MEDIA EMITEN – Harga emas jatuh di bawah level psikologis US$ 1.750, tertekan penguatan greenback menyusul komentar hawkish pejabat Federal Reserve serta pembatasan baru COVID-19 di China. Penurunan ini merupakan hari kelima berturut-turut.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi WIB) berada di level US$ 1.739,60 per ounce, turun US$ 14,80 atau 0,84 % setelah diperdagangkan di kisaran teratas sesi US$ 1.755,00 dan terendah US$ 1.733,9 per ounce.

Dolar AS melonjak karena pelaku pasar menghindari mata uang berisiko, dengan indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya. Dolar AS naik 0,85% menjadi 107,8350.

Dalam pidatonya di Orange County Business Council di California pada Senin (21/11/2022), Presiden Fed San Francisco Mary Daly mengatakan bahwa Federal Reserve memiliki lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan terkait dengan kenaikan suku bunga.

Daly mengatakan tahap selanjutnya untuk Federal Reserve akan “dalam banyak hal lebih sulit,” dan bahwa “menyesuaikan terlalu sedikit akan membuat inflasi terlalu tinggi.”

Indeks Aktivitas Nasional Chicago Fed yang dirilis oleh Federal Reserve Chicago semalam turun menjadi minus 0,05 pada Oktober dari 0,17 pada September, menambah tanda-tanda melemahnya aktivitas di tengah inflasi tinggi dan kenaikan suku bunga.

Investor selanjutnya menunggu risalah pertemuan Federal Reserve sebelumnya yang akan dirilis pada Kamis, dan kemungkinan akan memberikan lebih banyak wawasan tentang bagaimana bank sentral bermaksud melanjutkan kenaikan suku bunga.

Pembatasan baru COVID-19 di China juga telah memicu kekhawatiran atas prospek ekonomi global dan membuat pedagang menghindari mata uang berisiko, beralih ke mata uang safe-haven dolar, membuat harga emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 12,5 sen atau 0,6% menjadi US$ 20,872 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik US$ 3,60 atau 0,37% menjadi US$ 987,90 per ounce.