Connect with us

BOGOR

Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor Melonjak 75,8%, Ini Penjelasan Bupati Ade Yasin

Published

on

MEDIA EMITEN -Virus corona Covid-19 yang mulai masuk ke Indonesia di akhir tahun 2019, kini penyebarannya semakin mengkhawatirkan. Jumlah kasus positif kian melonjak, termasuk di Kabupaten Bogor.

Sesuai instruksi pemerintah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor juga memberlakukan pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro melalui kebijakan yang tertuang dalam Keputusan Bupati Bogor, Ade Yasin, Nomor 443/336/Kpts/Per-UU/2021, berlaku dari 22 Juni – 05 Juli 2021.

Baca Juga: Di Depan Jokowi, Ade Yasin Sebut Pemkab Bogor Siap Lanjutkan Vaksinasi Massal

Bagaimana perkembangan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bogor, berikut ini penjelasan Bupate Ade Yasin yang dikutip mediaemiten.com.

1. Total kasus konfirmasi sampai dengan tanggal 24 Juni 2021 sebanyak 19.801 orang.
2.  Kenaikan kasus positif aktif setelah Idul Fitri sampai 23 Juni 2021 sebesar 75,8 %.
3.  Kasus lebih banyak didominasi usia muda 20-49 tahun (55%).
4.  Cakupan vaksinasi dosis 1 & 2 357.100 dosis (26,8% dari sasaran Tahap 1&2). Target vaksinasi sebanyak 1,2 juta orang. 
5.  Tenaga Nakes dari 4 RSUD dan seluruh Puskesmas yang terkonfirmasi positif berjumlah  90 orang dan cluster perkantoran sebanyak 91 orang pada Bappedalitbang, Bappenda, DPMPTSP, DPKPP.

Upaya Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor dalam menyikapi kondisi terkini 

Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor melakukan berbagai langkah untuk menekan penyebaran virus Covid-19 seperti:

  1. Menghentikan sementara pelayanan pada dinas-dinas yang terkonfirmasi
  2. Memperluas tracing dengan antigen minimal 10 kontak per kasus konfirmasi.
  3. Mengoptimalkan Pusat Isolasi Mandiri dan membentuk Pusat Isolasi Tingkat Desa untuk pasien tidak bergejala (OTG). 
  4. Menambah tenaga kesehatan dengan melakukan rekrutment relawan untuk Pusat Isolasi dan Rumah Sakit. 
  5. Menambah ruang perawatan kamar di setiap RS Swasta minimal 30% sesuai dengan Permenkes. Bupati akan bersurat kembali kepada Direktur RS swasta di Kabupaten Bogor untuk menyiapkan ruang khusus pasien Covid-19.  
  6. Percepatan vaksinasi Covid-19 melalui penjadwalan baku minimal 3 hari per minggu di setiap Puskesmas.
  7. Pemberdayaan masyarakat untuk pembentukan Sentra Vaksinasi Inisiasi Masyarakat. 

Simak Pula: Keren, Bupati Bogor Ade Yasin Menata Cibinong Raya Menjadi Lebih Cantik

Terkait kebijakan PPKM Mikro, Ade Yasin menjelaskan;

1.  Tempat kerja perkantoran 50% WFH dan 50% WFO;
2.  Belajar-mengajar, workshop, rapat, seminar dilakukan secara daring/tatap muka secara terbatas;
3.  Tempat ibadah maksimal 50%;
4.  Sektor esensial masyarakat beroperasi 100% dengan protokol kesehatan ketat;
5.  Wisata alam dan wisata permainan maksimal 25% beroperasi Jam 08.00 – 17.00; 
6.  Fasilitas umum dan kegiatan sosial budaya ditutup/dihentikan;
7.  Dine-in tempat makan maksimal 25% dibatasi sampai Jam 20.00;
8.  Konstruksi beroperasi dengan protokol kesehatan ketat;
9.  Operasional pusat perbelanjaan maksimal 25% Jam 10.00 – 20.00;
10. Moda transportasi dibatasi 50%;
11. Hotel/resort/cottage maksimal 50% dengan protokol kesehatan ketat;
12. Aktivitas yang berpotensi menimbulkan kerumunan tidak diperbolehkan.

Bupati Bogor mengimbau agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan 5M (Memakai Masker – Mencuci Tangan – Menjaga Jarak – Menghindari Kerumunan – Membatasi Mobilitas dan Interaksi). (wan)  


BOGOR

Nekat Beroperasi Saat PPKM Darurat, 2 Pabrik di Citeureup Bogor Ditutup

Published

on

Kasatpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridhallah saat mendatangi pabrik PT Banteng Pratama di Citeureup, Bogor./ Dok. bogorkab.go.id.

MEDIA EMITEN – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Bogor, Agus Ridhallah menutup sementara dua perusahaan di wilayah Citeureup yakni PT Banteng Pratama Citeureup dan PT Shihan Garmen, Selasa, 13 Juli 2021. Penutupan  dilakukan karena dua perusahaan itu nekad beroperasi di masa penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Agus Ridhallah mengatakan, selaini tu juga ada pelanggaran yang dilakukan PT Banteng Pratama Citeureup karena tidak melapor kepada Satgas Covid-19 Kecamatan dan Satgas Kabupaten Bogor terkait adanya 60 karyawan di perusahaan itu yang positif Covid-19.

Baca Juga: Ade Yasin Bentuk Posko Pengendalian Ketersediaan Oksigen

“Penutupan dua pabrik ini berdasarkan aduan dari masyarakat kepada Bupati Bogor. Kemudian kami diinstruksikan Ibu Bupati untuk menutup dua pabrik ini karena nekad beroperasi di masa PPKM Darurat,” ujar Agus dikutip mediaemiten.com dari laman bogorkab.go.id.

Ditambahkan Agus bahwa dirinya sudah bertemu dengan manajemen pabrik tersebut untuk diberikan penjelasan terkait penutupan tersebut lantaran beroperasi saat PPKM Darurat.

Selanjutnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Mike Kaltarina menyatakan, pihaknya juga diinstruksikan untuk melakukan tracking ke para karyawan di PT Banteng Pratama.

“Hari ini pihak Puskesmas Citeureup sudah kami turunkan untuk melakukan tracking PT Banteng Pratama,” ucapnya. (wan)

Simak Pula: Pertamina Targetkan Portofolio Energi Hijau 17% Pada 2030


Continue Reading

BOGOR

Ade Yasin Bentuk Posko Pengendalian Ketersediaan Oksigen

Published

on

Bupati Bogor, Ade Yasin saat menjelaskan pembentukan Posko Pengendalian Ketersediaan Oksigen./ Dok. bogorkab.go.id.

MEDIA EMITEN – Bupati Bogor, Ade Yasin membentuk Pos Komando (Posko) Ketersediaan Oksigen Untuk Kebutuhan Medis Penanganan Covid-19.

Pembentukan pos komando ini sesuai dengan Keputusan Bupati Bogor Nomor 443/365/Kpts/Per-UU/2021 yang ditetapkan di Cibinong pada tanggal 12 Juli 2021.

Baca Juga: Ade Yasin Ikut Doa Bersama Memohon Pandemi Covid-19 Segera Berakhir 

Ade Yasin mengatakan, pembentukan Posko Pengendalian Ketersediaan Oksigen ini untuk meningkatkan ketersediaan oksigen di rumah sakit. Hal ini butuh partisipasi dan kerjasama berbagai pemangku kepentingan.

“Untuk mengoordinasikan berbagai pemangku kepentingan dalam pemenuhan kebutuhan oksigen di rumah sakit dan pengendalian distribusinya, maka dibentuklah Pos Komando,” tutur Ade dikutip mediaemiten.com dari laman bogorkab.go.id

Dijelaskan, tugas Posko diantaranya mengupayakan ketersediaan oksigen untuk keperluan medis penanganan Covid-19 di Kabupaten Bogor.

Kemudian menyusun rencana kebutuhan oksigen untuk keperluan medis penanganan Covid-19, baik untuk fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes), masyarakat, maupun buffer stock untuk pengamanan kebutuhan oksigen. 

“Selanjutnya, mengendalikan pendistribusian oksigen mulai dari pabrik, distributor, agen penyalur hingga ke Fasyankes dan masyarakat. Mengoordinasikan dan menyinkronkan antara kebutuhan dengan suplai oksigen serta sarana pendukungnya,” kata politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu. 

Simak Pula: Pertamina Targetkan Portofolio Energi Hijau 17% Pada 2030

Ia menambahkan, tugas berikutnya adalah membentuk kesekretariatan Posko oksigen dan layanan call center, melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap ketersediaan oksigen untuk keperluan medis penanganan Covid-19 di Kabupaten Bogor, serta melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Bupati Bogor melalui Sekretaris Daerah.

“Dalam Posko oksigen juga melibatkan unsur dari Lanud Atang Sendjaja, unsur Kodim 0621, Polres Bogor, serta Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor dalam bidang pengadaan dan distribusi, yang salah satu tugasnya adalah mengawasi dan mengawal distribusi oksigen dari produsen, distributor, agen, sampai ke Fasyankes dan masyarakat,” ucap Bupati Ade Yasin. (wan)


Continue Reading

BOGOR

Ade Yasin Ikut Doa Bersama Memohon Pandemi Covid-19 Segera Berakhir

Published

on

Bupati Bogor, Ade Yasin bersama jajaran Pemkab Bogor ikut rangkaian doa bersama yang bertajuk Pray From Home, Dari Rumah untuk Indonesia, Minggu, 11 Juli 2021./ Dok. bogorkab.go.id.,

MEDIA EMITEN – Bupati Bogor, Ade Yasin ikut rangkaian doa bersama yang bertajuk Pray From Home, Dari Rumah untuk Indonesia, memohon agar pandemi Covid-19 segera berakhir.

Dalam doa bersama yang dilakukan secara serentak dan virtual ini diikuti Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden, Ma’ruf Amin, para pimpinan lembaga negara, jajaran menteri kabinet Indonesia Maju, TNI, Polri, gubernur, bupati, walikota serta seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga: Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor Melonjak 75,8%, Ini Penjelasan Bupati Ade Yasin

Doa bersama yang disiarkan secara langsung oleh TV nasional dan kanal informasi lainnya diselenggarakan oleh Kementerian Agama. 

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, doa bersama dari rumah ini kelanjutan dari acara Hening Cipta Indonesia. Hari Sabtu, 10 Juli 2021, untuk mengenang dan mendoakan para tenaga kesehatan, pemuka agama, guru, dosen, PNS, karyawan, pejabat publik, TNI, Polri, aktivis kemanusiaan, pemuda dan warga masyarakat yang telah wafat karena terpapar virus Covid-19. 

”Ditengah pandemi Covid-19 ini, kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa berdoa sesuai agama serta kepercayaan masing-masing, agar Allah SWT memberi rahmat ampunan perlindunganNya kepada Bangsa Indonesia dan seluruh umat manusia,” ujar Yaqut. 

Dikatakan, dalam agama selalu diajarkan bahwa doa adalah senjata orang-orang beriman.

Doa adalah penenang jiwa dan penambah optimisme di dalam kehidupan. Semoga pandemi Covid-19 ini segera berakhir.

“Untuk itu mari kita semua perkuat keimanan serta ketaqwaan kita terhadap Allah. Kita tingkatkan kedermawanan sosial, semangat berbagi serta rela berkorban untuk saling membantu saudara-saudara kita yang terkena Covid-19,” ucap Menteri Yaqut.

Bupati Bogor mengatakan, Satgas Penanganan Covid-19 terus fokus berupaya menekan angka penyebaran Covid-19 melalui pemberlakukan PPKM Darurat hingga 20 Juli.

Simak Pula: Indonesia Dapat Kiriman Tiga Juta Vaksin Moderna dari Amerika Serikat

Ade Yasin mengajak seluruh masyarakat agar bagi yang belum divaksin harap segera divaksin, serta mematuhi protokol kesehatan dan juga terus berdoa agar pandemi ini segera berlalu.

Dalam doa bersama secara virtual di Pendopo Bupati, Cibinong juga hadir  Kepala Kejaksaan Negeri, Munaji, Kapolres Bogor, AKBP Harun, Sekretaris Daerah, Burhanudin, beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor. (wan)


Continue Reading

Trending