MEDIA EMITEN – Nilai tukar rupiah kembali melemah dengan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia menembus level psikologis Rp 15.700 ke posisi Rp15.707 per dolar AS pada Senin 21 November 2022.

Sementara itu, di pasar uang antarbank rupiah melemah 29 poin atau 0,18 persen ke posisi Rp15.713 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.684 per dolar AS.

Pelemahan rupiah bersamaan terdepresiasinya mayoritas mata uang Asia menyusul penguatan dolar AS. Pernyataan hawkish pejabat bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserve (The Fed) membuat dolar AS kembali menguat.

Sentimen penguatan dolar AS juga dipicu oleh permintaan aset safe haven yang likuid dibalik memburuknya kasus COVID-19 di Tiongkok terutama setelah dilaporkan adanya kasus kematian pertama dalam enam bulan yang disebabkan Covid.

Dolar AS menguat di tengah pasar yang mempertimbangkan pernyataan yang hawkish dari pejabat Federal Reserve AS seperti Presiden Fed St. Louis James Bullard yang mengatakan bahwa zona suku bunga acuan yang sesuai adalah di antara 5-7%, lebih tinggi dari antisipasi pasar.

Sementara itu, Presiden Fed Minnesota Neil Kashkari mengatakan bahwa data satu bulan tidak dapat meyakinkan The Fed secara berlebihan, karena Fed harus terus menjalankan kebijakannya sampai mereka yakin bahwa infalasi telah berhenti naik.

Di pasar antarbank, rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp15.690 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp15.688 per dolar AS hingga Rp15.718 per dolar AS.