Connect with us

BOGOR

Ade Yasin Ikut Doa Bersama Memohon Pandemi Covid-19 Segera Berakhir

Published

on

Bupati Bogor, Ade Yasin bersama jajaran Pemkab Bogor ikut rangkaian doa bersama yang bertajuk Pray From Home, Dari Rumah untuk Indonesia, Minggu, 11 Juli 2021./ Dok. bogorkab.go.id.,

MEDIA EMITEN – Bupati Bogor, Ade Yasin ikut rangkaian doa bersama yang bertajuk Pray From Home, Dari Rumah untuk Indonesia, memohon agar pandemi Covid-19 segera berakhir.

Dalam doa bersama yang dilakukan secara serentak dan virtual ini diikuti Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden, Ma’ruf Amin, para pimpinan lembaga negara, jajaran menteri kabinet Indonesia Maju, TNI, Polri, gubernur, bupati, walikota serta seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga: Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor Melonjak 75,8%, Ini Penjelasan Bupati Ade Yasin

Doa bersama yang disiarkan secara langsung oleh TV nasional dan kanal informasi lainnya diselenggarakan oleh Kementerian Agama. 

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, doa bersama dari rumah ini kelanjutan dari acara Hening Cipta Indonesia. Hari Sabtu, 10 Juli 2021, untuk mengenang dan mendoakan para tenaga kesehatan, pemuka agama, guru, dosen, PNS, karyawan, pejabat publik, TNI, Polri, aktivis kemanusiaan, pemuda dan warga masyarakat yang telah wafat karena terpapar virus Covid-19. 

”Ditengah pandemi Covid-19 ini, kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa berdoa sesuai agama serta kepercayaan masing-masing, agar Allah SWT memberi rahmat ampunan perlindunganNya kepada Bangsa Indonesia dan seluruh umat manusia,” ujar Yaqut. 

Dikatakan, dalam agama selalu diajarkan bahwa doa adalah senjata orang-orang beriman.

Doa adalah penenang jiwa dan penambah optimisme di dalam kehidupan. Semoga pandemi Covid-19 ini segera berakhir.

“Untuk itu mari kita semua perkuat keimanan serta ketaqwaan kita terhadap Allah. Kita tingkatkan kedermawanan sosial, semangat berbagi serta rela berkorban untuk saling membantu saudara-saudara kita yang terkena Covid-19,” ucap Menteri Yaqut.

Bupati Bogor mengatakan, Satgas Penanganan Covid-19 terus fokus berupaya menekan angka penyebaran Covid-19 melalui pemberlakukan PPKM Darurat hingga 20 Juli.

Simak Pula: Indonesia Dapat Kiriman Tiga Juta Vaksin Moderna dari Amerika Serikat

Ade Yasin mengajak seluruh masyarakat agar bagi yang belum divaksin harap segera divaksin, serta mematuhi protokol kesehatan dan juga terus berdoa agar pandemi ini segera berlalu.

Dalam doa bersama secara virtual di Pendopo Bupati, Cibinong juga hadir  Kepala Kejaksaan Negeri, Munaji, Kapolres Bogor, AKBP Harun, Sekretaris Daerah, Burhanudin, beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor. (wan)


BOGOR

Nekat Beroperasi Saat PPKM Darurat, 2 Pabrik di Citeureup Bogor Ditutup

Published

on

Kasatpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridhallah saat mendatangi pabrik PT Banteng Pratama di Citeureup, Bogor./ Dok. bogorkab.go.id.

MEDIA EMITEN – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Bogor, Agus Ridhallah menutup sementara dua perusahaan di wilayah Citeureup yakni PT Banteng Pratama Citeureup dan PT Shihan Garmen, Selasa, 13 Juli 2021. Penutupan  dilakukan karena dua perusahaan itu nekad beroperasi di masa penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Agus Ridhallah mengatakan, selaini tu juga ada pelanggaran yang dilakukan PT Banteng Pratama Citeureup karena tidak melapor kepada Satgas Covid-19 Kecamatan dan Satgas Kabupaten Bogor terkait adanya 60 karyawan di perusahaan itu yang positif Covid-19.

Baca Juga: Ade Yasin Bentuk Posko Pengendalian Ketersediaan Oksigen

“Penutupan dua pabrik ini berdasarkan aduan dari masyarakat kepada Bupati Bogor. Kemudian kami diinstruksikan Ibu Bupati untuk menutup dua pabrik ini karena nekad beroperasi di masa PPKM Darurat,” ujar Agus dikutip mediaemiten.com dari laman bogorkab.go.id.

Ditambahkan Agus bahwa dirinya sudah bertemu dengan manajemen pabrik tersebut untuk diberikan penjelasan terkait penutupan tersebut lantaran beroperasi saat PPKM Darurat.

Selanjutnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Mike Kaltarina menyatakan, pihaknya juga diinstruksikan untuk melakukan tracking ke para karyawan di PT Banteng Pratama.

“Hari ini pihak Puskesmas Citeureup sudah kami turunkan untuk melakukan tracking PT Banteng Pratama,” ucapnya. (wan)

Simak Pula: Pertamina Targetkan Portofolio Energi Hijau 17% Pada 2030


Continue Reading

BOGOR

Ade Yasin Bentuk Posko Pengendalian Ketersediaan Oksigen

Published

on

Bupati Bogor, Ade Yasin saat menjelaskan pembentukan Posko Pengendalian Ketersediaan Oksigen./ Dok. bogorkab.go.id.

MEDIA EMITEN – Bupati Bogor, Ade Yasin membentuk Pos Komando (Posko) Ketersediaan Oksigen Untuk Kebutuhan Medis Penanganan Covid-19.

Pembentukan pos komando ini sesuai dengan Keputusan Bupati Bogor Nomor 443/365/Kpts/Per-UU/2021 yang ditetapkan di Cibinong pada tanggal 12 Juli 2021.

Baca Juga: Ade Yasin Ikut Doa Bersama Memohon Pandemi Covid-19 Segera Berakhir 

Ade Yasin mengatakan, pembentukan Posko Pengendalian Ketersediaan Oksigen ini untuk meningkatkan ketersediaan oksigen di rumah sakit. Hal ini butuh partisipasi dan kerjasama berbagai pemangku kepentingan.

“Untuk mengoordinasikan berbagai pemangku kepentingan dalam pemenuhan kebutuhan oksigen di rumah sakit dan pengendalian distribusinya, maka dibentuklah Pos Komando,” tutur Ade dikutip mediaemiten.com dari laman bogorkab.go.id

Dijelaskan, tugas Posko diantaranya mengupayakan ketersediaan oksigen untuk keperluan medis penanganan Covid-19 di Kabupaten Bogor.

Kemudian menyusun rencana kebutuhan oksigen untuk keperluan medis penanganan Covid-19, baik untuk fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes), masyarakat, maupun buffer stock untuk pengamanan kebutuhan oksigen. 

“Selanjutnya, mengendalikan pendistribusian oksigen mulai dari pabrik, distributor, agen penyalur hingga ke Fasyankes dan masyarakat. Mengoordinasikan dan menyinkronkan antara kebutuhan dengan suplai oksigen serta sarana pendukungnya,” kata politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu. 

Simak Pula: Pertamina Targetkan Portofolio Energi Hijau 17% Pada 2030

Ia menambahkan, tugas berikutnya adalah membentuk kesekretariatan Posko oksigen dan layanan call center, melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap ketersediaan oksigen untuk keperluan medis penanganan Covid-19 di Kabupaten Bogor, serta melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Bupati Bogor melalui Sekretaris Daerah.

“Dalam Posko oksigen juga melibatkan unsur dari Lanud Atang Sendjaja, unsur Kodim 0621, Polres Bogor, serta Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor dalam bidang pengadaan dan distribusi, yang salah satu tugasnya adalah mengawasi dan mengawal distribusi oksigen dari produsen, distributor, agen, sampai ke Fasyankes dan masyarakat,” ucap Bupati Ade Yasin. (wan)


Continue Reading

BOGOR

Langgar PPKM, 2 Pabrik Kena Sanksi Denda dari Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor

Published

on

Satgas Penangana Covid-19 Kabupaten Bogor melakukan sidak untuk melihat kepatuhan penerapan PPKM di sektor industri. /Dok. bogorkab.go.id.

MEDIA EMITEN – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor melakukan inspeksi mendadak (Sidak) terhadap kepatuhan pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di sektor industri, Jumat, 9 Juli 2021.

Dari hasil sidak, dua pabrik yakni PT Simone di Kecamatan Gunungputri dan PT Sunbo di Kecamatan Cileungsi melanggar aturan PPKM Darurat sehingga terkena sanksi tindak pidana ringan (Tipiring).

Baca Juga: Kabupaten Bogor PPKM Darurat, Perhatikan Titik Penyekatan di 3 Ring dan 9 Daerah Perbatasan

Kedua pabrik itu terbukti masih memberlakukan 100 persen karyawannya bekerja di pabrik.

Sidak dipimpin oleh Sekretaris Daerah, Burhanudin selaku Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, didampingi Kapolres Bogor, AKBP Harun, Dandim 0621, Sukur Hermanto, Kepala Kajari, Munaji, dan Kepala Bakesbangpol.

Burhanudin mengatakan, kedua pabrik ini jelas melanggar ketentuan PPKM Darurat, karena masih memberlakukan 100 persen karyawan yang bekerja.

Kecamatan Gunung Putri ini masuk ke dalam 10 besar wilayah terparah Covid-19, perhari warganya terpapar sekitar 25 – 30 orang. Ini yang harus dipahami.

Pabrik ini juga seharusnya punya Satgas dan menyediakan ruang isolasi mandiri,” ucap Burhanudin kepada manajemen PT Simone dikutip mediaemiten.com.

Pernyataan tegas juga diungkapkan Kapolres Bogor, AKBP Harun.

“Di PT Simone ini contohnya, kita lihat masih memberlakukan 100 persen karyawan bekerja di pabrik, artinya tidak ada pembatasan, maka kami lakukan penindakan dengan menjatuhkan denda tindak pidana ringan,” ucap AKBP Harun.

Simak Pula: Pemkab Bogor Kembali Gelar Vaksinasi Massal untuk 2.500 Orang di TSI Puncak

Ia menambahkan, Pemkab Bogor melaksanakan penegakan hukum berupa tindak pidana ringan sesuai Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 5 Tahun 2021.

Untuk PTSimone dan PT Sunbo akan kita lakukan sidang Tipiring hari Senin di Mall CCM Cibinong, dengan ancaman denda maksimal 50 juta atau pidana kurungan paling lama tiga bulan.

“Nanti akan kita lihat di semua wilayah Kabupaten Bogor, yang tidak mengikuti aturan PPKM Darurat ini akan kita tindak semuanya. Hari ini sebagai contoh saja, akan kita cek lagi ke beberapa tempat yang lainnya,” ujar AKBP Harun.

Ia menjelaskan, hal ini dilakukan untuk mencegah adanya kerumunan, dan mengurangi mobilitas masyarakat salah satunya dengan aturan 100 persen bekerja dari rumah untuk sektor non esensial dan kritikal, dan untuk sektor esensial dan kritikal pun ada aturannya yakni maksimal 50 persen bekerja di kantor. (wan)

Baca Juga: Program Konversi BBM Pertamina ke LPG Subsidi, Nelayan dan Petani Bisa Lebih Hemat


Continue Reading

Trending