MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) terkoreksi 18,93 poin atau 0,27% ke posisi 7.063,25 pada penutupan perdagangan Senin 21 November 2022. Pelaku pasar yang menunggu risalah bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserve (The Fed).

Pekan ini, Bank Sentral AS (The Fed) akan merilis risalah FOMC yang akan menjadi petunjuk terkait suku bunga acuannya. Pasar masih memprediksi The Fed masih menaikkan suku bunga acuannya antara 50-75 basis poin.

Sebelumnya Pemimpin The Fed Boston Susan Collins mengatakan, dengan inflasi yang turun tipis, The Fed mungkin perlu menaikkan suku bunga acuan 75 basis poin lagi untuk mengendalikan inflasi.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor terkoreksi dimana sektor teknologi turun paling dalam yaitu minus 1,77%, diikuti sektor keuangan dan sektor barang baku masing-masing minus 0,71% dan minus 0,27%.

Sedangkan enam sektor meningkat dimana sektor energi naik paling tinggi yaitu 1,92%, diikuti sektor barang konsumen non primer dan sektor perindustrian masing-masing 1,04% dan 0,74%.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu BKSW, PSDN, KJEN, WAPO, AGRS. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni ARTO, PICO, PBRX, LEAD, dan GOTO.

Penurunan IHSG disertai aksi jual oleh investor asing (net foreign sell) sebesar Rp 52,92 miliar di seluruh pasar dan Rp 151,26 miliar di pasar reguler.

Net sell terbanyak melanda sejumlah saham, yaitu saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) senilai Rp 48,50 miliar, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 44,22 miliar, PT Sarana Menara Infrastructure Tbk (TOWR) Rp 25,28 miliar, PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) Rp 19,90 miliar, dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) Rp 19,08 miliar.

Sebaliknya pembelian bersih (net buy) melanda kelima saham berikut, yaitu saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) Rp 82,16 miliar, PT Indosterling Technomedia Tbk (TECH) Rp 79,58 miliar, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 59,67 miliar, PT Sinarmas Multiartha Tbk (SMMA) Rp 53,66 miliar, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 31,64 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.149.549 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 23,5 miliar lembar saham senilai Rp9,26 triliun. Sebanyak 263 saham naik, 251 saham menurun, dan 194 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 45,02 atau 0,16% ke 27.944,79 indeks Hang Seng turun 336,63 atau 1,87% ke 17.655,91, indeks Shanghai terkoreksi 12,2 poin atau 0,39% ke 3.085,04, dan indeks Straits Times melemah 21,61 poin atau 0,66% ke 3.250,62.