MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis 21 April 2022 kembali mencetak rekor tertinggi baru dengan penguatan 48,83 poin (0,68%) menjadi 7.276,19. Aksi beli oleh pemodal asing (net buy) saham senilai Rp 1,19 trilliun di semua pasar menjadi penopang IHSG.
Penguatan indeks didukung kenaikan saham sektor keuangan 1,38%, sektor teknologi 1,08%, sektor consumer cyclicals 0,65%, serta sektor transportasi dan logistik 0,9%. Sebaliknya pelamahan melanda saham sektor energi 0,86%, sektor material dasar 0,79%, dan sektor industri 0,23%.
Sementara itu, indeks saham di Asia ditutup varaitif (mixed) dengan kecenderungan naik di tengah tingginya tingkat inflasi global dan kekhawatiran seputar perang di Ukraina.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sentimen pasar juga tertekan oleh rasa takut akan perlambatan tajam ekonomi di Tiongkok serta masih tingginya harga minyak mentah,” demikian catatan Philip Sekuritas, Kamis sore.
Menurut sekuritas tersebut, investor menanti sinyal dukungan kebijakan dari Pemerintah Tiongkok karena ekonomi negara itu masih terus bergulat dengan gelombang terparah penularan virus COVID-19 sejak pandemik pecah di tahun 2020. Kebijakan ketat zero-COVID telah menimbulkan keraguan mengenai prospek ekonomi Tiongkok ke depan.
NFB
Di Bursa Efek Indonesia, menurut data RTI, net buy asing (NFB) terjadi pada sejumlah saham, antara lain, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 439,74 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 332,62 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 266,78 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 179,60 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 169,02 miliar.
Baca Juga:
Yeastar Umumkan Pemenang Yeahs Awards 2026, Apresiasi Inovasi AI dan Kesuksesan Mitra
Casio Luncurkan Jam Tangan Mekanis Berbobot Ringan dengan Tampilan Waktu yang Mudah Dibaca
Sebaliknya penjualan bersih (net sell) melada kelima saham berikut, yaitu saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) Rp 27,60 miliar, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp 24,13 miliar, PT Bintang Oto Global Tbk (BOGA) Rp 21,99 miliar, PT Timah Tbk (TINS) Rp 18,80 miliar, dan PT Metro Healthcare Indonesia Tbk (CARE) Rp 18,34 miliar.
Sejumlah saham dengan kenaikan harg tertinggi sepanjang hari ini, yaitu tiga saham auto reject atas (ARA) saham PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF) menguat Rp 140 (24,56%) menjadi Rp 710, PT Tunas Alfin Tbk (TALF) naik Rp 74 (24,50%) menjadi Rp 376, dan PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk (BESS) naik Rp 125 (24,27%) menjadi Rp 640.
Sedangkan pelemahan terdalam melanda saham PT Nua Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK), PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN), PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO), PT Harum Energy Tbk (HRUM), dan PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), dan PT Wir Asia Tbk (WIRG).






