MEDIA EMITEN – Kekhawatiran pasar akan terjadinya resesi dunia membuat investor melepasa aset berisiko, salah satunya saham. Hal ini menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) turun 113,35 poin atau 1,61%ke posisi 6.936,96 pada Jumat 17 Juni 2022.
Kekhawatiran pelaku pasar dan investor itulah yang telah mendorong Dow Jones turun 2,42% dan akhirnya untuk pertama kalinya sejak Januari 2021 ditutup di bawah 30.000. S&P 500 juga turun hingga 3,25%, serta Nasdaq Composite turun 4,08%, menyentuh level terendah sejak September 2020.
Dibuka melemah, IHSG terus menurun hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih tak mampu beranjak dari teritori negatif sampai penutupan bursa saham.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, hampir seluruh sektor terkoreksi di mana sektor material dasar turun paling dalam yaitu 2,49%, diikuti sektor perindustrian dan sektor teknologi masing-masing terkoreksi 1,77% dan 1,49%.
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing (net foreign sell) di seluruh pasar sebesar Rp 782,5 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi jual asing dengan jumlah jual bersih Rp 1,29 triliun.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.243.837 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 31,87 miliar lembar saham senilai Rp19,57 triliun. Sebanyak 158 saham naik, 362 saham menurun, dan 159 tiak bergerak nilainya.
Sementara itu, bursa saham regional Asia ditutup bervariasi, antara lain indeks Nikkei melemah 468,199 poin atau 1,77% ke 25.963, sedangkan indeks Hang Seng naik 229,57 poin atau 1,1% ke 21.075 dan indeks Straits Times meningkat 0,66 poin atau 0,02% ke 3.098,09.







