Menanti Kebijakan BI, Rupiah Ditutup Melemah Namun Tak Lewati Rp14.000

- Pewarta

Kamis, 18 Juli 2019 - 02:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menanti Kebijakan BI, Rupiah Ditutup Melemah Namun Tak Lewati Rp14.000

Mediaemiten.com, Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 0,2 persen pada perdagangan pasar spot Rabu menjadi Rp13.975 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan perdagangan Selasa (16/7/2019) yang sebesar Rp13.935 per dolar AS.

Sentimen utama yang membayangi pergerakan mata uang rupiah adalah ekspektasi tinggi pasar bahwa Bank Indonesia kemungkinan menurunkan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate” ke 5,75 persen dari posisi saat ini di enam persen, atau pelonggaran kebijakan suku bunga yang pertama kali dilakukan sejak November 2018.

Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, di Jakarta, Rabu, mengatakan jika Bank Sentral benar-benar memangkas bunga acuan pada hari terakhir Rapat Dewan Gubernur BI Kamis (18/7/2019) esok, maka kurs rupiah bisa saja terjerembab lebih dalam melewati level Rp14.000 per dolar AS.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mungkin bisa mengarah ke Rp14.100,” kata Ariston.

Saat pembukaan perdagangan Rabu ini, rupiah sudah melemah 0,03 persen atau lima poin di pasar spot pada Rabu pagi menjadi Rp13.940 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan perdagangan Selasa (16/7) yang sebesar Rp13.935 per dolar AS.

Senada, Bank Indonesia juga mematok kurs tengah hari di level Rp13.949 per dolar AS, melemah 24 poin atau 0,17 persen dari posisi Rp13.925 pada Selasa (16/7/2019).

Kurs jual ditetapkan di Rp14.019 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp13.879 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp140.

Sebagai informasi, jika BI memangkas suku bunga acuan, maka selisih atau perbedaan imbal hasil/bunga (differential interest rate) instrumen keuangan di Indonesia dan negara-negara maju serta negara sepadan (peers) akan mengecil dan semakin tipis. Dengan perbedaan tipis margin suku bunga yang didapat, investor tentu akan memilih instrumen yang paling minim risiko. Maka dari itu terdapat kekhawatiran akan terjadi pembalikkan arus modal ke negara-negara maju.

Berdasarkan survei dari lembaga Reuters, seperti dipaparkan Ariston, para analis menunjukkan kecenderungan bahwa otoritas moneter Indonesia akan memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen pada Kamis (18/7), atau pelonggaran yang pertama kali sejak November 2018.

Jika Bank Sentral benar-benar memotong suku bunga acuannya, maka hal itu menandakan perubahan sikap kebijakan moneter, pasca-kenaikan suku bunga yang agresif pada 2018 dengan dosis hingga 175 basis poin menjadi enam persen.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama melihat penyebab terkoreksinya pergerakan rupiah pada Rabu ini memang karena sikap investor yang masih menunggu arah kebijakan BI atau “wait and see”.

“Secara proyeksi dari analisa teknikal, jika BI memangkas suku bunga acuannya, kurs rupiah Jumat diproyeksikan akan terkoreksi,” ujar Nafan. (iap)

Berita Terkait

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Berita Terbaru

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Pers Rilis

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Jumat, 23 Okt 2026 - 04:18 WIB