MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu 10 Agustus 2022 ditutup melemah 16,64 poin atau 0,23% ke pasar 7.086,24. Pasar mencermati data inflasi China dan AS.
Pelaku pasar dan investor tampaknya bersikap wait and see akan rilis data inflasi AS yang akan menjadi petunjuk tentang langkah kebijakan moneter The Fed ke depannya.
Dibuka melemah, IHSG menghabiskan waktu di zona merah pada sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih tak mampu beranjak dari teritori negatif hingga penutupan bursa saham.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor terkoreksi dimana sektor transportasi & logistik turun paling dalam yaitu minus 1,15%, diikuti sektor infrastruktur dan sektor barang konsumen non primer masing-masing minus 0,61% dan minus 0,53%.
Sedangkan dua sektor meningkat yaitu sektor teknologi dan sektor barang konsumen primer masing-masing sebesar 0,85% dan 0,13%.
Sepanjang hari ini, indeks LQ45 bergerak melemah. Saham-saham yang mendominasi penguatan yaitu BMRI, ASII, EMTK, BRPT, ARTO. Sedangkan saham-saham yang mendominasi pelemahan yakni BBRI, TLKM, ANTM, INCO, BFIN.
Sementara itu, investor asing masih mencatatkan beli bersih ( net foreign buy) di seluruh pasar sebesar Rp 312,84 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi jual asing dengan jumlah jual bersih Rp 42,72 miliar.
Baca Juga:
Ajang Tahunan Financial Street Resmi Dibuka
YINGFA Pamerkan Sel Surya TOPCon 3.0 Multi-Cut dan XBC 2.0 di REI 2026
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.202.008 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 24,61 miliar lembar saham senilai Rp12,55 triliun. Sebanyak 193 saham naik, 317 saham menurun, dan 171 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 180,63 poin atau 0,65% ke 27.819,33, indeks Hang Seng turun 392,6 poin atau 1,96% ke 19.610,84, dan indeks Straits Times meningkat 12,09 poin atau 0,37% ke 3.283,07.







