Connect with us

EMITEN NEWS

BEI Memang Moncer, di Tengah Pandemi Mampu Bertumbuh Positif Selama 2020

Published

on

MEDIA EMITEN – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pertumbuhan positif selama tahun 2020 di tengah pandemi Covid-19.

Hal itu terungkap dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BEI  secara online dan offline terbatas dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan COVID-19 pada hari ini, Selasa, 29 Juni 2021.

Baca Juga: Investor Saham Di NTT Meningkat Drastis, BEI Sebut Sudah Capai 8.634

Sepanjang tahun 2020 BEI berhasil menjamin terselenggaranya aktivitas perdagangan berjalan dengan lancar dan mampu meningkatkan berbagai pencapaian dari tahun sebelumnya.

mulai dari peningkatan jumlah dan partisipasi investor, peningkatan kuantitas dan kualitas perusahaan tercatat dengan jumlah pencatatan perusahaan baru tertinggi di ASEAN, peningkatan frekuensi perdagangan tertinggi di ASEAN, serta peningkatan kapasitas anggota bursa dan perluasan partisipan.

Dalam keterangan tertulis yang dikutip mediaemiten.com, pasar modal Indonesia tahun 2020 ditutup dengan mencatatkan kinerja positif yang dimulai dari pertengahan tahun 2020 hingga penutupan perdagangan akhir tahun 2020.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan dan terus beranjak mendekati posisi awal sebelum pandemi Covid-19 terjadi.

Pada akhir tahun 2020, walaupun ditutup turun, IHSG dapat mencapai level 5.979 atau hampir mencapai 6.000 setelah sempat turun lebih dari 37% ke level 3.937 pada Maret 2020.

Simak Pula: Garudafood Bagikan Dividen Rp 132 Miliar dan Buyback Saham

Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia, Yulianto Aji Sadono mengatakan, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) pada November 2020 pernah mencapai Rp 13,2 triliun dan Rp 18,4 triliun pada Desember 2020 yang membantu menutup tahun 2020 dengan RNTH mencapai Rp 9,2 triliun.

Pada tahun 2020, frekuensi perdagangan harian menyentuh rekor tertingginya, yaitu 1.697.537 kali transaksi tepatnya pada tanggal 22 Desember 2020. Hal ini memberikan optimisme untuk perkembangan kinerja pasar modal di tahun 2021.

Di tengah pandemi Covid-19, BEI mampu mencatatkan 51 perusahaan tercatat baru dan merupakan yang tertinggi di antara bursa lainnya di ASEAN.

Berdasarkan data EY Global IPO Trend Report, BEI masih masuk ke dalam daftar 10 besar bursa dengan aktivitas pencatatan saham tertinggi di dunia selama 3 tahun berturut-turut, sejak tahun 2018 hingga tahun 2020.

Tahun 2020 merupakan tahun kebangkitan investor ritel domestik. Hal ini ditandai dengan total investor pasar modal Indonesia yang telah mencapai 3,88 juta atau meningkat 56% dari tahun 2019.

Investor aktif harian juga telah mencapai angka 94,7 ribu atau meningkat 73%% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Perdagangan saham di tahun 2020 juga turut didominasi oleh Investor domestik ritel yang jumlahnya mencapai hingga 48% dari total nilai perdagangan harian.

BEI telah melakukan transformasi digital untuk kegiatan edukasi calon investor dan investor sejak sebelum pandemi. Hal tersebut membuat BEI dapat lebih cepat menyesuaikan diri di tengah pandemi, sehingga kegiatan edukasi dapat terus berjalan tanpa kendala.

Hingga Desember 2020, di seluruh Indonesia telah berlangsung hampir 9 ribu kegiatan edukasi yang meliputi kegiatan literasi, inklusi, serta aktivasi dengan jumlah peserta sebanyak 1,32 juta orang, dan hampir 80 ribu pembukaan rekening efek.

Dari seluruh kegiatan tersebut, 81% atau sebanyak 7.306 kegiatan dilakukan secara online dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 1,2 juta orang.

Perhatikan Juga: ACE Hardware Bagi Dividen Rp 32,15 per Saham, Cek Jawalnya

Sejak awal masa pandemi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI telah menerbitkan sejumlah peraturan untuk menyesuaikan dengan keadaan perusahaan tercatat, operasional perdagangan BEI, prosedur audit, serta aturan internal bursa.

Bagi perusahaan tercatat serta perusahaan publik, OJK dan BEI menerbitkan beberapa relaksasi peraturan untuk memberikan kemudahan seiring dengan dampak pandemi kepada perusahaan. Seperti penyesuaian peraturan pembelian kembali (buyback) saham oleh emiten atau perusahaan publik yang dapat dilakukan tanpa melalui RUPS, relaksasi batas waktu penyampaian laporan keuangan dan laporan tahunan sehingga terdapat pula penyesuaian pengenaan notasi khusus kepada perusahaan tercatat, kebijakan terkait biaya pencatatan, serta kemudahan penyelenggaraan RUPS yang dapat dilakukan melalui sistem eASY.KSEI.

Dalam upaya mendukung kelangsungan operasional perdagangan, dan terus menjaga agar perdagangan efek dapat tetap berlangsung dengan teratur, wajar, dan efisien, BEI telah menerbitkan sejumlah peraturan seperti pelarangan transaksi Short Selling, penambahan ketentuan terkait Trading Halt, perubahan ketentuan batasan Auto Rejection dan penyesuaian mekanisme pra-pembukaan (pre-opening), serta perubahan waktu perdagangan atas transaksi bursa.

Selain itu, BEI juga mulai menerapkan new ways of working serta menerbitkan sejumlah kebijakan terkait Protokol Kesehatan Covid-19 untuk pihak-pihak yang berada di lingkungan BEI.

Simak Juga: BEI Revisi Target IPO Menjadi 54 Emiten Baru

Pada tahun 2020, BEI secara konsolidasi telah berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 1,62 triliun atau meningkat 4,3% dari pendapatan usaha pada tahun 2019 yakni Rp 1,56 triliun.

Secara keseluruhan, jumlah total pendapatan BEI adalah sebesar Rp 1,92 triliun atau meningkat 0,6% dari tahun 2019 yakni Rp 1,91 triliun.

Jumlah beban BEI pada tahun 2020 adalah sebesar 1,28 triliun atau menurun 3,2% dari tahun 2019. Selanjutnya, BEI berhasil mencatatkan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 487,41 miliar di tahun 2020 atau tumbuh 9,5% dari tahun 2019.

Pada tahun 2020, BEI membukukan nilai total aset sebesar Rp 8,84 triliun atau naik 22,7% dari tahun 2019 dan total kewajiban (liabilitas) sebesar Rp 3,73 triliun atau naik 35,4% dari tahun 2019. Terakhir, total ekuitas BEI pada tahun 2020 adalah sebesar Rp 5,11 triliun atau naik 14,9% dari tahun 2019. (wan)


EMITEN NEWS

Dirikan Anak Usaha Baru, Hero Supermarket Rambah Bisnis Penjualan Mebel

Published

on

Salah satu gerai PT Hero Supermarket Tbk./ Dok. mediaemten.com.

MEDIA EMITEN – PT Hero Supermarket Tbk melakukan diversifikasi usahaa dengan merambah bisnis penjualan mebel di tengah masih tertekannya kinerja keuangan akibat gempuran pandemi Covid-19.

Emiten peritel dengan kode HERO ini menggandeng PT Rumah Mebel Nusantara untuk mendirikan anak perusahaan baru yang diberi nama PT Distribusi Mebel Nusantara (DMN) yang bergerak dibidang usaha perdagangan besar.

Baca Juga: Masih Pandemi, Waskita Mampu Raih Proyek Baru Senilai Rp 562 Miliar

Menurut Iwan Nurdiansyah, Sekretaris Perusahaan Hero Supermarket, PT DMN didirikan dengan modal dasar senilai Rp 11 miliar yang terbagi atas 1,1 juta lembar saham.

Dijelaskan, PT Perusahaan Mebel Nusantara merupkan perusahaan terkendali perseroan dengan jumlah persentase kepemilikan saham sebesar 99,99% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor.

“Di dalam perusahaan baru patungan ini, HERO menguasai 99,99% kepemilikan. Kepemilikan itu setara dengan nilai nominal Rp 10,99 miliar,” kata Iwan dalam keterangan tertulis yang dikutip mediaemiten.com

Ditambahkan Iwan, pendirian anak usaha tersebut tidak akan berdampak negatif terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha perseroan.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2021, HERO membukukan pendapatan bersih senilai Rp 1,76 triliun, menurun 32,20% dari posisi Rp 2,60 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Namun, perseroan mampu mengurangi rugi periode berjalan dari Rp 43,56 miliar pada kuartal I/2020 menjadi Rp 1,65 miliar pada kuartal I/2021.

Belum lama ini, HERO mengumumkan penutupan operasi hypermarket Giant. Selanjutnya lima gerai Giant rencananya akan berubah menjadi gerai IKEA.

Pasca ditutupnya gerai Giant, perseroan akan memfokuskan bisnisnya ke merek dagang IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan Giant.

Patrik Lindvall, Presiden Direktur PT Hero Supermarket Tbk mengatakan pihaknya terus beradaptasi terhadap dinamika pasar dan tren pelanggan yang terus berubah, termasuk menurunnya popularitas format hypermarket dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia; sebuah tren yang juga terlihat di pasar global.

“Kami tetap meyakini bahwa sektor peralatan rumah tangga, kesehatan dan kecantikan, serta keperluan sehari-hari untuk kelas atas memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi,” kata Patrik.

Ditambahkan, dalam kurun waktu dua tahun, HERO menargetkan akan menggandakan empat kali lipat jumlah gerai IKEA dibanding tahun 2020, serta membuka hingga 100 gerai Guardian baru hingga akhir tahun 2022.

Simak Pula: Pertamina Targetkan Portofolio Energi Hijau 17% Pada 2030

Sebagai bagian dari fokus baru tersebut, PT Hero Supermarket Tbk akan mengubah hingga lima gerai Giant menjadi IKEA, yang diharapkan dapat menambah aksesibilitas bagi pelanggan.

Gerai Giant akan ditutup pada akhir Juli 2021, walaupun negosiasi terkait potensi pengalihan kepemilikan sejumlah gerai Giant kepada pihak ketiga masih berlangsung. (BAN)


Continue Reading

EMITEN NEWS

Masih Pandemi, Waskita Mampu Raih Proyek Baru Senilai Rp 562 Miliar

Published

on

PT Waskita Karya (Persero) Tbk. /Dok. idxchannel.com.

MEDIA EMITEN – Perusahaan konstruksi pelat merah, PT Waskita Karya (Persero) Tbk berhasil meraih proyek baru senilai Rp 562 miliar hingga semester I 2021, di tengah masih pandemi Covid-19 yang angkanya terus melonjak.

Kondisi pandemi menimbulkan tekanan yang cukup besar bagi keuangan dan operasional perusahaan.

Ditambah saat ini varian Covid-19 terbaru juga telah memasuki Indonesia, dengan efek penyebarannya lebih cepat sehingga pemerintah menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk menekan penyebarannya.

Baca Juga: Indah Kiat Tutup Anak Usaha di Cayman Islands

Namun demikian menurut Vice President Corporate Secretary Waskita, Ratna Ningrum , perseroan tetap memperoleh kepercayaan dari para pelanggan.

Hal tersebut ditandai dengan diperolehnya beberapa proyek baru oleh Waskita. Pada akhir bulan Juni 2021, Waskita berhasil menambah 6 proyek baru ke dalam portofolionya, dengan total nilai mencapai Rp 562 miliar.

Emiten dengan kode saham WSKAT ditunjuk menjadi pemenang tender proyek Jalan Long Semamu – Long Bawan 2 senilai Rp 143 miliar dan proyek pembangunan Kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Tahap III dengan nilai kontrak mencapai Rp 158 miliar milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR).

Dikatakan, Waskita juga baru saja ditetapkan sebagai pemenang tender atas proyek Pengembangan Pavement Runway Service Performance Bandar Udara Hang Nadim Batam senilai Rp 96 miliar serta proyek Penataan Kawasan Pura Besakih milik Pemerintah Daerah Bali dengan nilai kontrak mencapai Rp 110 miliar.

Tidak hanya itu, Waskita juga berhasil memenangkan tender Pembangunan Rumah Susun dan Townhouse Duren Tiga Tahap 2 milik PT Bukit Asam Tbk dengan nilai kontrak mencapai Rp 55 miliar.

Ditambah, pada proyek Tower Transmisi tahun 2021 milik PT PLN (Persero) telah ditetapkan beberapa pemenang, di mana Waskita termasuk di dalamnya.

Ratna menambahkan, Waskita yang tergabung dalam konsorsium bersama beberapa kontraktor lain juga dinyatakan lolos proses kualifikasi pada proses tender proyek Pipanisasi Cikampek – Plumpang milik PT Pertamina (Persero) dan proyek Penyiapan Lahan Industri Utara dan Selatan milik PT Pupuk Kaltim.

Dijelaskan, Perseroan terus berkomitmen untuk menjaga kepercayaan yang telah diberikan para pemilik proyek.

Simak Pula: Kemendag: Ekspor Pupuk Diperkirakan Capai US$ 13,7 Miliar Hingga Akhir Tahun

“Penyelesaian proyek yang tepat waktu dengan mutu terbaik menjadi prioritas Waskita,” ucap Ratna.

Dengan implementasi protokol kesehatan yang ketat di lingkungan proyek, Perseroan terus melaksanakan proses produksi untuk memastikan pencapaian progress dari setiap proyek.

Diungkapkan Ratna, perolehan proyek-proyek baru tersebut menjadi tambahan katalis positif untuk mendorong pemulihan kinerja dan kondisi keuangan Waskita.

“Selain perbaikan kinerja operasional, Waskita fokus pada program strategis untuk pemulihan keuangan yaitu divestasi ruas tol dan restrukturisasi keuangan,” jelas Ratna.

Sebagai informasi, hingga akhir Semester 1 tahun ini Waskita mampu merealisasikan divestasi atas 3 dari 9 ruas yang ditargetkan untuk dilepas pada tahun ini.

Waskita sukses melepas ruas tol Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi, ruas Cinere – Serpong, dan ruas Batang – Semarang.

“Dengan memanfaatkan momentum ini, kami yakin kinerja Waskita akan menunjukan perbaikan pada semester 2 tahun ini” kata Ratna. (wan)

Bac Pula: Pemkab Bogor Kembali Gelar Vaksinasi Massal untuk 2.500 Orang di TSI Puncak


Continue Reading

EMITEN NEWS

Indah Kiat Tutup Anak Usaha di Cayman Islands

Published

on

PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP)./ Dok. idxchannel.com.

MEDIA EMITEN – Perusahaan kertas milik Sinar Mas Group, PT Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) menutup anak usahanya di Caymand Island.s

Perusahaan yang ditutup itu bernama IK Trading Limited.

Baca Juga: BSI Migrasi Nasabah ke Digital Selama PPKM Darurat, ATM eks BRIS dan BNIS Masih Berlaku

Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis, 8 Juli 2021, Direktur Indah Kiat Pulp & Paper, Heri Santoso mengatakan pada tanggal 6 Juli 2021, Perseroan menerima informasi dari registered agent di Cayman Islands sehubungan dengan penutupan IK Trading Limited, anak perusahaan Perseroan dengan kepemilikan 100% yang berkedudukan di Cayman Islands.

“Penutupan anak perusahaan Perseroan ini tidak memiliki dampak signifikan terhadap kondisi Perseroan,” ungkap Heri yang dikutip mediaemiten.com.

Sebelumnya PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) kembali memberikan rating single A Plus untuk obligasi Indah Kiat Pulp & Paper senilai Rp 8,578 triliun.

“Peringkat diberikan terhadap Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Seri B dan Seri C Tahun 2020, Tahap II Seri B dan Seri C Tahun 2020, Tahap III Seri A, Seri B dan Seri C Tahun 2020, Tahap IV Seri A, Seri B dan Seri C Tahun 2021 PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk senilai Rp 8.578 triliun,” kata Direktur Utama Pefindo, Salyadi Saputra dalam keterbukaan informasi BEI, beberapa waktu lalu.

Dikatakan, efek utang dengan peringkat idA mengindikasikan bahwa kemampuan emiten untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut, dibandingkan dengan emiten lainnya di Indonesia, adalah kuat. Walaupun demikian, kemampuan emiten mungkin akan mudah terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi, dibandingkan dengan emiten yang peringkatnya lebih tinggi. (wan)

Simak Juga: Garudafood Bagikan Dividen Rp 132 Miliar dan Buyback Saham


Continue Reading

Trending