com sebagai perusahan utama, Alameda Research dan ratusan perusahaan terafiliasi lainnya menyatakan bangkrut, karena mengalami masalah likuiditas.







