Connect with us

BISNIS

Subholding Upstream Pertamina Berhasil Catatkan 112 Persen Optimasi Biaya pasca Restrukturisasi

Published

on

Subholding Upstream mengelola seluruh wilayah kerja hulu Pertamina./ Dok Pertamina.

MEDIA EMITEN – Paska restrukturisasi holding-subholding Pertamina di tahun 2020, Subholding Upstream yang mengelola seluruh wilayah kerja hulu Pertamina terus melakukan berbagai inovasi untuk memberikan optimasi biaya operasi guna menjaga keberlanjutan operasi dan kemampuan berinvestasi.

Melalui townhall meeting Subholding Upstream secara virtual, manajemen mengemukakan keseluruhan kinerja Subholding Upstream pada semester 1 dan upaya serta capaian optimasi di Subholding Upstream.

Dikutip Media Emiten dari laman resmi Pertamina, aktivitas optimisasi biaya ini disebut dengan OPTIMUS atau Optimization Upstream dan dikelola oleh tim lintas fungsi di lingkungan Subholding Upstream baik dari Subholding, Regional dan Zona guna melakukan dan merumuskan kegiatan-kegiatan terkait optimasi biaya.

Baca Juga: Pertamina Dukung Transformasi PIS Jadi Subholding Integrated Marine Logistics, Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Capaian optimasi ABO (Anggaran Biaya Operasi) yang terealisasi hingga akhir bulan Juni 2021 melalui OPTIMUS sudah mencapai USD 349 juta atau 112 persen dari target tahunan yang ditetapkan.

Henricus Herwin, VP D&P Technical Excellence & Coordination sebagai Project Manager dari Tim Cost Optimization menjelaskan tujuan OPTIMUS adalah untuk membangun budaya optimasi biaya dalam etos kerja dan mempertahankan operasi perusahaan secara berkelanjutan dengan biaya efektif dan efisien.

OPTIMUS juga menyasar optimasi biaya untuk aktivitas pengembangan yang memungkinkan perusahaan untuk dapat terus mengembangkan sumber daya dan produksi secara lebih agresif dan berkelanjutan.

Baca Juga: Cara Mengecek Terdaftar atau Tidak Calon Penerima Bantuan Subsidi Upah 2021 

‘’OPTIMUS dilakukan dengan menggunakan 7 pilar, yaitu peningkatan akurasi budget, inovasi teknis dan standardisasi desain, perubahan filosofi kerja, optimisasi operasional, optimisasi supply-chain, kerja sama antar perusahaan dan renegosiasi kontrak, serta organisasi yang adaptif,” kata Henricus.

Ditambahkan, tujuh pilar ini sangat mungkin dijalankan dengan adanya regionalisasi dan operasi tanpa batas (Borderless Operation)  serta pemanfaatan fasilitas bersama dan juga didukung dengan digitalisasi. 

Menurutnya, capaian target optimasi biaya tahun 2021 di Subholding Upstream diperoleh dari berbagai kegiatan berdasarkan 7 pilar optimasi biaya tersebut.

Baca Juga: Britney Spears Pamer Cincin Berlian Pertungannya dengan Sam Asghari

Salah satunya adalah melalui penerapan DRUPS atau Diesel Rotary Uninterruptible Power Supply dengan sumber power supply dari layanan PLN Super Ultima-2 Power Plant di Pertamina EP (PEP) Tanjung Field yang masuk dalam pengelolaan Regional Kalimantan. 

Dikatakan Henricus, penerapan teknologi DRUPS ini sangat berdampak baik pada peningkatan power quality-reliability menjadi di atas 99 persen serta dapat mengurangi beban biaya produksi lebih dari 45 persen.

“Sebelumnya, biaya produksi PEP Tanjung Field cukup tinggi dan sebagian besar untuk penggunaan BBM dan pelumas  pada power supply sehingga perlu adanya alternative power supply yang lebih ekonomis namun tetap reliable,” tutur Henricus.

Baca Juga: Pengembangan Olahraga Didorong Menjadi Industri agar Memberikan Multiplier Effect Ekonomi 

Selain dari biaya produksi dan reliability, penerapan DRUPS ini juga sebagai bentuk sinergi BUMN dan dapat berpotensi untuk menurunkan sampai dengan 35 juta ton CO2eq emisi gas rumah kaca serta penurunan limbah B3. 

Selain itu, salah satu program optimasi biaya lainnya di lingkungan Subholding Upstream dilakukan di Blok Mahakam. Dengan optimasi well intervention melalui metode redesign dan kolaborasi, PHM yang termasuk dalam Zona 8 Regional Kalimantan mampu melakukan penghematan biaya.  

Optimasi lainnya adalah dari penggunaan chemical di lapangan Banyu Urip dan Kedung Keris yang berada di Zona 12 Regional Indonesia Timur Subholding Upstream, bekerjasama dengan operator ExxonMobil.

Baca Juga: Legislator Mitra Fakhruddin MB Rindu Atmosfer Suporter PSM di Stadion Mattoanging

Henricus mengatakan optimasi dilakukan melalui inisiatif optimasi penggunaan Pour Point Deppressant (PPD) dan menjaga pipeline tidak terjadi wax built up.

Subholding Upstream dengan pola regionalisasi dan borderless operation juga mempunyai potensi optimasi lainnya termasuk dari Supply Chain Management dan Asset Management.

Beberapa inisiatif yang dilakukan, antara lain melalui sentralisasi  pengadaan barang dan jasa, renegosiasi kontrak aktif, stockless policy dan pemanfaat material bersama, optimalisasi warehouse management, kegiatan terkait marine & aviation dan asset management serta value creation dari aliansi kerjasama strategis.

Baca Juga: Viral Petasan di Ciledug Diduga Kertas Alquran, Polres Metro Tangerang Kota Turun Tangan

Kontribusi terbesar dari cost efficiency di bidang SCM ini adalah proses sentralisasi pengadaan atau agregasi demand. Ini merupakan bagian dari Strategic Planning SCM dalam penggabungan kebutuhan atau permintaan sejenis dari berbagai zona sehingga didapatkan efisiensi melalui pembelian dalam jumlah besar. 

Secara keseluruhan di Pertamina Subholding Upstream, sampai dengan Juli 2021 telah terlaksana lebih dari 125 program yang terkait dengan optimasi biaya.

John H. Simamora, Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis Subholding Upstream Pertamina mengatakan dengan pola regionalisasi dan borderless operation di Subholding Upstream maka akan tercipta value creation dan optimasi biaya dari seluruh proses yang menjadi lebih kolaboratif antar zona dan wilayah kerja. 

Baca Juga: Konsistensi Kebijakan Pemerintah dan Mentalitas Masyarakat Menjadi Masalah Krusial Bangsa

“Saya yakin dengan solidaritas kita dan kekuatan seluruh aset sumber daya yang kita miliki, khususnya SDM yang berkualitas, berkomitmen, dan berkontribusi,  akan menjadi bekal untuk mencapai semua target serta aspirasi perusahaan,’’ kata John dalam kegiatan Town Hall Meeting bersama seluruh Perwira Subholding Upstream Pertamina. (ENI)


BISNIS

Berawal sebagai Penjahit dan Pembuat Pola Tas, Mitra Binaan Pertamina Raih Omzet Ratusan Juta Rupiah

Published

on

Tangkapan layar produk buatan Rosyanah, pengusaha mikro dan kecil yang menjadi mitra binaan Pertamina. (Dok. Pertamina.com)

MEDIA EMITEN – PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat terus berkomitmen mendukung perekonomian mikro dan kecil di semua sektor pada mitra binaannya.

Rosyanah, perempuan kelahiran Ciamis 1968 ini merupakan pemilik usaha kerajinan kulit dengan akun instagram @etnixleather.

Berawal dari menjahit dan membuat pola tas, Rosyanah yang kini menjadi mitra binaan Pertamina, memberanikan diri untuk membangun usahanya bersama suami pada tahun 2002.

Selanjutnya, silahkan baca berita versi lengkapnya di dalam artikel Berawal sebagai Penjahit dan Pembuat Pola Tas, Mitra Binaan Pertamina Raih Omzet Ratusan Juta Rupiah


Continue Reading

BISNIS

Tuan Rumah Forum G20, Indonesia Manfaatkan Showcasing Pariwisata

Published

on

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati. /Instagram.com/@smindrawati.

MEDIA EMITEN – Penyelenggaraan rangkaian pertemuan G20 di Indonesia akan memancing fokus perhatian dunia kepada Indonesia.

Momen tersebut akan dimanfaatkan Indonesia untuk menunjukkan (showcasing) berbagai kemajuan yang telah dicapai kepada para delegasi yang hadir dari berbagai penjuru dunia.

“Sebagai gambaran, satu pertemuan menteri itu kira-kira hadir hampir 800 orang. Kita gunakan untuk showcasing. Misalnya pariwisata di Jakarta, di Bali, atau di kota-kota lain,” kata Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional Wempi Saputra.

Selanjutnya, silahkan baca berita versi lengkapnya di dalam artikel Tuan Rumah Forum G20, Indonesia Manfaatkan Showcasing Pariwisata


Continue Reading

BISNIS

Jokowi Cek Ketersediaan BBM di Bali, Kondisi Aman

Published

on

Presiden Jokowi melakukan pengecekan ke Fuel Terminal BBM Pertamina Sanggaran, Pedungan, Denpasar Selatan, Bali. (Dok. Pertamina.com)

MEDIA EMITEN – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pengecekan ke Fuel Terminal BBM Pertamina Sanggaran, Pedungan, Denpasar Selatan, Bali.

Presiden Jokowi mengecek ketersediaan BBM di lokasi tersebut sekaligus memastikan kesiapan Bali dalam menghadapi G20 Summit.

Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno tiba di Terminal BBM Sanggaran, Bali, Jumat, 3 Desember 2021.

Selanjutnya, silahkan baca berita versi lengkapnya di dalam artikel Jokowi Cek Ketersediaan BBM di Bali, Kondisi Aman


Continue Reading

Trending