Bank Sentral Eropa Naikkan Suku Bunga ke Rekor Tertinggi

- Pewarta

Kamis, 14 September 2023 - 21:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Bank Sentral Eropa (ECB)/Dok.

Foto ilustrasi: Bank Sentral Eropa (ECB)/Dok.

MEDIA EMITENBank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) menaikkan suku bunga 25 bps atau 0,25% untuk meredam inflasi yang tinggi di zona euro meskipun ada sinyal bahwa ekonomi kawasan ini tengah melemah.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Ini adalah kenaikan suku bunga kesepuluh kalinya secara berturut-turut oleh bank yang berbasis di Frankfurt sejak mereka salah menilai laju kenaikan harga di awal tahun lalu.

Langkah ini membawa operasi refinancing utama ECB, suku bunga fasilitas pinjaman marjinal dan fasilitas deposito masing-masing menjadi 4,50%, 4,75% dan 4,00%.

Fasilitas simpanan utama bank sentral naik dari – 0,5% pada Juni 2022 ke rekor 4%. Alasan utamanya adalah revisi atas proeksi makro ekonomi yang baru diterbitkan untuk kawaan Eropa yang memperkirakan inflasi rata-rata sebesar 5,6% tahun ini, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 5,4% tahun ini.

Dalam pernyataanya, Kamis 14 September 2023, ECB menilai kenaikan suku bunga hari ini mencerminkan tinjauan Dewan Gubernur terhadap prospek inflasi dengan mempertimbangkan data ekonomi dan keuangan yang masuk, dinamika inflasi yang mendasari, dan kekuatan transmisi kebijakan moneter.

Sebelum keputusan tersebut, perdebatan berpusat tentang bagaimana para pejabat akan menyesuaikan biaya pinjaman untuk memperhitungkan pertumbuhan harga yang sangat tinggi dan aktivitas ekonomi yang lesu.

Angka-angka awal menunjukkan inflasi di zona euro saat ini dua kali lipat lebih dari target 2% ECB. Namun, kampanye pengetatan moneter ECB yang sudah berlangsung lama, ditambah dengan langkah kebijakan serupa oleh bank-bank sentral di seluruh dunia dan pelemahan di China, telah mulai menghantam ekonomi zona euro yang lebih luas.

Manufaktur di kawasan itu menderita, sementara pinjaman merosot dan jasa-jasa telah menunjukkan tanda-tanda awal dari ketegangan, berkontribusi pada kekhawatiran bahwa kawasan ini mungkin tergelincir ke dalam resesi.

Berita Terkait

Ambil Tindakan yang Lebih Defensif Terhadap Israel; Militer Republik Islam Iran Nyatakan Tak Ragu
Bertutur Kolaborasi: BNSP dan KJRI Hongkong Bahas Peningkatan Kompetensi Pekerja Migran
Wall Street Rebound, Invesor Cermati Imbal Hasil Obligasi
Wall Street Bervariasi, Dow Turun 0,2%
Wall Street Ambles Lebih dari 1%
Wall Street Rebound
Senin Pagi, Saham Asia Dibuka Bervariasi
Wall Street Turun Empat Hari Beruntun
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Senin, 15 April 2024 - 15:50 WIB

Ambil Tindakan yang Lebih Defensif Terhadap Israel; Militer Republik Islam Iran Nyatakan Tak Ragu

Kamis, 21 Desember 2023 - 21:58 WIB

Bertutur Kolaborasi: BNSP dan KJRI Hongkong Bahas Peningkatan Kompetensi Pekerja Migran

Jumat, 29 September 2023 - 08:01 WIB

Wall Street Rebound, Invesor Cermati Imbal Hasil Obligasi

Kamis, 28 September 2023 - 11:21 WIB

Wall Street Bervariasi, Dow Turun 0,2%

Rabu, 27 September 2023 - 08:01 WIB

Wall Street Ambles Lebih dari 1%

Selasa, 26 September 2023 - 08:06 WIB

Wall Street Rebound

Senin, 25 September 2023 - 08:37 WIB

Senin Pagi, Saham Asia Dibuka Bervariasi

Sabtu, 23 September 2023 - 09:21 WIB

Wall Street Turun Empat Hari Beruntun

Berita Terbaru