Bursa Saham Australia Melemah, Terseret Saham Komoditas Industri

- Pewarta

Senin, 29 April 2019 - 07:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bursa Saham Australia Melemah, Terseret Saham Komoditas Industri

Mediaemiten.com, Sydney – Saham-saham pada Bursa Australia dibuka lebih rendah pada perdagangan Senin pagi (29/4/2019), karena komoditas-komoditas industri berada di bawah tekanan, dengan saham-saham energi memimpin pasar lebih rendah.

Pada pukul 10.30 waktu setempat, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 17,20 poin atau 0,27 persen menjadi diperdagangkan di 6.368,40 poin, sedangkan Indeks All Ordinaries yang lebih luas turun 15,00 poin atau 0,23 persen pada 6.458,20 poin.

Meskipun mendapat dukungan positif dari Wall Street, penguatan dolar AS yang sedang berlangsung telah menghambat saham-saham pada Bursa Australia pagi ini, dengan komoditas-komoditas industri berada di bawah tekanan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia sebagian besar lebih rendah, dengan Commonwealth Bank turun 0,52 persen, Westpac Bank naik 0,02 persen, National Australia Bank turun 0,70 persen dan ANZ turun 0,40 persen.

Saham-saham pertambangan sebagian besar menguat, dengan BHP naik 0,43 persen, Rio Tinto turun 0,04 persen, Fortescue Metals naik 0,97 persen dan penambang emas Newcrest meningkat 1,74 persen.

Produsen-produsen minyak dan gas melemah, dengan Woodside Petroleum turun 1,02 persen, Santos turun 1,09 persen dan Oil Search turun 0,93 persen.

Baca juga: Harga minyak terus menurun pasca-Trump tekan OPEC tingkatkan produksi

Jaringan supermarket terbesar di Australia juga kehilangan posisi, dengan Wesfarmers turun 0,19 persen dan Woolworths turun 0,31 persen.

Sementara raksasa telekomunikasi Telstra turun 0,74 persen, maskapai penerbangan Qantas turun 0,54 persen dan perusahaan biomedis CSL naik tipis 0,05 persen. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua. (pep)

Berita Terkait

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Berita Terbaru