Connect with us

corporation

Pesan Dirut Pertamina untuk Milenial: Jangan Pernah Takut Mengambil Kesempatan

Published

on

MEDIA EMITEN –  Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati menyampaikan pesan untuk generasi muda milenial untuk  Jangan pernah takut mengambil kesempatan.

Hal itu disampaikan Nicke saat menjadi pembicara di Young on Top National Conference yang diselenggarakan langsung melalui YouTube pada Sabtu, 17 Juli 2021, di Jakarta.

Baca Juga: Pertamina Bangun Lagi Rumah Sakit Modular Darurat Covid-19 dengan Disain Unik

“Setiap hari kita harus berlajar hal-hal yang baru untuk mempersiapkan diri kita jika ada kesempatan yang datang. Artinya, diri kita harus siap terlebih dahulu, ketika kesempatan itu datang, diri kita sudah siap,” ucap Nicke kepada kurang lebih 500 peserta yang menonton acara tersebut.

Tak hanya itu, Nicke berpesan bahwa hal yang paling penting adalah harus memiliki kemampuan untuk bekerja sama dan berkomunikasi.

“Artinya, kemampuan untuk mendengar dan memahami orang lain menjadi sangat penting karena dengan kita bisa mendengarkan dan memahami maka kita bisa berkomunikasi dan meyakinkan semua pihak agar dapat bekerja sama mencapai satu tujuan,” ujar Nicke.

Namun menurutnya, hal itu tidak akan berjalan baik jika tidak mengendalikan diri.

“Mengendalikan diri sendiri itu yang paling sulit, kita harus mengetahui apa kelebihan dan kekurangan diri sendiri sampai pada akhirnya kita bisa menerima diri sendiri. Hal itu adalah paling mendasar yang harus dimiliki,” tutur Nicke.

Simak Pula: Pemerintah Akan Lelang Surat Utang Negara dengan Target Maksimal Rp 49,5 Triliun

Disampaikan juga menyampaikan anak muda saat ini harus terus belajar untuk mengasah critical thinking (berpikir kritia) agar siap dalam permasalahan apapun.

“Dengan mengasah hal itu, kita akan memiliki kemampuan untuk menjadi problem solver. Problem solving ini sangat dibutuhkan karena kita akan selalu berhadapan dengan masalah yang beraneka ragam dan kompleks,” ucap Dirut Pertamina.(ENI)


corporation

Pertamina Bangun Lagi Rumah Sakit Modular Darurat Covid-19 dengan Disain Unik

Published

on

Alat-alat berat dikerahkan untuk menyelesaikan pembangunan RS Modular Tanggap Darurat Covid-19 Tanjung Duren, Jakarta pada Jumat, 16 Juli 2021./ Dok. pertamina.com.

MEDIA EMITEN – Pertamina kembali membangun Rumah Sakit (RS) Modular Darurat Covid-19 dengan total kapasitas sekitar 300 bed, di atas lahan Pertamina berlokasi di Tanjung Duren dengan luas lahan sekitar 4,2 hektare.

Sebelumnya pada 2020 lalu, Pertamina telah membangun dua RS Modular Darurat Covid-19 di halaman Hotel Patra Comfort Cempaka Putih dan juga di Simprug.

Baca Juga: Dokter Spesialis Saraf RS Pertamina: Keluhan Low Back Pain Sering Dialami Pekerja Kantoran

Dikutip mediaemiten.com, pembangunan RS Modular ini dilakukan oleh salah satu anak usaha Pertamina, PT Patra Jasa dan akan menjadi ekstensi dari RS Pelni, yang juga merupakan anak usaha  Pertamedika-IHC. Pembangunan dimulai pada 9 Juli 2021 dan ditargetkan selesai pada Agustus 2021.

Dari 300 bed kapasitas yang disediakan, RS Modular Tanjung Duren ini mengalokasikan 128 bed untuk ruang perawatan, 70 bed di ruang IGD dan IGD ICU serta 104 bed khusus untuk di Gedung ICU.

Direktur Penunjang Bisnis Pertamina, Dedi Sunardi  mengatakan Pertamina berkomitmen mendukung Pemerintah dalam percepatan penanganan Covid-19, kali ini melalui penambahan ketersediaan bed untuk perawatan masyarakat pasien Covid.

Pertamina juga mengapresiasi perhatian dan dukungan DPR dalam upaya penanggulangan Covid-19 di Indonesia.

“Pada pembangunan ini, Pertamina terus berkoordinasi dengan Kementerian BUMN serta melakukan sinergi Pertamina Group dan BUMN lainnya. Diharapkan dalam dua minggu ke depan dapat selesai secara bertahap ,” ujar Dedi . 

Direktur Utama Pertamedika, Djan Rachmat mengatakan selain RS Modular Tanjung Duren, Pertamedika juga mengelola RS darurat Covid-19 di Asrama Haji Pondok Gede.

Ke depan, dalam waktu dekat juga sedang dikaji beberapa lokasi di Bandung untuk fasilitas darurat Covid-19.

“Kita akan bersinergi dengan beberapa BUMN lain seperti Kimia Farma, Telkom dan Pindad untuk menyediakan fasilitas perawatan Covid-19,” jelas Fathema.

Ketua Satgas Covid DPR,  Sufmi Dasco memberikan apresiasinya kepada Pertamina Grup atas pembangunan RS Modular Covid-19 Tanjung Duren yang akan diselesaikan dalam waktu singkat. 

Sufmi Dasco yang juga Wakil Ketua DPR ini mengatakan disain yang diusung untuk RS Modular Covid-19 Tanjung Duren ini sungguh unik dan menarik. Seperti kaca- kaca yang bisa tembus keluar sehingga pasien bisa melihat pemandangan luar kamar.

“Desain rumah sakit ini unik, contohnya orang yang masuk rumah sakit bisa melihat view (pemandangan). Karena desain ada kaca yang bisa melihat keluar, jadi di luar ada pohon, dapat matahari, sehingga walaupun dalam keadaan perawatan Covid-19 bisa mengurangi stres,” ujarnya saat meninjau persiapan RS Modular Tanjung Duren pada Jumat, 16 Juli 2021.

Fathema mengatakan dalam waktu dekat rumah sakit ini sudah siap digunakan dengan seluruh peralatan dan fasilitasnya.

Fasilitas yang akan dibangun seperti Laboratorium dengan Negative Pressure, IGD sebanyak 22 bed dan IGD ICU 70 bed, Gedung ICU dengan 59 bed non-ICU sebanyak 151 bed yang ditampung dalam 2 gedung terpisah. Ada pula ruang operasi, ruang laboratorium, dan radiologi (CT-Scan dan X-Ray).

Selain itu, seluruh ruangan di RS Modular Tanjung Duren akan dilengkapi negative pressure dan filter HEPA.

Ruang bersalin bagi ibu hamil positif Covid-19. Instalasi hemodialisis (terapi cuci darah) untuk pasien Covid-19 yang membutuhkan cuci darah.

Simak Pula: Pertamina Targetkan Portofolio Energi Hijau 17% Pada 2030

Instalasi farmasi, instalasi gizi, ruang sentral sterilisasi, ruang laundry dan ruang pemulasaraan jenazah. Serta Ruang Rekreasi yang bisa digunakan pasien untuk berjemur dan lainnya.

“Ada ruang rekreasi dimana pasien bisa berjemur. Dengan ruangan ini pasien juga bisa memperbaiki situasi emosinonal dan kekebalan tubuh akan meningkat. Dengan upaya yang dilakukan semoga Pertamina bisa menurunkan angka kematian dan menurunkan angka Covid-19i,” ucap Fathema. (ENI)

 


Continue Reading

corporation

PGN Dukung Strategi Pengelolaan Gas Bumi Pemerintah di Proyek Transmisi Cirebon-Semarang

Published

on

PGN berkomitmen memasok gas bumi dan infrastruktur pendukungnya di Kawasan Industri Kendal sambil menunggu ruas pipa transmisi Cirebon-Semarang./ Dok. pertamina.com.

MEDIA EMITEN– Subholding Gas PT Pertamina (Persero), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) berkomitmen memasok gas bumi dan infrastruktur pendukungnya di Kawasan Industri Kendal sambil menunggu ruas pipa transmisi Cirebon-Semarang yang akan dibangun oleh Pemerintah.

Untuk itu, PGN siap mengikuti kebijakan Pemerintah dan strategi pengelolaan gas bumi terintegrasi dalam upaya kehandalan infrastruktur maupun pasokan.

Baca Juga:  PGN Jamin Pasokan Gas Aman Selama Lebaran

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Heru Setiawan mengatakan untuk melaksanakan fungsi badan usaha di sektor midstream dan downstream dalam mengalirkan gas bumi ke pelanggan, PGN telah dan terus berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). 

Hal ini sesuai dengan konsep pengelolaan dan optimalisasi pemanfaatan gas bumi agar dapat dimanfaatkan maksimal bagi kebutuhan pelanggan disektor hilir. 

Menurutnya, dengan posisi membujur di wilayah utara Jawa yang bisa dihubungkan dengan pipa Transmisi Gresik – Semarang, maka jaringan pipa transmisi Cirebon-Semarang menjadi sangat strategis.

Dikatakan Heru, terkait keputusan Kementerian ESDM mengenai proyek Pipa Transmisi Cirebon Semarang ataupun proses yang sedang berjalan untuk keputusan proyek tersebut, PGN akan mengikuti kebijakan dari Kementerian ESDM.

“Apapun opsi yang diputuskan Pemerintah, sebagai bagian dari keluarga BUMN dan kepanjangan tangan Pemerintah, PGN siap menjadi bagian dalam optimalisasi utilisasi gas bumi domestik,” ucapi Heru.

Simak Pula: Pertamina Targetkan Portofolio Energi Hijau 17% Pada 2030

Adapun opsi yang terbuka untuk mengintegrasikannya dengan ruas yang sudah ada di pulau Jawa untuk optimalisasi utilisasi gas bagi seluruh sektor, PGN juga akan mengikuti konsep strategis Pemerintah dalam pengelolaan end to end gas bumi nasional.

Sebelumnya PGN telah menandatangani Pokok-pokok Perjanjian dengan Kawasan Industri Terpadu Batang dan Kawasan Industri Kendal, 21 Mei 2021.

PGN akan menyediakan pasokan gas dan infrastruktur pendukungnya di KI Kendal dengan kebutuhan gas sekitar 37 BBTUD dan KIT Batang sekitar 10 BBTUD. 

Disebutkan, kesuksesan pemanfaatan gas bumi di suatu kawasan ekonomi baru juga mempertimbangkan jenis industri di dalam kawasan, serta ketersediaan infrastruktur pendukung lainnya seperti jalan, listrik, telekomunikasi, energi dan lain-lain.

Untuk itu, Pipa Cisem dapat berperan penting untuk pemenuhan energi di Kawasan Industri Jawa Tengah.

Heru menambahkan, agar kehandalan kebutuhan gas bumi di Pulau Jawa dapat terealisasi, PGN juga mempunyai konsep interkoneksi jaringan infrastruktur gas bumi di Jawa.

“Pipa Transmisi Gresik-Semarang (Gresem) sepanjang 268 km diestimasikan dapat menyalurkan gas bumi sekitar 400 MMSFCD. Interkoneksi Pipa Gresem dengan Pipa Kalimantan Jawa (Kalija) juga telah diselesaikan untuk distribusi gas bumi yang direncanakan untuk dapat melayani industri area Semarang dan Kendal,” kata Heru.

Baca Juga: Dirikan Anak Usaha Baru, Hero Supermarket Rambah Bisnis Penjualan Mebel

Untuk menyediakan fleksibilitas dan optimasi infrastruktur, PGN juga telah meresmikan Jumperline Tambak Lorok yang dapat mengalirkan gas dari Lapangan Kepodang sekitar 10-20 BBTUD ke sektor kelistrikan. Jumperline tersebut juga dapat menyalurkan gas ke mother station CNG Semarang sekitar 3 BBTUD dan melayani potensi pasar baru yang masih jauh dari infrastruktur pipa di Jateng atau sebagai quick win sebelum pipa distribusi gas meluas.

“Jika proyek interkoneksi infrastruktur ini tercapai, diharapkan pengelolaan demand dan pasokan di Pulau Jawa lebih handal, fleksibel dan tentunya efisien. Tentunya konsep ini akan disinergikan dengan strategi Pemerintah dalam pengelolaan infrastruktur dan distribusi gas bumi nasional,” ucap Heru. (ENI)


Continue Reading

corporation

Pertamina Targetkan Portofolio Energi Hijau 17% Pada 2030

Published

on

Ilustrasi energi hijau./ Dok. pertamina.com.

MEDIA EMITEN – Pertamina menargetkan portofolio energi hijau sebesar 17% dari keseluruhan bisnis energinya pada tahun 2030 untuk mewujudkan transisi energi.

Hal ini dikatakan CEO Pertamina NRE, Dannif Danusaputro, dalam acara Indonesia Clean Energy Conference pada Jumat, 9 Juli 2021 yang diselenggarakan secara virtual oleh Petromind.

Baca Juga: Dokter Spesialis Saraf RS Pertamina: Keluhan Low Back Pain Sering Dialami Pekerja Kantoran

Dikatakan, pada tahun 2019, portfolio energi hijau Pertamina mencapai 9,2%.

Dikatakan untuk mencapai target bauran energi baru terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025, Pertamina sebagai BUMN energi mendukung upaya pemerintah untuk mencapai target tersebut.

Salah satunya yaitu dengan berupaya meningkatkan portfolio energi hijaunya hingga 17% pada tahun 2030.

Termasuk dalam portofolio tersebut antara lain geothermal, hydrogen, electric vehicle (EV) battery dan energy storage system (ESS), gasifikasi, bioenergy, green refinery, circular carbon economy, serta EBT (energi baru terbarukan).

“Sebagian besar portfolio tersebut dikelola oleh Pertamina NRE sebagai sub-holding Pertamina yang fokus pada pengembangan EBT. Dan dekarbonisasi adalah salah satu sasaran dari pengembangan EBT di Pertamina untuk mendukung komitmen pemerintah menekan emisi gas rumah kaca sebesar 29% pada tahun 2030,” ungkap Dannif.

Menurutnya, Pertamina NRE memiliki aspirasi untuk menjadi Indonesia Green Energy Champion di tahun 2026 dengan kapasitas terpasang sebesar 10 GW, yang dikontribusikan dari gas to power sebesar 6 GW, energi terbarukan 3 GW, dan pengembangan energi baru sebesar 1 GW.

Untuk mencapai target tersebut, Pertamina NRE menyasar baik pada captive market, yaitu wilayah operasi Pertamina, maupun di luar itu, termasuk ekspansi ke pasar luar negeri. Selain itu upaya yang juga dilakukan adalah pengembangan secara anorganik.

Simak Pula: PLN Kucurkan Rp 9,2 Miliar untuk Nyalakan Listrik 4 Desa di Ketapang, Kalbar

Dikatakan, saat ini proyek EBT yang telah dioperasikan Pertamina NRE antara lain PLTS Badak dengan kapasitas sebesar 4 MW, PLTBg Sei Mangkei berkapasitas 2,4 MW, O&M PLTBg Kwala Sawit dan Pagar Merbau berkapasitas 2×1 MW, dan PLTS di sejumlah SPBU Pertamina dengan total kapasitas 260 KW.

Sedangkan proyek yang sedang berjalan antara lain PLTGU Jawa-1 dengan kapasitas 1,8 GW, PLTS Sei Mangkei sebesar 2 MW, PLTS RU Dumai berkapasitas 2 MW, dan PLTS RU Cilacap dengan kapasitas sebesar 2 MW.

Dijelaskan, transisi energi di Pertamina menyasar dua hal, yaitu dekarbonisasi dan efisiensi.

“Untuk captive market, Pertamina potensinya sangat besar dan sebagian besar masih berbasis energi fosil yang kami diberikan mandat untuk melakukan transisi energi melalui halaman sendiri. Selain itu, dalam waktu dekat kami juga akan mengerjakan proyek pemasangan PLTS di 1000 SPBU Pertamina,” ucap Dannif.

Menurutnya, beberapa inisiatif pengembangan energi baru yang saat ini sedang dijajaki oleh Pertamina NRE antara lain blue hydrogen dan green hydrogen.

Baca Juga: Ade Yasin Ikut Doa Bersama Memohon Pandemi Covid-19 Segera Berakhir

Beberapa waktu lalu juga Pertamina NRE menandatangani nota kesepahaman dan joint study agreement (JSA) dengan sejumlah perusahaan Jepang, LEMIGAS, dan ITB untuk pengembangan teknologi carbon capture, utilization, and storage (CCUS) di lapangan Gundih dan Sukowati.

Pertamina juga menjadi salah satu pemegang saham Indonesia Battery Corporation (IBC), holding BUMN yang dibentuk untuk mengelola industri baterai dari hulu ke hilir. BUMN lain pemegang saham IBC antara lain MIND ID, PT AnekaTambang, Tbk., dan PT PLN. (ENI)

 


Continue Reading

Trending