MEDIA EMITEN – Harga minyak naik sekitar 1% pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), setelah Arab Saudi mengatakan OPEC+ bertahan dengan pengurangan produksi.

Harga minyak mentah Brent naik 91 sen atau sekitar 1% menjadi US$ 88,36 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 91 sen atau sekitar 1,1% menjadi US$ 80,95 per barel.

Harga minyak sedikit mundur di akhir sesi setelah Bloomberg melaporkan bahwa Uni Eropa memperlunak proposal sanksi terbarunya untuk pembatasan ekspor minyak Rusia dengan memperlunak ketentuan pengiriman utama dengan mengusulkan penambahan transisi 45 hari untuk pengenalan pembatasan.

Larangan Uni Eropa terhadap impor minyak mentah Rusia akan dimulai pada 5 Desember, seperti rencana G7. “Inti besar dari pasar ini adalah apakah kita akan kehilangan produk mentah dan olahan dari Rusia dalam jumlah yang berarti atau tidak dan itu masih belum terjadi,” kata John Kilduff, partner di Again Capital LLC di New York.

OPEC, Rusia, dan sekutu lainnya, yang dikenal sebagai OPEC+, bertemu pada 4 Desember mendatang.

Sentimen lain yang berpengaruh pada minyak adalah kekhawatiran atas permintaan minyak dalam menghadapi kenaikan suku bunga Federal Reserve AS dan kebijakan lockdown Covid-19 di China yang ketat.

Beijing menutup taman, pusat perbelanjaan, dan museum pada Selasa, dan lebih banyak kota di China melanjutkan penguncian Covid-19 massal. Ibukota Tiongkok pada Senin memperingatkan bahwa ia menghadapi tantangan pandemi yang paling parah dan aturan yang diperketat untuk memasuki kota.

Analis sekarang memangkas perkiraan permintaan minyak akhir tahun China.

Pasar juga mencermati data pasokan mingguan terbaru di Amerika Serikat, yang diperkirakan menunjukkan persediaan minyak mentah turun 2,2 juta barel.