IHSG Ditutup Menguat Tipis di Tengah Minimnya Sentimen Positif

- Pewarta

Kamis, 1 November 2018 - 18:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infopasarmodal.com, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (1/11/2018) ditutup menguat tipis di tengah minimnya sentimen positif baru yang beredar.

IHSG BEI ditutup menguat 4,27 poin atau 0,07 persen menjadi 5.835,92. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 2,94 poin atau 0,32 persen menjadi 925,66.

BACA JUGA : IHSG Dibuka Senin Menguat Seiring Bertahannya Aksi Beli

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Minimnya sentimen positif baru yang beredar membuat IHSG bergerak mendatar,” kata kepala Riset valbury Sekuritas, Alfiansyah di Jakarta, Kamis (1/11/2018).

Menurut dia, sentimen dari dalam negeri relatif cukup positif, namun ketidakpastian sentimen eksternal masih menjadi salah satu faktor yang membuat investor menahan transaksinya secara agresif.

“Perang dagang memicu ekspektasi pertumbuhan ekonomi Tiongkok dapat lebih rendah daripada prediksi. Hal ini menjadi sinyalemen negatif untuk Indonesia yang 15 persen ekspor berada di Tiongkok,” katanya.

Ia menambahkan pasar kembali dibayangi kekhawatiran sikap Amerika Serikat yang kembali mengancam penerapan tarif penuh pada Desember jika tak terjadi kesepakatan dengan Beijing pada pertemuan di Argentina pada bulan November ini.

Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan data inflasi Oktober yang relatif cukup stabil menjaga pergerakan IHSG untuk bertahan di area positif.

“Perekonomian dalam negeri cukup stabil, tercermin dari data inflasi yang terkendali,” katanya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi pada Oktober 2018 sebesar 0,28 persen. Dengan demikian, tingkat inflasi pada tahun kalender Januari-Oktober 2018 tercatat sebesar 2,22 persen dan inflasi dari tahun ke tahun (yoy) sebesar 3,16 persen.

Sementara itu tercatat, frekuensi perdagangan saham pada hari ini (31/10) sebanyak 408.573 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 9,66 miliar lembar saham senilai Rp8,56 triliun. Sebanyak 191 saham naik, 190 saham menurun, dan 124 saham tidak bergerak nilainya.

Bursa regional, di antaranya indeks nikkei melemah 232,81 poin (1,06 persen) ke 21.687,65, indeks Hang Seng menguat 436,31 poin (1,75 persen) ke 25.416,00, dan indeks Strait Times menguat 42,05 poin (1,39 persen) ke posisi 3.060,85. (zub)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru