Connect with us

NUSANTARA

Ridwan Kamil Minta Kepala Daerah Terapkan PPKM Darurat Selama Dua Pekan

Published

on

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil./ Dok. mediaemiten.com.

MEDIA EMITEN – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meminta seluruh kepala daerah se Jawa Barat untuk menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat selama dua pekan, mulai 3-20 Juli 2021.

Hal itu sebagai upaya tindak lanjut dari diberlakukan dan diputuskannya PPKM Darurat khusus Jawa dan Bali oleh Presiden Joko Widodo.

Baca Juga: PPKM Darurat, Pemerintah Percepat Penyaluran Bansos

Kang Emil sapaan akrab Ridwan Kamil menegaskan, agar seluruh RT dan RW di Jawa Barat melakukan sosialisasi mengenai PPKM  Darurat yang akan diberlakukan selama dua pekan kedepan, kepada masyarakat di wilayahnya masing-masing melalui Surat Edaran dari masing-masing bupati/wali kota. 

“Seluruh daerah di Jawa Barar harus melakukan PPKM Darurat tidak ada pengecualian, untuk level 4 dilakukan oleh 12 kabupaten/kota, sedangkan di level 3 dilakukan oleh 15 kabupaten/kota selama dua minggu. Saya minta agar Polres se-Jabar selama PPKM Darurat ini diberlakukan untuk menyiapkan tindakan pidana ringan (Tipiring),” ucap Ridwan Kamil dalam  kegiatan Rapat Koordinasi Evaluasi Penanganan Covid-19 secara virtual, dikutip mediaemiten.com dari laman bogorkab.go.id.

Bupati Bogor Ade Yasin didampingi Kapolres AKBP Harun dan Dandim 0621 Letkol Inf. Sukur Hermanto ikuti arahan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Pendopo Bupati Bogor.

Kang Emil menambahkan, seluruh bupati/wali kota se-Jabar agar fokus melakukan sosialisasi dan edukasi pelaksanaan PPKM Darurat itu, melalui berbagai kanal media baik itu media sosial, media elektronik, radio dan media digital.

“Karena di PPKM Darurat sejumlah kegiatan masyarakat ditutup seperti kegiatan keagamaan, pusat perbelanjaan/mall, dan kegiatan seni/budaya, 100% work from home untuk sektor non essential, seluruh kegiatan belajar mengajar dilakukan secara online/daring,” katanya.

Simak Juga: Ridwan Kamil Targetkan TPPA Sampah Lulut Nambo Beroperasi Akhir 2021

Dikatakan, untuk sektor essential diberlakukan 50% maksimum staf work from office (WFO) dengan protokol kesehatan, dan untuk sektor kritikal diperbolehkan 100% maksimum staf WFO dengan protokol kesehatan ketat.

“Kami tidak mau ada kepala daerah di Jabar mendapat teguran dari Kemendagri, karena tidak melaksanakan PPKM Darurat. Ini akan betul-betul kami bimbing dan terus koordinasikan agar kepala daerah di Jabar semua kompak,” ujar Ridwan.

Gubernur Jabar juga meminta kepada seluruh kepala daerah di Jabar fokus menurunkan angka okupansi tempat tidur di seluruh rumah sakit dengan melakukan dua strategi yakni, menyediakan pusat pemulihan pasien Covid-19 serta menyediakan pusat isolasi mandiri di setiap desa.

“Kami akan bantu subsidi sewa hotel bagi seluruh daerah di Jawa Barat sebagai pusat pemulihan pasien Covid-19 sehingga penyembuhannya tidak di RS. Kami juga minta agar para kades menyediakan pusat isolasi mandiri di wilayahnya masing-masing, sehingga ketersediaan tempat tidur di RS bisa secara signifikan bertambah,” jelas Ridwan Kamil.

Baca Juga: Bank Indonesia Klaim Intermediasi Perbankan Mulai Pulih

Selain itu dijelaskan juga pihaknya akan membentuk tim tracer sebanyak 100 ribu.

Setiap RT di seluruh Jabar wajib menugaskan satu orang tenaga tracking yang bertugas menelpon orang yang pernah kontak erat dengan pasien positif Covid-19, serta melakukan persuasi agar mereka mau melakukam tes Swab Antigen maupun PCR Covid-19.

“Untuk masyarakat yang sedang melakukan  Isoman, akan diberi subsidi obat dan vitamin gratis. Kami akan kirim segera logistiknya melalui dinas kesehatan di seluruh Jabar, termasuk suplai oksigen untuk antisipasi terjadinya krisis oksigen di Jabar,” ucap Ridwan Kamil. (SAT)


NASIONAL

BNPB: 27 Warga Belum Ditemukan Akibat Banjir Bandang di Flores Timur

Published

on

BPBD Kabupaten Flores Timur (Flotim) menginformasikan 27 warga masih diperkirakan hilang akibat banjir bandang yang terjadi pada Minggu,4 April 2021./Dok. bnpb.go.id.

MEDIA EMITEN – Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) berdasarakan informasi dari BPBD Kabupaten Flores Timur menyebutkan 27 warga masih belum ditemukan akibat banjir bandang yang terjadi pada Minggu, 4 April 2021 dini hari. Data

sementara per Minggu (4/4), pukul 17.30 WIB, banjir bandang melanda empat desa di tiga kecamatan, Kabupaten Flotim, Nusa Tenggara Timur. 

Baca Juga: Pekerja Milenial Pertamina Ajak Anak-anak Bermain, Hilangkan Trauma Pasca Insiden Tangki Balongan

Seperti dikuti dari laman bnpb.go.id, BPBD setempat melaporkan data sementara yang menyebutkan 41 warga meninggal dunia, 9 luka-luka dan 27 hilang.

BPBD terus melakukan pendataan dan memverifikasi data lapangan untuk pemutakhiran selanjutnya.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan wilayah terdampak antara lain Desa Nelelamadike di Kecamatan Ile Boleng, Kelurahan Waiwerang dan Desa Waiburak di Kecamatan Adonara Timur, Desa Oyang Barang dan Pandai di Kecamatan Wotan Ulumado serta Desa Waiwadan dan Duwanur di Kecamatan Adonara Barat.

Rincian korban di Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng sebagai berikut, 35 warga meninggal dunia, 5 luka-luka, 19 hilang dan 9 KK atau 20 jiwa terdampak. 

Sedangkan di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, terdapat 3 warga meninggal dunia dan 4 terluka serta 7 warga masih hilang. 

Simak Juga: Investor Saham Di NTT Meningkat Drastis, BEI Sebut Sudah Capai 8.634

Di Desa Oyang Barang, Kecamatan Wotan Ulumado, sebanyak 3 warga meninggal dunia dan 1 orang lainnya hilang, sedangkan 40 KK terdampak. 

Di samping korban jiwa, banjir bandang mengakibatkan 5 jembatan putus dan puluhan rumah warga tertimbun lumpur, seperti di Desa Nelelamadike, dan puluhan rumah terendam banjir di Kecamatan Adonara Barat. 

Bupati bersama jajaran telah berada di lokasi dan membantu penanganan darurat bencana.

Rincian korban di Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng sebagai berikut, 35 warga meninggal dunia, 5 luka-luka, 19 hilang dan 9 KK atau 20 jiwa terdampak. 

Sedangkan di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, terdapat 3 warga meninggal dunia dan 4 terluka serta 7 warga masih hilang.

Berdasarkan laporan BPBD, insiden banjir bandang dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi.

Banjir yang melanda beberapa wilayah di tiga kecamatan terjadi pada Minggu, 4 April 2021 dini hari sekitar pukul 01.00 waktu setempat atau Wita. 

BNPB telah berkoordinasi dengan BPBD setempat untuk dukungan penanganan darurat.

Baca Juga: Delapan Desa di Perbatasan Indonesia-Malaysia Sudah Bisa Menikmati Aliran Listrik

Tim Reaksi Cepat (TRC) BNPB dan dukungan logistik akan segera dikirimkan ke lokasi terdampak.

Dukungan logistik yang telah didorong menuju lokasi bencana antara lain makanan siap saji 1.002 paket, lauk pauk 1.002 paket, makanan tambah gizi 1.002 paket, selimut 3.000 lembar, sarung 2.000 lembar, rapid test antigen 10.000 test, masker kain 1.000 buah dan masker medis 1.000 buah. (ENI)

 


Continue Reading

NASIONAL

Tambang Emas Ilegal di Sulteng Longsor, 3 Orang Tewas

Published

on

Longsor yang melanda lokasi penambangan emas mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka./Dok. bnpb.go.id

MEDIA EMITEN – Tanah longsor terjadi di lokasi tambang ilegal yang berlokasi di Desa Burangga, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng). 

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 24 Februari 2021, pukul 18.30 waktu setempat.

Lokasi penambangan ini dikelola oleh warga yang berada di Dusun 5.

Mediaemiten.com mengutip dari laman bnpb.go.id, kongsor yang melanda lokasi penambangan mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka yang melakukan aktivitas penambangan.

Data BPBD Kabupaten Parigi Moutong per Kamis, 25 Februari 2021, pukul 09.00 WIB, tiga warga dilaporkan meninggal dunia, 5 lainnya masih dalam pencarian.

Sedangkan penambang yang selamat dari insiden ini berjumlah 15 orang.

BPBD setempat masih melakukan pendataan terkait dampak tanah longsor.

BPBD Kabupaten Parigi Moutong telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Sulteng, Basarnas, TNI, Polri, Dinas Sosial Provinsi Sulteng, PMI Kabupaten Parigi Moutong dan aparat desa setempat untuk melakukan evakuasi dan pendataan.

Alat berat dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi.  

Longor dipicu salah satunya intensitas hujan tinggi dan struktur tanah yang labil di lokasi penambangan.

Hujan teridentifikasi terjadi sejak pukul 17.00 waktu setempat.

Kemudian sekitar 30 menit kemudian, longsor mulai terjadi karena air dari talang mengalir menuju lubang galian.

Pada saat itu, sebagian penambang telah menyelamatkan diri, namun sebagian lain tetap bertahan untuk mendulang pada sisi tumpukan dan sudut galian tanah yang terjal.

Raditya Jati, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB mengatakan berdasarkan laporan kronologi di lapangan, pengelola mengerahkan 4 ekskavator dengan sistem rilei material sekitar pukul 08.00 pagi.

Keempat ekskavator diperuntukkan 1 unit untuk penggalian dan sisanya memindahkan material ke talang untuk diolah. 

Sebanyak 100 orang melakukan penambangan ke lubang galian.

Berdasarkan informasi, pada sore hari, penambang terus berdatangan karena hasil emas di lubang galian cukup banyak sehingga warga berhimpitan untuk mendapatkan material dengan diameter yang relatif tidak terlalu besar. 

Sekitar pukul 18.30 Wita, warga mendulang tertimbun tanah tumpukan material yang berada pada sudut galian yang terjal dengan ketinggian material mencapai sekitar 20 meter.

Diperkirakan sekitar 30 orang tidak bisa menghindar dan terjatuh saat akan menyelamatkan diri. 

Laporan Rabu malam, 24 Februari 2021 dari petugas di lapangan, sekitar 30 orang tertimbun dan belum dapat dievakuasi.

Hal tersebut disebabkan galian lubang yang cukup dalam.

Di samping itu, air yang berada di lubang galian cukup besar dan tanah tumpukan material yang berada di lokasi kejadian. 

Warga atau penambang emas yang berhasil dievakuasi segera diantar menuju Puskesmas Ampibabo.

Selanjutnya warga meninggal dunia telah dibawa ke keluarga korban. (ENI) 

 

 


Continue Reading

JAWA

Dedi Ruslan & Company Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 2021

Published

on


Continue Reading

Trending