Sungrow Dukung Sistem BESS Skala Besar di Kamboja dengan Fitur “Black Start”

- Pewarta

Kamis, 1 Oktober 2026 - 03:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sungrow Dukung Sistem BESS Skala Besar di Kamboja dengan Fitur “Black Start”

TAKMAO, Kamboja, 1 Oktober 2026 /PRNewswire/ — Sungrow, penyedia inverter PV dan sistem penyimpanan energi terkemuka di dunia, mengumumkan bahwa proyekCambodia EDC Kandal Stueng Station (GS79) berhasil terhubung ke jaringan listrik dan menyelesaikan uji penerimaan. Proyek sistem penyimpanan energi baterai (BESS) berkapasitas 108,4 MW/215,6 MWh tersebut berlokasi di Takmao, Provinsi Kandal. Proyek ini menerapkan teknologi grid-forming pada sistem utilitas berskala besar untuk mendukung stabilitas jaringan, fitur black start, serta koordinasi dengan pembangkit listrik tenaga air dan termal.

Sungrow Powers Cambodia’s Large-Scale BESS with Black-Start Capabilities
Sungrow Powers Cambodia’s Large-Scale BESS with Black-Start Capabilities

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Teknologi Grid-Forming Memperkuat Berbagai Fitur Pemulihan Jaringan

Proyek ini turut menjaga stabilitas tegangan dan frekuensi pada titik strategis jaringan listrik utama Kamboja, termasuk koridor transmisi yang menyalurkan listrik dari Vietnam. Kemampuan grid-forming pada sistem tersebut diuji melalui berbagai skenario pemulihan jaringan yang kompleks. Hal ini membuktikan peran sistem penyimpanan energi yang semakin penting dalam menjaga keandalan sistem ketenagalistrikan.

Pencapaian proyek ini antara lain:

  • Fitur black start skala besar dari kondisi tanpa tegangan: Sebanyak 516 unit PCS grid-forming berhasil mengaktifkan seluruh pembangkit listrik dari kondisi tanpa tegangan, serta membangun tegangan dan frekuensi yang stabil di seluruh sistem.
  • Pemulihan jaringan transmisi sepanjang 240 km: Sistem mendukung aktivasi sekitar 240 km jaringan transmisi dan lima gardu induk, serta mempertahankan stabilitas operasional ketika jaringan dipulihkan secara bertahap.
  • Dukungan untuk berbagai sumber pembangkit listrik: Sistem mendukung proses penyalaan dan sinkronisasi Pembangkit Listrik Tenaga Air Kamchay berkapasitas 60 MW, sebelum jaringan yang telah dipulihkan beroperasi bersama pembangkit listrik tenaga batu bara CIIDG berkapasitas 135 MW, sistem penyimpanan energi, dan beban listrik.
  • Beroperasi dengan stabil dalam kondisi jaringan yang kompleks: Selama proses pemulihan jaringan, sistem tetap stabil melalui lima proses energisasi transformator, termasuk transformator berkapasitas hingga 100 MVA. Sistem juga mempertahankan stabilitas saat melakukan sinkronisasi berbagai sumber listrik dengan perbedaan sudut fasa hingga 15 derajat, menunjukkan kemampuannya dalam menangani kondisi kompleks selama pemulihan sistem.
  • Beroperasi secara terpisah dari jaringan utama (islanded operation): Sistem beroperasi secara independen selama 3,5 jam, membuktikan kemampuan sistem penyimpanan energi untuk terus mendukung jaringan lokal ketika terpisah dari jaringan utama.
  • Transisi tanpa gangguan: Proyek berhasil melakukan tiga kali perpindahan antara kondisi terhubung dan terpisah dari jaringan utama. Selama proses tersebut, deviasi tegangan tetap di bawah 2%, sedangkan fluktuasi frekuensi transien berada dalam kisaran 0,15 Hz.

"Proyek ini menunjukkan bahwa sistem penyimpanan energi dengan teknologi grid-forming memiliki fungsi yang jauh lebih luas daripada sekadar menyimpan listrik. Ketika jaringan listrik mengalami gangguan atau kehilangan dukungan dari jaringan utama, teknologi ini turut membangun dan menjaga stabilitas tegangan serta frekuensi listrik, mempercepat pemulihan sistem, dan menjaga keandalan jaringan," ujar Michael Ruan, Regional Director, Sungrow Asia Tenggara dan Selatan. "Melalui proyek seperti ini, Sungrow mendorong pemanfaatan sistem penyimpanan energi sebagai bagian yang lebih aktif dalam menjaga keandalan jaringan, serta menghadirkan teknologi grid-forming yang telah teruji untuk mendukung sistem ketenagalistrikan Asia Tenggara yang terus berkembang."

Mengurangi Risiko Teknis dan Memastikan Penyelesaian yang Tepat Waktu

Menghadapi protokol pengujian yang ketat, skenario sistem tenaga listrik yang kompleks, jadwal konstruksi yang padat, serta kondisi kerja pada musim hujan dengan suhu lingkungan hingga 40°C, tim lintas-fungsi Sungrow yang mencakup prapenjualan, pelaksanaan di lokasi, dan R&D bekerja sama untuk memastikan hasil proyek tetap bermutu tinggi:

  • Fase commissioning dan pengujian dalam 20 hari: Tim di lokasi proyek bekerja tanpa henti dalam kondisi panas dan lembap selama dua bulan berturut-turut. Tim menyelesaikan hot commissioning serta tiga putaran uji kinerja dalam waktu 20 hari untuk memastikan koneksi ke jaringan listrik sesuai jadwal.
  • Solusi layanan terpadu: Sungrow menyediakan layanan satu pintu sepanjang siklus hidup proyek, mencakup desain terintegrasi untuk sistem penyimpanan dan pemantauan, dukungan terkait EPC, desain peralatan, commissioning, serta layanan operasional dan pemeliharaan (O&M). Layanan tersebut membantu pelanggan memenuhi kebutuhan khusus pada level jaringan dengan mengurangi beban pengelolaan.

Sejalan dengan transisi energi yang bergerak kian cepat di Asia Tenggara, Sungrow akan terus menghadirkan teknologi dan solusi penyimpanan energi yang telah teruji agar pelanggan dapat membangun infrastruktur ketenagalistrikan yang lebih andal dan berkelanjutan.

Narahubung: Luly Wang, luly.wang@sungrow-hq.com

Berita Terkait

Klook dan Visa Jalin Kemitraan di Enam Negara Asia Tenggara untuk Mendukung Tren Wisata Berbasis Aktivitas dan Pengalaman
Casio Luncurkan Jam Tangan MR-G dengan Kristal Safir Biru
94th CMEF, Pameran Industri Perangkat Medis Terkemuka Dunia, Digelar di Beijing pada 21-24 Oktober
Dari Energi hingga Cip, EnerAI Hadirkan Solusi Kelistrikan AIDC Full-Stack di Tech Day Singapore 2026
Hadirkan Persona Bintang Hollywood dalam Kampanye Iklan Perusahaan Anda
Asian Hall of Fame Mengumumkan Tokoh Terpilih Angkatan 2026
Tindakan Mendesak Diperlukan untuk Mengatasi Kebakaran dan Kabut Asap Lintas Batas di Asia Tenggara
HPL Hotels & Resorts Ambil Alih Pengelolaan Holiday Inn Kandooma Maldives, Berganti Nama Jadi Kandooma Maldives

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 03:37 WIB

Sungrow Dukung Sistem BESS Skala Besar di Kamboja dengan Fitur “Black Start”

Kamis, 1 Oktober 2026 - 01:50 WIB

Klook dan Visa Jalin Kemitraan di Enam Negara Asia Tenggara untuk Mendukung Tren Wisata Berbasis Aktivitas dan Pengalaman

Kamis, 1 Oktober 2026 - 01:00 WIB

Casio Luncurkan Jam Tangan MR-G dengan Kristal Safir Biru

Kamis, 1 Oktober 2026 - 00:32 WIB

94th CMEF, Pameran Industri Perangkat Medis Terkemuka Dunia, Digelar di Beijing pada 21-24 Oktober

Kamis, 1 Oktober 2026 - 00:06 WIB

Dari Energi hingga Cip, EnerAI Hadirkan Solusi Kelistrikan AIDC Full-Stack di Tech Day Singapore 2026

Berita Terbaru

Casio Luncurkan Jam Tangan MR-G dengan Kristal Safir Biru

Pers Rilis

Casio Luncurkan Jam Tangan MR-G dengan Kristal Safir Biru

Kamis, 1 Okt 2026 - 01:00 WIB