Profil Doni Monardo, dari BNPB Diangkat Menteri BUMN Jadi Komisaris Utama Inalum

- Pewarta

Sabtu, 12 Juni 2021 - 10:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo. (Foto : BNPB Indonesia)

Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo. (Foto : BNPB Indonesia)

MEDIA EMITEN – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Tohir mengangkat Doni Monardo menjadi Komisaris Utama PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero), setelah pensiun sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB).

Pengangkatan Doni Monardo ini setelah digelarnya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Inalum pada Kamis, 10 Juni 2021.

Baca Juga: Doni Monardo Ajak Masyarakat di Rumah Saja, Meski Ada Libur Natal dan Tahun Baru

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Erick Thohir menilai pengangkatan Letnan Jenderal TNI (Purn) Doni Monardo sebagai pengawas perusahaan BUMN ini sangat tepat. Hal ini mengingat segudang pengalaman, kemampuan, jaringan, dan prestasi yang dimiliki Doni, baik di dalam maupun di luar TNI.

Doni Monardo lahir di Cimahi, Jawa Barat, 10 Mei 1963. Putra asli Minang ini berdarah militer.

Ayahnya, Letkol CPM Nasrul Saad berasal dari Lintau, Kabupaten Tanah Datar  dan ibu, Roeslina, dari Nagari Sungai Tarab, Tanah Datar.

Karena ayahanda yang seorang prajurit,Doni kecil pun ikut berpindah-pindah.

Lahir di Cimahi, lalu menghabiskan masa kanak kanak di Aceh.

Setelah itu, baru tinggal di Padang, hingga lulus SMA.

Seperti pepatah buah jatuh tak jauh dari pohonnya, Doni masuk Akademi Militer setelah lulus SMA, seperti dikutip mediaemiten.com dari wikipedia.org.

Tahun 1985, Doni mengawali masa kedinasannya sebagai seorang prajurit.

Lebih tiga dasawarsa, tepatnya 34 tahun sudah Doni malang melintang melakoni penugasan.

Pernah berdinas di Banten, Bali, Aceh, Jakarta, Sulawesi Selatan, Bogor, Maluku, dan Jawa Barat.

Penugasan luar negerinya juga termasuk menonjol.

Di antara sederet daerah tempat Doni bertugas, tidak ada satu daerah pun di wilayah Sumatera Barat, apalagi Tanah Datar. lebih-lebih Nagari Sungai Tarab.

Perjalanan Karir Doni Monardo

Penempatan pertama langsung pada Komando Pasukan Khusus atau Kopassus  tahun 1986 sampai dengan 1998.

Selama di Kopassus, ia pernah ditugaskan ke Timor Timur, Aceh,  dan daerah lainnya.

Pada tahun 1999 hingga 2001, lelaki yang suka kegiatan menembak dan beladiri ini ditugaskan pada Batalyon Raider di Bali.

Kemudian ditarik kembali di Paspampres hingga tahun 2004, lalu mengikuti pelatihan counter terrorism yang dilaksanakan di Korea Selatan.

Pada tahun 2005 sampai dengan 2006, Doni ditugaskan di Aceh.

Setahun di sana, dia kembali ditarik ke Jakarta  bergabung dengan Paspampres.

Pada tahun 2006 dipindahkan ke Makassar, Sulawesi Selatan, di Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, atau yang lebih dikenal dengan Kostrad.

Salah satu program yang hingga kini dikenang masyarakat Makassar adalah penghijauan beberapa kawasan tandus di Sulawesi Selatan termasuk di sekitar Bandara Hasanuddin.

Setelah di Makassar, Doni di promosikan menjadi Dan Grup A Paspampres.

Selama bertugas mengawal orang nomor satu di Republik Indonesia, Doni sudah sudah mengikuti kunjungan Presiden Indonesia ke 27 negara.

Pada tahun 2010, Doni kemudian diberi kepercayaan menjadi Danrem 061 Surya Kencana Bogor.

Selang beberapa bulan menjadi Danrem di Bogor, Doni diangkat menjadi Wadanjen Kopassus.

Salah satu tugas yang melambungkan namanya adalah ketika ditugaskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Wakil Komando Satuan Tugas untuk pembebasan kapal MV Sinar Kudus yang dibajak oleh perompak Somalia.

Atas keberhasilan itu pangkat Doni dinaikkan setingkat menjadi Brigadir Jenderal.

Baca Juga: Pertamina Pastikan Masyarakat Tidak Terdampak Insiden Tangki di Kilang Cilacap

Bulan April 2012 Doni mengikuti pendidikan PPSA XVIII di Lemhanas.

Baru empat bulan di Lemhannas, Doni dipromosikan menjadi Danpaspampres.

Sebelum diangkat menjadi Komisaris Utama Inalum, Doni Monardo juga pernah menjabat Ketua Satgas Penanganan Covid-19. (Tim)

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru