Infopasarmodal.com, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (1/11/2018) ditutup menguat tipis di tengah minimnya sentimen positif baru yang beredar.
IHSG BEI ditutup menguat 4,27 poin atau 0,07 persen menjadi 5.835,92. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 2,94 poin atau 0,32 persen menjadi 925,66.
BACA JUGA : IHSG Dibuka Senin Menguat Seiring Bertahannya Aksi Beli
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Minimnya sentimen positif baru yang beredar membuat IHSG bergerak mendatar,” kata kepala Riset valbury Sekuritas, Alfiansyah di Jakarta, Kamis (1/11/2018).
Menurut dia, sentimen dari dalam negeri relatif cukup positif, namun ketidakpastian sentimen eksternal masih menjadi salah satu faktor yang membuat investor menahan transaksinya secara agresif.
“Perang dagang memicu ekspektasi pertumbuhan ekonomi Tiongkok dapat lebih rendah daripada prediksi. Hal ini menjadi sinyalemen negatif untuk Indonesia yang 15 persen ekspor berada di Tiongkok,” katanya.
Ia menambahkan pasar kembali dibayangi kekhawatiran sikap Amerika Serikat yang kembali mengancam penerapan tarif penuh pada Desember jika tak terjadi kesepakatan dengan Beijing pada pertemuan di Argentina pada bulan November ini.
Baca Juga:
WEPACK 2026 Tampilkan Masa Depan Industri Kemasan Melalui Delapan Pameran Terintegrasi di Shenzhen
Mengakhiri “Kesenjangan Produktivitas”: Bisakah iPad Jadi Pengganti Laptop?
Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan data inflasi Oktober yang relatif cukup stabil menjaga pergerakan IHSG untuk bertahan di area positif.
“Perekonomian dalam negeri cukup stabil, tercermin dari data inflasi yang terkendali,” katanya.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi pada Oktober 2018 sebesar 0,28 persen. Dengan demikian, tingkat inflasi pada tahun kalender Januari-Oktober 2018 tercatat sebesar 2,22 persen dan inflasi dari tahun ke tahun (yoy) sebesar 3,16 persen.
Sementara itu tercatat, frekuensi perdagangan saham pada hari ini (31/10) sebanyak 408.573 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 9,66 miliar lembar saham senilai Rp8,56 triliun. Sebanyak 191 saham naik, 190 saham menurun, dan 124 saham tidak bergerak nilainya.
Baca Juga:
GSMA umumkan Humanoid Robot Football Penalties Challenge yang akan dibuka di MWC26 Shanghai
Terapi CAR-T Pertama di Dunia untuk Tumor Padat Segera Tersedia di Tiongkok
Narada Luncurkan Sistem Daya Cadangan Generasi Baru untuk AIDC, AIOn X-Rate
Bursa regional, di antaranya indeks nikkei melemah 232,81 poin (1,06 persen) ke 21.687,65, indeks Hang Seng menguat 436,31 poin (1,75 persen) ke 25.416,00, dan indeks Strait Times menguat 42,05 poin (1,39 persen) ke posisi 3.060,85. (zub)






