Wall Street Jatuh Setelah Trump Ancam Naikkan Tarif Barang China

- Pewarta

Selasa, 7 Mei 2019 - 02:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wall Street Jatuh Setelah Trump Ancam Naikkan Tarif Barang China

Mediaemiten.com, New York – Saham-saham di Wall Street jatuh pada penutupan perdagangan Selasa pagi (7/5/2019), setelah Presiden Donald Trump berjanji akan menaikkan tarif pada barang-barang China, meskipun saham-saham AS berakhir lebih baik dari terendah sesi, karena beberapa investor melihat komentar Trump sebagai taktik tawar-menawar dan menyatakan kepercayaan dalam perjanjian perdagangan yang mungkin terjadi.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 66,47 poin atau 0,25 persen menjadi berakhir pada 26.438,48 poin. Indeks S&P 500 merosot 13,17 poin atau 0,45 persen
menjadi ditutup pada 2.932,47 poin. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 40,71 poin atau 0,50 persen, menjadi berakhir di 8.123,29 poin.

Wall Street mengawali minggu ini dengan anjlok lebih dari 470 poin di indeks Dow, tak lama setelah bel pembukaan, menunjukkan kekhawatiran luas di antara investor atas pasar ekuitas Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih rendah di sekitar penutupan pasar, dengan sektor material turun hampir 1,4 persen, memimpin kerugian.

Saham Caterpillar dan Boeing, dua perusahaan dengan eksposur pendapatan luar negeri yang tinggi, masing-masing turun lebih dari 1,6 persen dan hampir 1,3 persen, berada di antara saham-saham berkinerja terburuk di Dow.

Beberapa saham teknologi besar juga mengalami kerugian, di antaranya saham Nvidia dan Advanced Micro Devices yang masing-masing turun lebih dari 1,7 persen dan lebih dari 2,8 persen.

Dalam sebuah tweet yang mengejutkan pada Minggu (5/5/2019), Trump mengatakan bahwa tarif yang lebih tinggi akan mulai berlaku pada Jumat (10/5/2019) jika tidak ada kesepakatan dengan China yang dicapai.

Komentar itu memicu aksi jual global pada saham dan memicu kekhawatiran perlambatan pertumbuhan global, ketakutan yang secara berkala mengguncang pasar selama setahun terakhir.

Ekuitas AS membukukan hasil beragam dalam pekan yang berakhir 3 Mei, dengan Dow jatuh 0,14 persen, sementara S&P 500 dan Nasdaq masing-masing naik 0,20 persen dan 0,22 persen karena Wall Street mencerna pengumuman penting dari Federal Reserve dan gelombang laporan laba perusahaan. (pep)

Berita Terkait

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Berita Terbaru