MEDIA EMITEN – Pasar kripto makin terpuruk, Bitcoin juga mengalami penurunan berlarut-larut karena investor mengkhawatirkan efek domino dari kolapsnya bursa FTX.

Kabar terbaru yang menyebutkan Genesis Global Trading mengisyaratkan kemungkinan bangkrut semakin membuat orang melepas aset-aset kripto tersebut. .

Bitcoin mencapai titik terendah baru di level US$ 15.654 pada Selasa 22 November 2022. Turunnya harga Bitcoin didukung oleh volume perdagangan yang tinggi, mengindikasikan adanya aksi jual yang sangat besar.

Total kapitalisasi pasar kripto kembali ditutup merah, dengan penurunan sebesar 2,46%. Total market cap ditutup pada level US$ 790,126 miliar, dengan level terendah sempat berada pada US$ 727,43 miliar.

Sebelumnya, bursa aset kripto FTX, telah mengajukan perlindungan pengadilan kebangkrutan di Amerika Serikat dan berutang hampir US$ 3,1 miliar atau setara Rp 48,68 triliun kepada 50 kreditur terbesarnya. Bursa yang dibentuk pada 2019 tersebut berutang sekitar US$ 1,45 miliar kepada sepuluh kreditur utamanya,

FTX dan afiliasinya mengajukan kebangkrutan di Delaware pada 11 November 2022 dan menjadi salah satu ledakan aset kripto profil tertinggi. Runtuhnya bursa kripto ini menyebabkan sekitar 1 juta pelanggan dan investor lainnya menghadapi kerugian total hingga miliaran dolar.

Kekhawatiran investor tentang Federal Reserve (The Fed) tetap dalam sikap hawkish untuk memerangi inflasi makin memperparah anjloknya kripto. Pada pertemuan awal Desmber nanti, The Fed diperkirakan masih melanjutkan untuk menaikkan suku bunga 50-75 basis poin.

Sementara itu, di pasar saham Wall Street Coinbase ditutup turun lebih dari 8% pada hari Senin, memperpanjang penurunan yang mendorong pertukaran crypto ke titik terendah sejak debut pasarnya pada April 2021.

Sembilan belas bulan setelah go public dengan kapitalisasi pasar lebih dari $85 miliar, Coinbase telah jatuh di bawah angka $10 miliar dan telah kehilangan lebih dari seperempat nilainya dalam empat sesi perdagangan terakhir.