Permintaan Domestik, Penyelamat Ekonomi di Tengah Pandemi

- Pewarta

Senin, 29 Juni 2020 - 09:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Permintaan Domestik, Penyelamat Ekonomi di Tengah Pandemi

Mediaemiten.com, Jakarta – Permintaan domestik menjadi salah satu kunci untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah pandemi Covid-19. Sebab, dengan kondisi perekonomian dunia yang sedang mengalami kontraksi ini, permintaan global maupun ekspor tidak bisa diandalkan.

“Dunia sedang mengalami penurunan yang sangat signifikan, jadi jelas kita harus mengandalkan dan mengendalikan permintaan dalam negeri,” ujar anggota Tim Asistensi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Raden Pardede, Jumat (26/6/2020).

Beruntungnya, lanjut Raden Pardede, Indonesia memiliki penduduk dengan jumlah yang relatif besar sehingga ada peluang untuk bisa pulih lebih cepat dibandingkan dengan negara-negara yang sangat bergantung kepada perdagangan dunia atau memiliki jumlah penduduk yang relatif sedikit.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jumlah penduduk kita lebih kurang 270 juta orang, bayangkan dengan Singapura yang hanya lebih kurang 5 juta orang. Dengan menggerakkan permintaan dalam negeri, kita pasti lebih bisa bertahan di tengah kontraksi perekonomian dunia ini,” terang Raden.

Proyeksi IMF dan World Bank pun menunjukkan bahwa dampak Covid-19 terhadap ekonomi tanah air juga relatif lebih kecil dan moderat. “Meskipun ya semuanya sedang sama-sama kontraksi,” imbuhnya.

Raden Pardede juga menuturkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia di Kuartal I tercatat sebesar 2,97% dan kemungkinan di Kuartal II akan terjadi kontraksi ekonomi yang sangat signifikan. Pola ini disebutnya sama dengan yang terjadi di Cina.

Namun, berdasarkan pengamatan data sampai dengan minggu ke-3 Juni 2020, terlihat ada aktivitas ekonomi yang mulai bergerak.

“Kita mengamati secara dekat minggu per minggu, bagaimana penjualan dari ritel atau kegiatan di pasar misalkan. Kemudian kita juga mengamati mobilitas manusia melalui satelit NASA. Kelihatannya di bulan Juni pertengahan mulai terjadi titik belok, mulai kelihatan tanda-tanda rebound,” ungkap Raden Pardede.

Untuk itu, Pemerintah berupaya menggenjot kinerja ekonomi untuk bisa didorong ke arah perbaikan dan pertumbuhan positif agar Indonesia bisa selamat dari resesi.

“Tanda rebound tadi kan masih dalam suasana kontraksi. Jadi, kalau di kuartal ketiga nanti pertumbuhannya negatif, maka kita bisa mengalami resesi sebab resesi itu di dalam definisi ekonom-ekonom adalah kalau dua kali mengalami pertumbuhan negatif,” pungkasnya. (kon)

Berita Terkait

Ini Solusi Prioritas Jika Ada Masalah dengan Website Anda
Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN
SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi
Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya
Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai
Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:02 WIB

Ini Solusi Prioritas Jika Ada Masalah dengan Website Anda

Selasa, 15 September 2026 - 07:57 WIB

Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN

Kamis, 3 September 2026 - 07:51 WIB

SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai

Berita Terbaru

Ini Solusi Prioritas Jika Ada Masalah dengan Website Anda

Bisnis

Ini Solusi Prioritas Jika Ada Masalah dengan Website Anda

Kamis, 22 Okt 2026 - 06:02 WIB