MEDIA EMITEN – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali membuka kesempatan bagi pemuda-pemudi terbaik bangsa dari seluruh provinsi Indonesia untuk bergabung menjadi Patriot Energi.
Program ini difokuskan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat melaui penyediaan akses listrik yang inkulsif berbasis energi baru terbarukan di lokasi 4T (Terdepan, Terluar, Tertinggal dan wilayah Transmigrasi).
Baca Juga: ESDM: 100 Patriot Energi Bantu Elektrifikasi Desa 4T, Terangi Desa yang Gelap Gulita
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Chrisnawan Anditya mengatakan ruang lingkup aktivitas Patriot Energi, seperti survei potensi energi baru dan terbarukan (EBT) di desa belum berlistrik/berlistrik non PLN, pengawasan proyek APBN, pendampingan kelembagaan PLT EBT, dan membantu Berita Acara Serah Terima (BAST) aset.
“Ini terbuka bagi badan usaha swasta atau BUMN untuk memanfaatkan tenaga Patriot Energi yang sudah dididik dalam pengembangan (bisnis) EBT yang tengah dijalankan,” ucap Crisnawan saat peluncuran Launching Program Patriot Energi yang diresmikan secara langsung oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif secara virtual seperti dikutip mediaemiten.com dari laman esdm.go.id. .
Pada kesempatan yang sama, Direktur Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) Tri Mumpuni selaku lembaga pelaksana merinci persyaratan yang harus dipenuhi bagi yang ingin bergabung dalam program Patriot Energi.
Yaitu maksimal usia 35 tahun, sarjana/setara dengan mengutamakan sarjana teknik, sehat jasmani dan rohani, memiliki pengalaman pemberdayaan/kerelawanan minimal satu tahun.
Selain itu, memiliki pribadi yang berjiawa sosial, aktif, cerdas dan bersemangat, mempunyai motivasi mensejahterakan masyarakat, bersedia mengikuti semua rangkaian pelatihan dan penugasan selama 12 bulan dan bersedia tidak menikah selama pelatihan dan penugasan.
Pada tahapan rekrutmen, calon peserta Patriot Energi harus menjalani seleksi administrasi secara online dengan mengunggah esai maksinal 500 kata, seleksi kompetensi dan wawancara, serta medical check up.
“Karena ini tugasnya berat, kita ingin mendapatkan peserta sehat jasmani dan rohani,” ucap Tri.
Rekrutmen, pendidikan dan pelatihan calon personil Patriot Energi, akan dibekali empat kompetensi dasar, yaitu kompetensi kejuangan, kompetensi keikhlasan, kompetensi keteknisan, dan kompetensi pembangunan berbasis masyarakat.
Baca Juga:
WEPACK 2027 Kembali Digelar di Shanghai, Satukan Seluruh Rantai Industri Kemasan
DBS Group Raih Gelar Bank Teraman di Asia untuk ke-18 Tahun Berturut-turut
Sungrow Hadirkan Solusi Microgrid Terintegrasi untuk Sektor Komersial dan Industri di Asia Tenggara
“Kompetensi keteknisan ini akan bekerja sama dengan PPSDM KEBTKE,” kata Tri.
Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan EBTKE (PPSDM KEBTKE) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman menyampaikan rancangan pelatihan Patriot Energi tahun 2021 dikhususkan pada pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terpusat dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).
Beberapa materi yang akan didapatkan oleh calon personil Patriot Energi adalah regulasi ketenagalistrikan dan EBT, pengantar EBT, komponen PLTS dan PLTMH, tinjauan lokasi, aspek kelayakan, rancangan sistem, pengoperasian, pemeliharaan, identifikasi dan penanganan gangguan, praktik pengoperasian dan pemeliharaan, proposal pembangunan, dan evaluasi.
Simak Juga: Masih Berkinerja Positif Meski Pandemi Covid-19, Pertamina Power Indonesia Cetak Laba US$ 14 Juta
“Durasi waktu pelatihan selama 10 hari atau setara 100 jam pelajaran,” tutur Laode.
Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai pelaksanaan program Patriot Energi dari Kementerian ESDM, silakan kunjungi media sosial resmi @kesdm @djebtke @ibeka.d serta @patriotenergi. (ENI)









