MEDIA EMITEN – Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan kembali mencalonkan gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, untuk masa jabatan lima tahun kedua. Presiden tidak akan mengajukan kandidat lain untuk jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) 2023-2028.
“Sumber yang mengetahui proses pencalonan Gubernur BI itu menolak disebutkan namanya karena tidak berwenang berbicara soal itu,” tulis Reuters,
Sebelumnya, Jokowi mengatakan akan memutuskan pada Selasa atau Rabu calon mana Gubernur BI yang akan diajukannya ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sumber tersebut mengatakan, Jokowi hanya memikirkan satu calon. “Istana presiden dan bank sentral tidak segera menanggapi permintaan komentar,” tulis Reuters.
Perry Warjiyo, 63, adalah seorang bankir karir yang berperan penting dalam mereformasi bauran kebijakan moneter BI dan respons terhadap pandemi. Termasuk kebijakan tidak konvensional seperti membeli langsung obligasi dari pemerintah, bukan hanya di pasar sekunder.
Perry Warjiyo telah populer di antara banyak bankir di Indonesia karena kiprahnya membantu mempertahankan ekonomi yang kuat di tengah tantangan COVID-19 dan gejolak geopolitik.
Perry Warjiyo pernah menjabat sebagai direktur eksekutif Dana Moneter Internasional (IMF) selama dua tahun sejak 2007.
Bulan lalu, sumber mengatakan kepada Reuters, Jokowi sedang mempertimbangkan Perry Warjiyo dan mencari beberapa kandidat lainnya, seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Wakil Gubernur BI Destry Damayanti, dan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan Purbaya Yudhi Sadewa.
Hingga pada akhirnya Jokowi memutuskan untuk tidak mencalonkan Sri Mulyani. Jokowi tidak ingin kehilangan Sri Mulyani sebagai menteri keuangan karena kinerjanya yang baik.
“Akan disayangkan melepas Sri Mulyani,” ujar salah satu sumber, seorang anggota parlemen.
Sumber lain mengatakan, mereka 97% yakin Perry Warjiyo adalah satu-satunya pilihan presiden, meskipun kandidat calon belum diajukan dan “apa pun bisa terjadi” dalam politik.







