Connect with us

BOGOR

Pemkab Bogor Buka Rekrutmen Relawan Covid untuk di Rumah Sakit dan Pusat Isolasi

Published

on

MEDIA EMITEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor membuka rekrutmen tenaga relawan Covid-19 atau tenaga medis yang akan ditempatkan di sejumlah rumah sakit umum daerah (RSUD) dan pusat isolasi.

Rekrutmen tenaga relawan ccovid ini menurut Bupati Bogor, Ade Yasin untuk mengantisipasi kenaikan angka kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor.

Baca Juga: Pemkab Bogor Siapkan 10 TPU untuk Korban Covid-19 yang Meninggal

“Diantaranya RSUD Cibinong, RSUD Ciawi, RSUD Leuwiliang, dan RSUD Cileungsi, Labkesda serta Pusat Isolasi Kemang dan Cibogo,” kata Ade dikutip mediaemiten.com dari laman bogorkab.go.id.

Dijelaskan Ade, selain merekrut relawan covid, antisipasi juga dilakukan dengan menambah ketersediaan tempat tidur khusus pasien Covid-19 di RSUD ataupun RS swasta, mengoptimalkan tempat isolasi Kemang dan Cibogo, serta melakukan percepatan vaksinasi melalui penjadwalan baku di setiap Puskesmas.

“Semua ini merupakan upaya kami sebagai bentuk antisipasi lonjakan kasus di wilayah Kabupaten Bogor serta tingginya jumlah kematian pasien Covid-19 di Indonesia,” tuturnya.

Menurutnya, untuk antisipasi kenaikan kasus meninggal dunia akibat Covid-19, Pemkab juga menambah 6 tempat pemakaman umum (TPU) dari sebelumnya hanya 4 TPU.

10 TPU tersebut yakni TPU Pondok Rajeg Kecamatan Cibinong, TPU Tajurhalang Kecamatan Tajurhalang, TPU Ciomas Kecamatan Ciomas, TPU Cicadas Kecamatan Gunung Putri, kemudian TPU Cipenjo Kecamatan Cileungsi, TPU Singasari Kecamatan Jonggol, TPU Jabon Mekar Kecamatan Parung, TPU Rancabungur Kecamatan Rancabungur, TPU Galuga Kecamatan Cibungbulang, dan TPU Gorowong Kecamatan Parungpanjang.

“Semoga yang hari ini dalam keadaan sakit segera diberi kesembuhan. Pandemi belum berakhir, yang sehat tetap jaga imun, jalankan protokol kesehatan dan segera ikut vaksin,” kata politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Simak Pula: Terkait Soal Istilah Wartawan Bodrex, Begini Klarifikasi Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin

Berkaitan dengan rekrutmen tenaga relawan Covid-19 berikut informasi dan datanya.

Rekrutmen di RSUD Cibinong, Pemkab Bogor membutuhkan tenaga medis atau relawan covid yang terdiri dari  dokter umum dan perawat.

Sebagai persyaratan untuk dokter harus memiliki ijazah S1 profesi kedokteran, dan ijazah D3 atau S1 bagi Ners Keperawatan.

Pelamar bisa datang langsung membawa surat lamaran ke RSUD Cibinong mulai tanggal 28 Juni hingga batas kuota terpenuhi. Informasi lebih lengkap dapat mengakses rsudcibinong.bogorkab.go.id.

Untuk RSUD Cileungsi dibutuhkan tenaga medis atau relawan covid perawat.

Sebagai persyaratan harus memiliki ijazah D3 Ners Keperawatan.

Pelamar bisa datang langsung membawa surat lamaran ke RSUD Cileungsi. Informasi lebih lengkap dapat mengakses rsudcileungsi.bogorkab.go.id

RSUD Ciawi membutuhkan 33 orang perawat dengan batas usia maksimal 30 tahun, memiliki ijazah D3 Keperawatan.

Tinggi badan untuk laki-laki minimal 160 cm dan perempuan minimal 150 cm.

Pelamar bisa datang langsung membawa surat lamaran ke RSUD Cileungsi. Informasi lebih lengkap dapat mengakses rsudciawi.bogorkab.go.id.

Selanjutnya, RSUD Leuwiliang membutuhkan tenaga keperawatan, tenaga dokter dan tenaga radiografer, dengan syarat memiliki ijazah D3 Keperawatan dan S1 profesi kedokteran.

Pelamar bisa datang langsung membawa surat lamaran ke RSUD Leuwiliang. Informasi lebih lengkap dapat mengakses rsudleuwiliang.bogokab.go.id.

Kemudian, untuk Labkesda membutuhkan tenaga dokter dan tenaga analis dengan syarat memiliki ijazah S1 profesi kedokteran. 

Di Pusat Isolasi Kemang Kabupaten Bogor, dibutuhkan segera tenaga dokter, tanga keperawatan dan tenaga analis, dengan syarat memiliki ijazah D3 Keperawatan dan S1 profesi kedokteran.

Untuk di Pusat Isolasi Cibogo dibutuhkan tenaga keperawatan dan tenaga dokter, dengan syarat memiliki ijazah D3 Keperawatan dan S1 profesi kedokteran.

Baca Juga: Presiden Jokowi Targetkan Dua Juta Dosis Harian di Bulan Agustus


BOGOR

Nekat Beroperasi Saat PPKM Darurat, 2 Pabrik di Citeureup Bogor Ditutup

Published

on

Kasatpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridhallah saat mendatangi pabrik PT Banteng Pratama di Citeureup, Bogor./ Dok. bogorkab.go.id.

MEDIA EMITEN – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Bogor, Agus Ridhallah menutup sementara dua perusahaan di wilayah Citeureup yakni PT Banteng Pratama Citeureup dan PT Shihan Garmen, Selasa, 13 Juli 2021. Penutupan  dilakukan karena dua perusahaan itu nekad beroperasi di masa penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Agus Ridhallah mengatakan, selaini tu juga ada pelanggaran yang dilakukan PT Banteng Pratama Citeureup karena tidak melapor kepada Satgas Covid-19 Kecamatan dan Satgas Kabupaten Bogor terkait adanya 60 karyawan di perusahaan itu yang positif Covid-19.

Baca Juga: Ade Yasin Bentuk Posko Pengendalian Ketersediaan Oksigen

“Penutupan dua pabrik ini berdasarkan aduan dari masyarakat kepada Bupati Bogor. Kemudian kami diinstruksikan Ibu Bupati untuk menutup dua pabrik ini karena nekad beroperasi di masa PPKM Darurat,” ujar Agus dikutip mediaemiten.com dari laman bogorkab.go.id.

Ditambahkan Agus bahwa dirinya sudah bertemu dengan manajemen pabrik tersebut untuk diberikan penjelasan terkait penutupan tersebut lantaran beroperasi saat PPKM Darurat.

Selanjutnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Mike Kaltarina menyatakan, pihaknya juga diinstruksikan untuk melakukan tracking ke para karyawan di PT Banteng Pratama.

“Hari ini pihak Puskesmas Citeureup sudah kami turunkan untuk melakukan tracking PT Banteng Pratama,” ucapnya. (wan)

Simak Pula: Pertamina Targetkan Portofolio Energi Hijau 17% Pada 2030


Continue Reading

BOGOR

Ade Yasin Bentuk Posko Pengendalian Ketersediaan Oksigen

Published

on

Bupati Bogor, Ade Yasin saat menjelaskan pembentukan Posko Pengendalian Ketersediaan Oksigen./ Dok. bogorkab.go.id.

MEDIA EMITEN – Bupati Bogor, Ade Yasin membentuk Pos Komando (Posko) Ketersediaan Oksigen Untuk Kebutuhan Medis Penanganan Covid-19.

Pembentukan pos komando ini sesuai dengan Keputusan Bupati Bogor Nomor 443/365/Kpts/Per-UU/2021 yang ditetapkan di Cibinong pada tanggal 12 Juli 2021.

Baca Juga: Ade Yasin Ikut Doa Bersama Memohon Pandemi Covid-19 Segera Berakhir 

Ade Yasin mengatakan, pembentukan Posko Pengendalian Ketersediaan Oksigen ini untuk meningkatkan ketersediaan oksigen di rumah sakit. Hal ini butuh partisipasi dan kerjasama berbagai pemangku kepentingan.

“Untuk mengoordinasikan berbagai pemangku kepentingan dalam pemenuhan kebutuhan oksigen di rumah sakit dan pengendalian distribusinya, maka dibentuklah Pos Komando,” tutur Ade dikutip mediaemiten.com dari laman bogorkab.go.id

Dijelaskan, tugas Posko diantaranya mengupayakan ketersediaan oksigen untuk keperluan medis penanganan Covid-19 di Kabupaten Bogor.

Kemudian menyusun rencana kebutuhan oksigen untuk keperluan medis penanganan Covid-19, baik untuk fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes), masyarakat, maupun buffer stock untuk pengamanan kebutuhan oksigen. 

“Selanjutnya, mengendalikan pendistribusian oksigen mulai dari pabrik, distributor, agen penyalur hingga ke Fasyankes dan masyarakat. Mengoordinasikan dan menyinkronkan antara kebutuhan dengan suplai oksigen serta sarana pendukungnya,” kata politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu. 

Simak Pula: Pertamina Targetkan Portofolio Energi Hijau 17% Pada 2030

Ia menambahkan, tugas berikutnya adalah membentuk kesekretariatan Posko oksigen dan layanan call center, melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap ketersediaan oksigen untuk keperluan medis penanganan Covid-19 di Kabupaten Bogor, serta melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Bupati Bogor melalui Sekretaris Daerah.

“Dalam Posko oksigen juga melibatkan unsur dari Lanud Atang Sendjaja, unsur Kodim 0621, Polres Bogor, serta Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor dalam bidang pengadaan dan distribusi, yang salah satu tugasnya adalah mengawasi dan mengawal distribusi oksigen dari produsen, distributor, agen, sampai ke Fasyankes dan masyarakat,” ucap Bupati Ade Yasin. (wan)


Continue Reading

BOGOR

Ade Yasin Ikut Doa Bersama Memohon Pandemi Covid-19 Segera Berakhir

Published

on

Bupati Bogor, Ade Yasin bersama jajaran Pemkab Bogor ikut rangkaian doa bersama yang bertajuk Pray From Home, Dari Rumah untuk Indonesia, Minggu, 11 Juli 2021./ Dok. bogorkab.go.id.,

MEDIA EMITEN – Bupati Bogor, Ade Yasin ikut rangkaian doa bersama yang bertajuk Pray From Home, Dari Rumah untuk Indonesia, memohon agar pandemi Covid-19 segera berakhir.

Dalam doa bersama yang dilakukan secara serentak dan virtual ini diikuti Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden, Ma’ruf Amin, para pimpinan lembaga negara, jajaran menteri kabinet Indonesia Maju, TNI, Polri, gubernur, bupati, walikota serta seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga: Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor Melonjak 75,8%, Ini Penjelasan Bupati Ade Yasin

Doa bersama yang disiarkan secara langsung oleh TV nasional dan kanal informasi lainnya diselenggarakan oleh Kementerian Agama. 

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, doa bersama dari rumah ini kelanjutan dari acara Hening Cipta Indonesia. Hari Sabtu, 10 Juli 2021, untuk mengenang dan mendoakan para tenaga kesehatan, pemuka agama, guru, dosen, PNS, karyawan, pejabat publik, TNI, Polri, aktivis kemanusiaan, pemuda dan warga masyarakat yang telah wafat karena terpapar virus Covid-19. 

”Ditengah pandemi Covid-19 ini, kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa berdoa sesuai agama serta kepercayaan masing-masing, agar Allah SWT memberi rahmat ampunan perlindunganNya kepada Bangsa Indonesia dan seluruh umat manusia,” ujar Yaqut. 

Dikatakan, dalam agama selalu diajarkan bahwa doa adalah senjata orang-orang beriman.

Doa adalah penenang jiwa dan penambah optimisme di dalam kehidupan. Semoga pandemi Covid-19 ini segera berakhir.

“Untuk itu mari kita semua perkuat keimanan serta ketaqwaan kita terhadap Allah. Kita tingkatkan kedermawanan sosial, semangat berbagi serta rela berkorban untuk saling membantu saudara-saudara kita yang terkena Covid-19,” ucap Menteri Yaqut.

Bupati Bogor mengatakan, Satgas Penanganan Covid-19 terus fokus berupaya menekan angka penyebaran Covid-19 melalui pemberlakukan PPKM Darurat hingga 20 Juli.

Simak Pula: Indonesia Dapat Kiriman Tiga Juta Vaksin Moderna dari Amerika Serikat

Ade Yasin mengajak seluruh masyarakat agar bagi yang belum divaksin harap segera divaksin, serta mematuhi protokol kesehatan dan juga terus berdoa agar pandemi ini segera berlalu.

Dalam doa bersama secara virtual di Pendopo Bupati, Cibinong juga hadir  Kepala Kejaksaan Negeri, Munaji, Kapolres Bogor, AKBP Harun, Sekretaris Daerah, Burhanudin, beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor. (wan)


Continue Reading

Trending