MEDIA EMITEN – Nilai tukar (kurs) rupiah terus melemah tertekan oleh ekspektasi kenaikan suku bunga Bank Sentral AS (Fed) yang lebih agresif pada pertemuan pekan ini.
Kurs tengah BI di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) pada Selasa 14 Juni 2022 melemah sekitar 0,39% ke posisi Rp14.729 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.672 per dolar AS.
Selama Juni 2022, rupiah melemah 0,93% dari posisi 31 Mei 2022 di level Rp 14.592 per dolar AS. Pelemahan rupiah seiring dengan turunnya mata uang hampir semua negara terhadap dolar AS.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari survei terbaru yang dirilis oleh FedWatch Tool dari CME Group menunjukkan bahwa pasar berekspektasi The Fed akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin, lebih tinggi dari ekspektasi sebelumnya 50 basis poin, pada Kamis dini hari pekan ini.
Ekspektasi The Fed akan lebih agresif dipicu oleh data inflasi konsumen AS bulan Mei yang menunjukkan inflasi di AS terus meninggi.
Data inflasi AS dirilis 8,6%, tertinggi dalam 40 tahun terakhir. Dengan data tersebut, pasar berekspektasi The Fed akan lebih agresif mengetatkan kebijakan moneternya termasuk menaikkan suku bunga acuannya.
Di pasar uang antarbank, rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.756 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.686 per dolar AS hingga Rp14.765 per dolar AS.







