Emas Rebound setelah Oversold

- Pewarta

Sabtu, 17 September 2022 - 09:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Emas Rebound setelah Oversold

Foto ilustrasi: Koin emas/Dok.

MEDIA EMITEN – Harga emas rebound pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah mengalami aksi jual beruntun (oversold) selama tiga sesi berturut-turut. Analis memperkirakan, emas yang diperdagangkan di bawah level US$ 1.700 per ounce dinilai terlalu murah.

Ekuitas AS yang turun tajam menyusul ekspektasi Fed lebih hawkish memicu pelarian investor ke tempat yang aman pada akhir pekan, salah satunya komoditas emas.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak US$ 6,2 (0,37%) menjadi ditutup pada US$ 1.683,50 per ounce. Setelah diperdagangkan di kisaran tertinggi US$ 1.689,90 dan terendah US$ 1.661,90.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Harga emas tergelincir 2,6% untuk minggu ini.

Harga emas berjangka anjlok US$ 31,8 (1,86%) menjadi US$ 1.677,30 pada Kamis (15/9/2022). Setelah jatuh US$ 8,3 (0,48%) menjadi US$ 1.709,10 pada Rabu (14/9/2022). Serta, merosot US$ 23,2 (1,33%) menjadi US$ 1.717,40 pada Selasa (13/9/2022).

Emas menemukan dukungan tambahan karena pembacaan awal September dari indeks sentimen konsumen Universitas Michigan (UM) berada di 59,5, naik dari 58,2 pada Agustus.

Sementara itu, pembacaan survei UM tentang ekspektasi inflasi satu tahun turun menjadi 4,6% pada September dari 4,8% pada Agustus, terendah sejak September 2021. Prospek inflasi lima tahun turun menjadi 2,8%, jatuh di bawah kisaran 2,9% menjadi 3,1% untuk pertama kalinya sejak Juli 2021.

Pasar emas juga melihat beberapa pemburu barang murah karena harga terlalu murah (oversold). Namun para analis telah memperingatkan akan lebih banyak kerugian dalam emas setelah tergelincir di bawah level psikologis US$ 1.700, level support utama – awal pekan ini.

Para investor menunggu pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve minggu depan dan keputusan kenaikan suku bunga. Ekspektasi kenaikan suku bunga setidaknya 75 basis poin oleh The Fed meroket setelah inflasi AS menunjukkan sedikit tanda-tanda pendinginan pada Agustus.

Harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 11,2 sen (0,58%) menjadi ditutup pada US$ 19,381 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun US$ 2,7 (0,30%) menjadi ditutup pada US$ 901 per ounce.

Berita Terkait

Ini Solusi Prioritas Jika Ada Masalah dengan Website Anda
Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN
SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi
Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya
Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai
Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:02 WIB

Ini Solusi Prioritas Jika Ada Masalah dengan Website Anda

Selasa, 15 September 2026 - 07:57 WIB

Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN

Kamis, 3 September 2026 - 07:51 WIB

SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai

Berita Terbaru

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Pers Rilis

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Jumat, 23 Okt 2026 - 04:18 WIB