IMF-WB – Menkeu Ingatkan Pembiayaan Infrastruktur Butuh Stabilitas Makro

- Pewarta

Selasa, 9 Oktober 2018 - 06:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Nusa Dua – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan perubahan paradigma dalam pembiayaan infrastruktur membutuhkan stabilitas ekonomi makro untuk memberikan kepastian terhadap investor swasta.

“Kita tidak bisa membuat paradigma baru tanpa stabilitas ekonomi makro. Untuk itu, pemerintah terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia maupun Otoritas Jasa Keuangan,” kata Sri Mulyani saat memberikan pidato kunci dalam acara “Indonesia Investment Forum” di Nusa Dua, Bali, Selasa (9/10/2018).

Sri Mulyani mengatakan perubahan paradigma dalam pembiayaan infrastruktur sangat penting karena dalam kondisi saat ini tidak mungkin mengandalkan cara-cara tradisional melalui pendanaan dari sisi fiskal, karena APBN yang terbatas.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perubahan paradigma ini mencakup skema pembiayaan melalui Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), mendorong keterlibatan BUMN atau menggunakan “blended finance” untuk mendorong kebutuhan infrastruktur.

Melalui skema KPBU, pemerintah berupaya memberikan jaminan dan kesiapan proyek kepada investor swasta yang diantaranya mencakup kebutuhan dana maupun pengadaan lahan agar tidak ada hambatan dari segi non teknis.

“Mengundang swasta berarti ada proses pengadaan barang dan jasa serta persiapan proyek yang baik, karena mustahil swasta masuk kalau tidak ada perbaikan kualitas. Menciptakan transparansi ini yang biasanya sulit dilakukan karena selalu menjadi ‘bottleneck’,” kata Sri Mulyani.

Selain itu, upaya mengurangi risiko bagi investor juga dilakukan karena proyek jangka panjang biasanya terkendala persoalan jatuh tempo pinjaman atau risiko mata uang sehingga ikut menjadi penghambat pengadaan infrastruktur dari swasta.

Sri Mulyani menyakini skema pembiayaan alternatif dapat berhasil karena telah didukung oleh penciptaan instrumen investasi, jaminan dari pemerintah melalui BUMN dibawah Kementerian Keuangan dan struktur maupun desain yang diinginkan swasta.

Hal ini juga didukung oleh stabilitas ekonomi makro yang telah terjalin dalam beberapa tahun terakhir, melalui pertumbuhan ekonomi yang terjaga rata-rata sebesar lima persen, inflasi yang rendah dan upaya-upaya lainnya untuk menjaga stabilitas sistem keuangan maupun defisit fiskal.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan paradigma baru dalam pengadaan infrastruktur sangat penting karena Indonesia sebagai negara berkembang merupakan daerah tujuan investasi yang menarik.

Ia menambahkan OJK telah berupaya untuk mempromosikan pembiayaan infrastruktur dengan berbagai instrumen keuangan maupun pengembangan pasar yang lebih canggih agar pembangunan proyek berbasis lingkungan dapat terwujud.

“Penciptaan lapangan kerja maupun pembangunan proyek yang bermanfaat bagi masa depan dan lingkungan sangat dibutuhkan. Kombinasi itu penting untuk mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan,” kata Wimboh.

Sementara itu, Menteri BUMN Rini Soemarno menawarkan kesempatan investasi sebesar 42,1 miliar dolar AS kepada pihak swasta untuk 78 proyek yang mencakup infrastruktur di berbagai sektor dalam pertemuan tahunan ini.

Rini mengharapkan pemilik modal swasta berminat untuk masuk dan terlibat dalam pengadaan infrastruktur di Indonesia melalui berbagai skema pembiayaan alternatif yang sudah ditawarkan dan disiapkan oleh pemerintah.

Ikut hadir dalam “Indonesia Investment Forum” ini Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (sat)

Berita Terkait

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Berita Terbaru

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Pers Rilis

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Jumat, 23 Okt 2026 - 04:18 WIB