Connect with us

BOGOR

Kabupaten Bogor PPKM Darurat, Perhatikan Titik Penyekatan di 3 Ring dan 9 Daerah Perbatasan

Published

on

Bupati Bogor, Ade Yasin./ Dok. bogorkab.go.id.

MEDIA EMITEN – Bupati Bogor, Ade Yasin menegaskan, ada tiga ring penyekatan yakni perbatasan kota, tempat wisata dan 9 titik penyekatan di daerah perbatasan Kabupaten Bogor, seperti seperti Sukabumi, Cianjur, Bekasi, dan Jakarta, selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama 3- 21 Juli 2021,

Ini menurut Ade untuk mengoptimalkan penerapan PPKM di Kabupaten Bogor.

Baca Juga: Pemkab Bogor Buka Rekrutmen Relawan Covid untuk di Rumah Sakit dan Pusat Isolasi

Hal itu diungkapkan Ade Yasin secara live secara virtual dengan Inews TV, di Pendopo Bupati, Sabtu, 3 Juli 2021.

Menurutnya penyekatan diperbatasan antara kota dan Kabupaten Bogor tetap dilakukan meskipun jaraknya sangat tipis sekali, karena dari Kabupaten ke Kota Bogor itu banyak pintu.

“Kita dan Kota Bogor dalam penerapan PPKM Darurat ini sama, kita hanya copy paste aturan yang ada di Intruksi Mendagri terkait PPKM Darurat. Kita tidak ada tawar menawar apa yang ada di Instruksi Mendagri semua kita taati, patuhi dan laksanakan, dan sudah jadi Keputusan Bupati yang sudah kita informasikan kepada masyarakat dan para pengusaha untuk  masing-masing menjaga wilayah,” kata Ade dikutip mediaemiten.com.

Ditambahkan, penyekat juga dilakukan di jalur alternatif salah satunya di Bukit Pelangi Sentul.

Bahkan tadi pagi saat Bupati Bogor bersama Kapolres dan Dandim melakukan monitoring di kawasan tersebut, terdapat sekitar 500 kendaraan plat B yang berhasil di putar balik.

“Pagi tadi kita monitoring ke Wilayah Selatan Puncak seperti Masjid At-ta’awun, Taman Safari, Cimory Riverside, Rumah Makan Alam Sunda, Gunung Geulis dan penyekatan di Bukit Pelangi ke Sentul, ternyata banyak kendaraan lewat situ, kendaraan selain F kita langsung putar balik tidak lagi ditanya surat antigen dan lain-lain tetapi kita langsung putar balik,” ucap Ade.

Simak Pula: Pemkab Bogor Siapkan 10 TPU untuk Korban Covid-19 yang Meninggal

Masyarakat diimbau tidak boleh ada yang membuka jalur alternatif.

“Untuk wilayah Puncak cukup lengang artinya informasi yang diberikan pemerintah sampai ke masyarakat,” tuturnya.

Menurut Ade, beso, (Senin. 5 Juli 2021) ia akan memantau stasiun Kereta Listrik (KRL) untuk menghindari adanya kerumunan. 

“Kita akan pantau kalau hari Senin kereta masih ramai berarti masih ada kantor yang masih buka di Jakarta, karena warga kami juga cukup banyak yang bekerja di Jakarta menggunakan moda transportasi KRL. Sebetulnya ketika kantor essensial melakukan WFH 100% maka penumpang KRL juga akan berkurang,” ungkapnya.

Untuk memudahkan panyaringan penumpang KRL, Bupati Bogor dirinya meminta agar masyarakat yang bekerja di perkantoran essensial memakai tanda pengenal.

“Jika tidak penting dan bukan pekerja di perkantoran essensial sebaiknya ditunda melalukan perjalanan dengan KRL. Dengan itu akan memudahkan kami dalam melakuan penyaringan penumpang di stasiun,” kata Ade. (wan)

Baca Juga: Jasa Marga Dukung PPKM Darurat, Ini Daftar Titik Penyekatan Jalan Tol


BOGOR

Nekat Beroperasi Saat PPKM Darurat, 2 Pabrik di Citeureup Bogor Ditutup

Published

on

Kasatpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridhallah saat mendatangi pabrik PT Banteng Pratama di Citeureup, Bogor./ Dok. bogorkab.go.id.

MEDIA EMITEN – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Bogor, Agus Ridhallah menutup sementara dua perusahaan di wilayah Citeureup yakni PT Banteng Pratama Citeureup dan PT Shihan Garmen, Selasa, 13 Juli 2021. Penutupan  dilakukan karena dua perusahaan itu nekad beroperasi di masa penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Agus Ridhallah mengatakan, selaini tu juga ada pelanggaran yang dilakukan PT Banteng Pratama Citeureup karena tidak melapor kepada Satgas Covid-19 Kecamatan dan Satgas Kabupaten Bogor terkait adanya 60 karyawan di perusahaan itu yang positif Covid-19.

Baca Juga: Ade Yasin Bentuk Posko Pengendalian Ketersediaan Oksigen

“Penutupan dua pabrik ini berdasarkan aduan dari masyarakat kepada Bupati Bogor. Kemudian kami diinstruksikan Ibu Bupati untuk menutup dua pabrik ini karena nekad beroperasi di masa PPKM Darurat,” ujar Agus dikutip mediaemiten.com dari laman bogorkab.go.id.

Ditambahkan Agus bahwa dirinya sudah bertemu dengan manajemen pabrik tersebut untuk diberikan penjelasan terkait penutupan tersebut lantaran beroperasi saat PPKM Darurat.

Selanjutnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Mike Kaltarina menyatakan, pihaknya juga diinstruksikan untuk melakukan tracking ke para karyawan di PT Banteng Pratama.

“Hari ini pihak Puskesmas Citeureup sudah kami turunkan untuk melakukan tracking PT Banteng Pratama,” ucapnya. (wan)

Simak Pula: Pertamina Targetkan Portofolio Energi Hijau 17% Pada 2030


Continue Reading

BOGOR

Ade Yasin Bentuk Posko Pengendalian Ketersediaan Oksigen

Published

on

Bupati Bogor, Ade Yasin saat menjelaskan pembentukan Posko Pengendalian Ketersediaan Oksigen./ Dok. bogorkab.go.id.

MEDIA EMITEN – Bupati Bogor, Ade Yasin membentuk Pos Komando (Posko) Ketersediaan Oksigen Untuk Kebutuhan Medis Penanganan Covid-19.

Pembentukan pos komando ini sesuai dengan Keputusan Bupati Bogor Nomor 443/365/Kpts/Per-UU/2021 yang ditetapkan di Cibinong pada tanggal 12 Juli 2021.

Baca Juga: Ade Yasin Ikut Doa Bersama Memohon Pandemi Covid-19 Segera Berakhir 

Ade Yasin mengatakan, pembentukan Posko Pengendalian Ketersediaan Oksigen ini untuk meningkatkan ketersediaan oksigen di rumah sakit. Hal ini butuh partisipasi dan kerjasama berbagai pemangku kepentingan.

“Untuk mengoordinasikan berbagai pemangku kepentingan dalam pemenuhan kebutuhan oksigen di rumah sakit dan pengendalian distribusinya, maka dibentuklah Pos Komando,” tutur Ade dikutip mediaemiten.com dari laman bogorkab.go.id

Dijelaskan, tugas Posko diantaranya mengupayakan ketersediaan oksigen untuk keperluan medis penanganan Covid-19 di Kabupaten Bogor.

Kemudian menyusun rencana kebutuhan oksigen untuk keperluan medis penanganan Covid-19, baik untuk fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes), masyarakat, maupun buffer stock untuk pengamanan kebutuhan oksigen. 

“Selanjutnya, mengendalikan pendistribusian oksigen mulai dari pabrik, distributor, agen penyalur hingga ke Fasyankes dan masyarakat. Mengoordinasikan dan menyinkronkan antara kebutuhan dengan suplai oksigen serta sarana pendukungnya,” kata politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu. 

Simak Pula: Pertamina Targetkan Portofolio Energi Hijau 17% Pada 2030

Ia menambahkan, tugas berikutnya adalah membentuk kesekretariatan Posko oksigen dan layanan call center, melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap ketersediaan oksigen untuk keperluan medis penanganan Covid-19 di Kabupaten Bogor, serta melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Bupati Bogor melalui Sekretaris Daerah.

“Dalam Posko oksigen juga melibatkan unsur dari Lanud Atang Sendjaja, unsur Kodim 0621, Polres Bogor, serta Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor dalam bidang pengadaan dan distribusi, yang salah satu tugasnya adalah mengawasi dan mengawal distribusi oksigen dari produsen, distributor, agen, sampai ke Fasyankes dan masyarakat,” ucap Bupati Ade Yasin. (wan)


Continue Reading

BOGOR

Ade Yasin Ikut Doa Bersama Memohon Pandemi Covid-19 Segera Berakhir

Published

on

Bupati Bogor, Ade Yasin bersama jajaran Pemkab Bogor ikut rangkaian doa bersama yang bertajuk Pray From Home, Dari Rumah untuk Indonesia, Minggu, 11 Juli 2021./ Dok. bogorkab.go.id.,

MEDIA EMITEN – Bupati Bogor, Ade Yasin ikut rangkaian doa bersama yang bertajuk Pray From Home, Dari Rumah untuk Indonesia, memohon agar pandemi Covid-19 segera berakhir.

Dalam doa bersama yang dilakukan secara serentak dan virtual ini diikuti Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden, Ma’ruf Amin, para pimpinan lembaga negara, jajaran menteri kabinet Indonesia Maju, TNI, Polri, gubernur, bupati, walikota serta seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga: Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor Melonjak 75,8%, Ini Penjelasan Bupati Ade Yasin

Doa bersama yang disiarkan secara langsung oleh TV nasional dan kanal informasi lainnya diselenggarakan oleh Kementerian Agama. 

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, doa bersama dari rumah ini kelanjutan dari acara Hening Cipta Indonesia. Hari Sabtu, 10 Juli 2021, untuk mengenang dan mendoakan para tenaga kesehatan, pemuka agama, guru, dosen, PNS, karyawan, pejabat publik, TNI, Polri, aktivis kemanusiaan, pemuda dan warga masyarakat yang telah wafat karena terpapar virus Covid-19. 

”Ditengah pandemi Covid-19 ini, kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa berdoa sesuai agama serta kepercayaan masing-masing, agar Allah SWT memberi rahmat ampunan perlindunganNya kepada Bangsa Indonesia dan seluruh umat manusia,” ujar Yaqut. 

Dikatakan, dalam agama selalu diajarkan bahwa doa adalah senjata orang-orang beriman.

Doa adalah penenang jiwa dan penambah optimisme di dalam kehidupan. Semoga pandemi Covid-19 ini segera berakhir.

“Untuk itu mari kita semua perkuat keimanan serta ketaqwaan kita terhadap Allah. Kita tingkatkan kedermawanan sosial, semangat berbagi serta rela berkorban untuk saling membantu saudara-saudara kita yang terkena Covid-19,” ucap Menteri Yaqut.

Bupati Bogor mengatakan, Satgas Penanganan Covid-19 terus fokus berupaya menekan angka penyebaran Covid-19 melalui pemberlakukan PPKM Darurat hingga 20 Juli.

Simak Pula: Indonesia Dapat Kiriman Tiga Juta Vaksin Moderna dari Amerika Serikat

Ade Yasin mengajak seluruh masyarakat agar bagi yang belum divaksin harap segera divaksin, serta mematuhi protokol kesehatan dan juga terus berdoa agar pandemi ini segera berlalu.

Dalam doa bersama secara virtual di Pendopo Bupati, Cibinong juga hadir  Kepala Kejaksaan Negeri, Munaji, Kapolres Bogor, AKBP Harun, Sekretaris Daerah, Burhanudin, beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor. (wan)


Continue Reading

Trending