Juli 2022, Neraca Perdagangan RI Surplus US$ 4,23 Miliar

- Pewarta

Senin, 15 Agustus 2022 - 17:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juli 2022, Neraca Perdagangan RI Surplus US$ 4,23 Miliar

MEDIA EMITEN – Neraca perdagangan RI mencatatkan surplus US$ 4,23 miliar pada Juli 2022, yang sekaligus sebagai surplus ke-27 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Deputi Bidang Statistik Distribusi Dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Setianto mengatakan, surplus neraca perdagangan pada Juli berasal dari nilai ekspor sebesar US$ 25,57 miliar dan impor US$ 21,35 miliar.

“Surplus neraca perdagangan Indonesia pada Juli banyak ditopang oleh surplus komoditas nonmigas,” katanya di Jakarta, Senin 15 Agustus 2022.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perdagangan nonmigas Indonesia mengalami surplus US$ 7,31 miliar pada Juli 2022, dengan komoditas utama penyumbang surplus adalah bahan bakar mineral; lemak dan minyak hewan nabati; bijih, kerak, dan abu logam.

Namun, pada periode yang sama neraca perdagangan migas RI mengalami defisit US$ 3,08 miliar, di mana komoditas utama penyumbang defisit yakni minyak mentah dan hasil minyak.

Perdagangan Indonesia mengalami surplus dengan beberapa negara, di mana tiga negara dengan surplus terbesar yaitu Amerika Serikat (AS), India, dan Filipina.

Perdagangan dengan AS mencatatkan surplus US$ 1,64 miliar dengan komoditas utamanya lemak dan minyak hewan nabati, pakaian dan aksesorinya, mesin perlengkapan elektrik serta bagiannya.

Sementara itu, perdagangan dengan India surplus US$ 1,62 miliar dengan komoditas penyumbang surplus yakni bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati; bijih logam; kerak; dan abu.

Selanjutnya, perdagangan RI dengan Filipina mengalami surplus US$ 1,08 miliar dengan komoditas utama penyumbang surplus yakni bahan bakar mineral, kendaraan dan bagiannya, serta lemak dan minyak hewan nabati.

Namun, perdagangan Indonesia mengalami defisit dengan beberapa negara, di mana tiga negara yang mengalami defisit perdagangan terbesar dengan RI yaitu Tiongkok, Australia, dan Thailand.

Dengan Tiongkok mengalami defisit US$ 914,5 juta terutama disumbangkan dari mesin, peralatan mekanik serta bagiannya, kemudian mesin, dan perlengkapan elektrik serta bagiannya.

Kemudian dengan Australia, perdagangan RI mengalami defisit US$ 523,8 juta, dengan komoditas penyumbang defisit utama adalah bahan bakar mineral dan serealia.

Selanjutnya, defisit perdagangan RI dengan Thailand mencapai US$ 318,6 juta dengan komoditas penyumbang defisit utama yakni gula dan kembang gula, plastik, serta barang dari plastik.

Dengan demikian, surplus neraca perdagangan Indonesia periode Januari-Juli 2022 mencapai US$ 29,17 miliar dengan total ekspor US$ 166,70 miliar dan impor US$ 137,53 miliar.

Berita Terkait

Ini Solusi Prioritas Jika Ada Masalah dengan Website Anda
Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN
SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi
Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya
Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai
Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:02 WIB

Ini Solusi Prioritas Jika Ada Masalah dengan Website Anda

Selasa, 15 September 2026 - 07:57 WIB

Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN

Kamis, 3 September 2026 - 07:51 WIB

SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai

Berita Terbaru

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Pers Rilis

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Jumat, 23 Okt 2026 - 04:18 WIB