Connect with us

EMITEN NEWS

Garudafood Bagikan Dividen Rp 132 Miliar dan Buyback Saham

Published

on

MEDIA EMITEN – Kinerja PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk terimbas kondisi perekonomian nasional yang terkontraksi akibat pandemi Covid-19. Namun emiten konsumer itu tetap membagikan dividen sebesar Rp 18 per saham atau 50,85% dari laba yang diatribusikan ke pemilik induk yang mencapai Rp 132 miliar.

Hal itu terungkap dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Rabu, 16 Juni 2021 seperti dikutip mediaemiten.com.

Baca Juga: Kemenkeu: Reformasi Investasi Tingkatkan Daya Saing dan Dorong Pemulihan Ekonomi

“Pembagian dividen ini tentunya telah mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan bisnis perseroan serta antisipasi risiko yang mungkin terjadi di masa mendatang,” ucap Direktur Utama Garudafood Putra Putri Jaya, Hardianto Atmadja dalam keterangan yang dikutip mediaemiten.com.  

Hardianto mengatakan tahun 2020 merupakan tahun yang menantang akibat pandemi Covid-19 yang menghantam kondisi ekonomi Indonesia.

Kondisi ini berimbas pada menurunnya daya beli masyarakat sehinga penjualan produk-produk yang bukan merupakan kebutuhan pokok menjadi jauh lebih menantang.

Selain itu, kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat yang diambil oleh hampir semua negara, termasuk Indonesia membuat arus perdagangan barang dan jasa dunia mengalami penurunan.

Namun, perseroan terus berupaya untuk bertahan dengan menerapkan strategi open collaboration, seperti peluncuran produk baru yang inovatif, meningkatkan penjualan melalui jalur distribusi, segmen dan pangsa pasar yang baru.

“Termasuk melakukan akuisisi PT Mulia Boga Raya Tbk yang bergerak di bidang keju olahan dengan merek Prochiz dan TopChiz,” tutur Hardianto.

Kinerja emiten dengan kode saham GOOD ini di sepanjang tahun 2020, menunjukkan adanya tren perlambatan sebagai dampak dari pandemi.

Perseroan mencatat adanya penurunan total penjualan di tahun 2020 sebesar 8,6% atau Rp 7,711 miliar dibandingkan dengan periode sama di tahun sebelumnya.

Sedangkan laba bersih terkoreksi 43,7% menjadi Rp 245 miliar dari periode tahun lalu Rp 435 miliar. Laba per lembar saham juga ikut turun sebesar 37,7% yakni Rp 35,2 dibandingkan tahun sebelumnya.

RUPST juga menyetujui pembelian kembali saham perseroan (share buyback) sebanyak-banyaknya 1% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh dengan alokasi dana maksimum Rp 50 miliar yang akan dilakukan secara bertahap paling lambat 18 bulan sejak disetujui dalam rapat.

Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga saham perseroan di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.

Menurutnya, RUPST juga menyetujui rencana perseroan untuk melakukan penambahan kegiatan usaha utama di bidang Industri minuman ringan dan industri produk obat tradisional untuk manusia, penambahan kegiatan usaha penunjang di bidang pertanian yakni pertanian kacang tanah dan pertanian jagung.

Di samping itu, menyetujui penambahan bidang usaha untuk anak usaha Perseroan yakni PT Sinarniaga Sejahtera di bidang perdagangan besar alat laboratorium, alat farmasi dan alat kedokteran untuk manusia, perdagangan besar kosmetik untuk manusia.

Perdagangan besar peralatan dan perlengkapan rumah tangga, perdagangan besar berbagai barang dan perlengkapan rumah tangga lainnya, pergudangan dan penyimpanan, aktivitas kurir, angkutan multimoda, dan angkutan bermotor untuk barang umum.

“Penambahan bidang usaha ini merupakan salah satu bagian dari strategi jangka panjang perseroan. Tentunya, kami harap strategi ini akan berdampak pada meningkatnya pendapatan perseroan serta memberikan nilai tambah bagi pemegang saham,” tutur Hardianto.

Sementara itu hasil  hasil RUPST juga menyetujui rencana perubahan pemecahan nilai nominal saham perseroan (stock split) dengan rasio 1:5 sehingga nilai nominal per saham sebesar Rp 20.

Stock split bertujuan untuk meningkatkan jumlah unit saham yang beredar serta memperluas distribusi kepemilikan saham melalui penyesuaian harga saham sehingga mencapai trading range yang optimal untuk menjangkau berbagai lapisan investor.

Simak Pula: Beberapa Metode Untuk Menguji Kecepatan Internet

Di samping itu, RUPST Garudafood juga menyetujui pengangkatan Rudi Eko Hartono menggantikan Rudy Brigianto sebagai Direktur Independen yang telah memasuki masa pensiun.

Rudi Eko Hartono saat ini menjabat sebagai Direktur Utama PT Sinarniaga Sejahtera, perusahaan terkendali perseroan. (wan)


FARMASI

Mahasiswa Universitas Pertamina Temukan Inovasi Metode Pengembangan Obat Kanker Payudara

Published

on

Mahasiswi Universitas Pertamina Program Studi Kimia Andrea Hanna Rinindita melakukan praktikum di Laboratorium Kimia Terintegrasi, Universitas Pertamina, Jakarta pada 2020. (Dok. pertamina.com)

MEDIA EMITEN – Andrea Hanna Rinindita, Mahasiswa Program Studi Kimia Universitas Pertamina menemukan inovasi metode pengembangan obat kanker Payudara.

Ini merupakan kabar positif di tengah Hari Pedul Kanker Payudara yang bertepatan dengan tanggal 26 Oktober.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyebutkan kanker payudara merupakan salah satu penyakit yang memiliki tingkat kematian tinggi di Indonesia.

Selanjutnya, silahkan baca berita versi lengkapnya di media Hallo.id dalam artikel Mahasiswa Universitas Pertamina Temukan Inovasi Metode Pengembangan Obat Kanker Payudara


Continue Reading

EMITEN NEWS

Dirikan Anak Usaha Baru, Hero Supermarket Rambah Bisnis Penjualan Mebel

Published

on

Salah satu gerai PT Hero Supermarket Tbk./ Dok. mediaemten.com.

MEDIA EMITEN – PT Hero Supermarket Tbk melakukan diversifikasi usahaa dengan merambah bisnis penjualan mebel di tengah masih tertekannya kinerja keuangan akibat gempuran pandemi Covid-19.

Emiten peritel dengan kode HERO ini menggandeng PT Rumah Mebel Nusantara untuk mendirikan anak perusahaan baru yang diberi nama PT Distribusi Mebel Nusantara (DMN) yang bergerak dibidang usaha perdagangan besar.

Baca Juga: Masih Pandemi, Waskita Mampu Raih Proyek Baru Senilai Rp 562 Miliar

Menurut Iwan Nurdiansyah, Sekretaris Perusahaan Hero Supermarket, PT DMN didirikan dengan modal dasar senilai Rp 11 miliar yang terbagi atas 1,1 juta lembar saham.

Dijelaskan, PT Perusahaan Mebel Nusantara merupkan perusahaan terkendali perseroan dengan jumlah persentase kepemilikan saham sebesar 99,99% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor.

“Di dalam perusahaan baru patungan ini, HERO menguasai 99,99% kepemilikan. Kepemilikan itu setara dengan nilai nominal Rp 10,99 miliar,” kata Iwan dalam keterangan tertulis yang dikutip mediaemiten.com

Ditambahkan Iwan, pendirian anak usaha tersebut tidak akan berdampak negatif terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha perseroan.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2021, HERO membukukan pendapatan bersih senilai Rp 1,76 triliun, menurun 32,20% dari posisi Rp 2,60 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Namun, perseroan mampu mengurangi rugi periode berjalan dari Rp 43,56 miliar pada kuartal I/2020 menjadi Rp 1,65 miliar pada kuartal I/2021.

Belum lama ini, HERO mengumumkan penutupan operasi hypermarket Giant. Selanjutnya lima gerai Giant rencananya akan berubah menjadi gerai IKEA.

Pasca ditutupnya gerai Giant, perseroan akan memfokuskan bisnisnya ke merek dagang IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan Giant.

Patrik Lindvall, Presiden Direktur PT Hero Supermarket Tbk mengatakan pihaknya terus beradaptasi terhadap dinamika pasar dan tren pelanggan yang terus berubah, termasuk menurunnya popularitas format hypermarket dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia; sebuah tren yang juga terlihat di pasar global.

“Kami tetap meyakini bahwa sektor peralatan rumah tangga, kesehatan dan kecantikan, serta keperluan sehari-hari untuk kelas atas memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi,” kata Patrik.

Ditambahkan, dalam kurun waktu dua tahun, HERO menargetkan akan menggandakan empat kali lipat jumlah gerai IKEA dibanding tahun 2020, serta membuka hingga 100 gerai Guardian baru hingga akhir tahun 2022.

Simak Pula: Pertamina Targetkan Portofolio Energi Hijau 17% Pada 2030

Sebagai bagian dari fokus baru tersebut, PT Hero Supermarket Tbk akan mengubah hingga lima gerai Giant menjadi IKEA, yang diharapkan dapat menambah aksesibilitas bagi pelanggan.

Gerai Giant akan ditutup pada akhir Juli 2021, walaupun negosiasi terkait potensi pengalihan kepemilikan sejumlah gerai Giant kepada pihak ketiga masih berlangsung. (BAN)


Continue Reading

EMITEN NEWS

Masih Pandemi, Waskita Mampu Raih Proyek Baru Senilai Rp 562 Miliar

Published

on

PT Waskita Karya (Persero) Tbk. /Dok. idxchannel.com.

MEDIA EMITEN – Perusahaan konstruksi pelat merah, PT Waskita Karya (Persero) Tbk berhasil meraih proyek baru senilai Rp 562 miliar hingga semester I 2021, di tengah masih pandemi Covid-19 yang angkanya terus melonjak.

Kondisi pandemi menimbulkan tekanan yang cukup besar bagi keuangan dan operasional perusahaan.

Ditambah saat ini varian Covid-19 terbaru juga telah memasuki Indonesia, dengan efek penyebarannya lebih cepat sehingga pemerintah menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk menekan penyebarannya.

Baca Juga: Indah Kiat Tutup Anak Usaha di Cayman Islands

Namun demikian menurut Vice President Corporate Secretary Waskita, Ratna Ningrum , perseroan tetap memperoleh kepercayaan dari para pelanggan.

Hal tersebut ditandai dengan diperolehnya beberapa proyek baru oleh Waskita. Pada akhir bulan Juni 2021, Waskita berhasil menambah 6 proyek baru ke dalam portofolionya, dengan total nilai mencapai Rp 562 miliar.

Emiten dengan kode saham WSKAT ditunjuk menjadi pemenang tender proyek Jalan Long Semamu – Long Bawan 2 senilai Rp 143 miliar dan proyek pembangunan Kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Tahap III dengan nilai kontrak mencapai Rp 158 miliar milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR).

Dikatakan, Waskita juga baru saja ditetapkan sebagai pemenang tender atas proyek Pengembangan Pavement Runway Service Performance Bandar Udara Hang Nadim Batam senilai Rp 96 miliar serta proyek Penataan Kawasan Pura Besakih milik Pemerintah Daerah Bali dengan nilai kontrak mencapai Rp 110 miliar.

Tidak hanya itu, Waskita juga berhasil memenangkan tender Pembangunan Rumah Susun dan Townhouse Duren Tiga Tahap 2 milik PT Bukit Asam Tbk dengan nilai kontrak mencapai Rp 55 miliar.

Ditambah, pada proyek Tower Transmisi tahun 2021 milik PT PLN (Persero) telah ditetapkan beberapa pemenang, di mana Waskita termasuk di dalamnya.

Ratna menambahkan, Waskita yang tergabung dalam konsorsium bersama beberapa kontraktor lain juga dinyatakan lolos proses kualifikasi pada proses tender proyek Pipanisasi Cikampek – Plumpang milik PT Pertamina (Persero) dan proyek Penyiapan Lahan Industri Utara dan Selatan milik PT Pupuk Kaltim.

Dijelaskan, Perseroan terus berkomitmen untuk menjaga kepercayaan yang telah diberikan para pemilik proyek.

Simak Pula: Kemendag: Ekspor Pupuk Diperkirakan Capai US$ 13,7 Miliar Hingga Akhir Tahun

“Penyelesaian proyek yang tepat waktu dengan mutu terbaik menjadi prioritas Waskita,” ucap Ratna.

Dengan implementasi protokol kesehatan yang ketat di lingkungan proyek, Perseroan terus melaksanakan proses produksi untuk memastikan pencapaian progress dari setiap proyek.

Diungkapkan Ratna, perolehan proyek-proyek baru tersebut menjadi tambahan katalis positif untuk mendorong pemulihan kinerja dan kondisi keuangan Waskita.

“Selain perbaikan kinerja operasional, Waskita fokus pada program strategis untuk pemulihan keuangan yaitu divestasi ruas tol dan restrukturisasi keuangan,” jelas Ratna.

Sebagai informasi, hingga akhir Semester 1 tahun ini Waskita mampu merealisasikan divestasi atas 3 dari 9 ruas yang ditargetkan untuk dilepas pada tahun ini.

Waskita sukses melepas ruas tol Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi, ruas Cinere – Serpong, dan ruas Batang – Semarang.

“Dengan memanfaatkan momentum ini, kami yakin kinerja Waskita akan menunjukan perbaikan pada semester 2 tahun ini” kata Ratna. (wan)

Bac Pula: Pemkab Bogor Kembali Gelar Vaksinasi Massal untuk 2.500 Orang di TSI Puncak


Continue Reading

Trending