Connect with us

BARANG KONSUMSI

ACE Hardware Bagi Dividen Rp 32,15 per Saham, Cek Jawalnya

Published

on

ACE Hardware Indonesia./Dok. acehardware.co.id.

MEDIA EMITEN -PT ACE Hardware Indonesia Tbk (ACES) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 32,15 per saham dengan total nilai Rp 550,42 miliar.

Pembagian dividen itu merupakan 75% dari laba per saham sepanjang tahun 2020, sementara sisa laba bersih akan dimasukkan sebagai laba ditahan.

Baca Juga: Semen Indonesia Siap Kuasai Pasar Industri Turunan, Luncurkan Inovasi Mortar

“Dividen Tunai untuk periode tahun buku 2020 sesuai dengan hasil RUPS Tahunan tanggal 09 Juni 2021,” kata Helen Tanzil, Corporate Secretary ACE Hardware Indonesia dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip mediaemiten.com.

Jadwal Pembagian Dividen PT Ace Hardware Indonesia Tbk

Dalam keterbukaan informasi BEI, PT Ace Hardware Indonesia Tbk menyampaikan jadwal pembagian dividen tunai. Jadwalnya sebagai berikut:

  1. Tanggal Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi pada 17 Juni 2021
  2. Tanggal Ex Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi pada 18 Juni 2021
  3. Tanggal Cum Dividen di Pasar Tunai pada 21 Juni 2021
  4. Tanggal Ex Dividen di Pasar Tunai pada 22 Juni 2021
  5. Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai pada 21 Juni 2021
  6. Tanggal Pembayaran Dividen pada 09 Juli 2021

Baca Juga: BPK: Pembangunan KEK Teluk Tomini Jangan Hanya Menguntungkan Investor Saja

Pada tahun 2019, Ace Hardware membagikan dividen sebesar Rp 18,1 per saham.

Dividen tunai tersebut merupakan 30% dari laba bersih perseroan tahun 2019. (wan)


BARANG KONSUMSI

Semen Indonesia Bagi Dividen Rp 1,12 Triliun

Published

on

RUPST PT Semen Indonesia (Persero) Tbk menyetujui pembagian dividen sebesar 40% atau senilai Rp1,12 triliun kepada pemegang saham./Dok. mediaemiten.com.

MEDIA EMITEN – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) menyetujui pembagian dividen sebesar 40% atau senilai Rp1,12 triliun kepada pemegang saham.

Direktur Utama Semen Indonesia, Hendi Prio Santoso mengatakan Rapat menyetujui penetapan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun 2020 sebesar Rp2,79 triliun.

Baca Juga: Pefindo Naikkan Rating Semen Indonesia Jadi AA+

“Sebesar 40% atau Rp 1,12 triliun dialokasikan untuk dividen, dan sebesar 60% atau Rp 1,67 triliun sebagai cadangan lainnya,” kata Hendi seperti dikutip mediaemiten.com.

Hendi menambahkan, meski ekonomi nasional lesu akibat pandemi Covid-19, Perseroan mencatatkan kenaikan laba tahun 2020 yang dapat distribusikan ke pemilik entitas induk sebesar 16,73 % menjadi Rp 2,79 triliun dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp 2,39 triliun.

Sepanjang tahun 2020, Perseroan mampu menjaga kinerja melalui berbagai inisiatif strategis, beban pokok pendapatan mengalami penurunan yang lebih besar dibandingkan dengan penurunan pendapatan, sehingga mampu meningkatkan marjin EBITDA menjadi 25,80%.

Selain itu, Perseroan juga melakukan pengelolaan arus kas secara disiplin, serta menerapkan kebijakan belanja modal yang ketat, sehingga mampu mengelola arus kas dari aktivitas operasi tetap positif.

“Di tengah ketatnya persaingan industri semen dalam negeri, Perseroan melakukan penjualan ekspor ke berbagai negara seperti Australia, Bangladesh, Srilanka dan Cina,” ujar Hendi.

Secara keseluruhan, kondisi ekonomi dan industri semen di Indonesia mengalami kontraksi akibat pandemi Covid-19, serta persaingan yang ketat.

Namun Perseroan mampu melalui tahun 2020 dengan pencapaian kinerja yang baik, khususnya dalam hal efisiensi.

Semen Indonesia, terus mengoptimalkan potensi pasar baru dan menghadirkan berbagai solusi di bidang building material, tahun 2020 meluncurkan produk masonry cement maupun pengembangan digital marketing dengan menghadirkan beberapa platform seperti Sobat Bangun, Akses Toko serta Official Store untuk memberikan kemudahan kepada pelanggan dalam mendapatkan produk perseroan.

Dalam RUPST itu, Semen Indonesia juga mengubah susunan pengurus.

Memberhentikan dengan hormat Mochamad Choliq sebagai Komisaris Independen, dan mengangkat Aas Asikin Idat sebagai komisaris independen.

Simak Pula: Telkom: Rencana IPO Mitratel Sesuai Jadwal Kuartal IV 2021

Rapat juga mengubah nomenklatur jabatan direksi Perseroan yaitu semula direktur keuangan menjadi direktur keuangan dan manajemen risiko. (BAN).


Continue Reading

BARANG KONSUMSI

Laba Bersih HM Sampoerna Tergerus 37,95% Imbas Terpuruknya Daya Beli Masyarakat

Published

on

PT HM Sampoerna mencatat penurunan laba bersih sebesar 37,95% menjadi Rp 8,581 triliun. /Dok. mediaemitencom.

MEDIA EMITEN – PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) mencatat penurunan laba bersih sebesar 37,95% pada akhir 2020 dibandingkan akhir 2019 dari Rp 13,721 triliun menjadi Rp 8,581 triliun.

Akibatnya, laba per saham dasar emiten produsen rokok ini turun dari Rp 118 menjadi Rp 74.

Dalam publikasi laporan keuangan perseroan telah diaudit yang dikutip mediaemiten.com, total penjualan bersih sepanjang tahun 2020 turun 13,2% dari Rp 106,05 triliun menjadi sebesar Rp 92,425 triliun.

Beban pokok pendapatan turun 7,8% dari Rp 79,932 triliun menjadi Rp 73,653 triliun.

Ini membuat laba kotor tergerus 28,14% menjadi Rp 18,771 triliun.  

Pada sisi ekuitas tercatat turun 15,24% dari Rp 35,679 triliun menjadi sebesar Rp 30,241 triliun.

Namun total kewajiban naik 27,64% dari Rp 15,223 triliun menjadi Rp 19,432 triliun.

Hasilnya, aset perseroan tercatat Rp 49,674 triliun atau turun 2,41% dibanding akhir tahun 2019 sebesar Rp 50,902 triliun.

Sementara arus kas diperoleh dari aktivitas operasi turun 30,28% dari Rp 17,145 triliun menjadi Rp 11,953 triliun.

Baca Juga: Grup Band Shaden Louth Ramaikan Dunia Permusikan Indonesia, Terbentuk Saat Pandemi

Untuk menggenjot pertumbuhan penjualan di tahun ini, HM Sampoerna meningkatkan penjualan segmen sigaret kretek tangan (SKT) sebagai salah satu upaya memulihkan kinerja keuangan.

Tercatat sepanjang tahun 2020, perseroan menjual 79,5 miliar batang atau turun 19,3% dibandingkan 2019 sebesar 98,5 miliar batang.

HMSP juga mengalami penurunan pangsa pasar sepanjang 2020 menjadi hanya sebesar 28,8% dari total penjualan rokok domestik sebesar 276,3 miliar batang.

Sebelumnya, pangsa pasar HMSP pada 2019 sebesar 32,2% dari total penjualan rokok domestik sebesar 305,7 miliar batang.

Menurut Presiden Direktur HM Sampoerna, Mindaugas Trumpaitis, keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan tarif cukai bagi segmen SKT pada tahun ini dapat membantu kinerja perseroan dan melindungi para pekerja.

“Keputusan pemerintah itu memberikan peluang bagi perseroan untuk memulihkan kinerja, untuk itu, perseroan akan meningkatkan pekerja di kategori itu, sekaligus memacu penjualan,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, segmen SKT menggunakan lebih banyak tembakau dan memiliki jumlah pekerja 200 kali lebih banyak daripada segmen sigaret kretek menggunakan mesin atau SKM.

Pemerintah sendiri melalui Kementerian Keuangan menaikkan tarif cukai rokok sebesar 12,5% untuk rokok sigaret putih mesin (SPM) dan sigaret kretek mesin (SKM) yang berlaku sejak awal Februari 2021.

Kendati demikian, untuk rokok jenis sigaret kretek tangan (SKT) tidak mengalami perubahan tarif cukai.

Selain itu, peluang pemulihan kinerja melalui segmen itu pun didukung oleh pangsa pasar perseroan di segmen SKT yang hingga kuartal III/2020 masih sekitar 38,7%.

Simak Juga: Serial Biografi si Leher Beton Mike Tyson Akan Diperankan Jamie Foxx

Trumpaitis menambahkan melemahnya ekonomi Indonesia tercermin dari menurunnya daya beli masyarakat telah berdampak pada bisnis HM Sampoerna.

“Volume penjualan kami turun, karena di secara industri pun juga turun, Jadi tahun lalu bukan tahun yang mudah bagi Indonesia dan bagi kami juga,” ujar Trumpaitis. (wan)


Continue Reading

BARANG KONSUMSI

Indofood Cetak Laba Bersih Rp 6,46 Triliun

Published

on

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) sepanjang tahun 2020 mencatatkan laba bersih sebesar Rp 6,46 triliun./Dok. mediaemiten.com

MEDIA EMITEN – PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) sepanjang tahun 2020 mencatatkan laba bersih sebesar Rp 6,46 triliun  atau naik 32% dibanding akhir tahun 2019 senilai Rp 4,91 triliun.

Ini membuat marjin laba bersih meningkat dari 6,4% menjadi 7,9%.

Begitu pula core profit meningkat sebesar 22% dari Rp 4,90 triliun menjadi Rp 5,96 triliun.

CEO Indofood Sukses Makmur, Anthoni Salim mengatakan dalam kondisi operasional yang dinamis selama tahun 2020, perseroan tetap dapat membukukan kinerja yang konsisten melalui ketahanan dan ketangguhan dari model bisnis yang terintegrasi secara vertikal dan merek-merek yang dikenal konsumen.

”Untuk tahapan pengembangan ke depannya, kami akan tetap waspada dalam menjaga kesehatan karyawan kami, memperkuat integrasi vertikal dari model bisnis kami, meningkatkan kinerja yang telah dicapai, serta mengembangkan kemampuan kami dalam menghadapi berbagai peluang dan tantangan baru,” tutur Anthoni dalam keterangan tertulis yang dikutip mediaemiten.com.

Indofood juga membukukan kenaikan penjualan bersih Rp 81,73 triliun sepanjang tahun 2020 atau tumbuh sebesar 7% dibanding tahun 2019 yang tercatat Rp 76,59 triliun.

Hasilnya, laba usaha meningkat 31% dari sebelumnya Rp 9,83 triliun menjadi Rp 12,89 triliun dengan marjin laba usaha sebesar 15,8%.

Tahun lalu, perseroan melalui anak usahanya PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) melakukan konsolidasi dengan Pinehill Company Ltd (PCL) untuk memacu pertumbuhan pendapatan.

Melalui aksi korporasi tersebut, analis BRI Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto mengungkapkan, penjualan Indofood CBP diperkirakan meningkat, sehingga bisa menjadikan kinerja keuangan Indofood Sukses Makmur lebih baik pada 2020 dan 2021 dibandingkan perkiraan semula.

“Kami merevisi naik target kinerja keuangan Indofood tahun 2020 dan 2021, karena ditopang oleh konsolidasi Pinehill,” tulis dia dalam risetnya.

Adapun perkiraan pendapatan Indofood tahun 2021 direvisi naik dari Rp 84,06 triliun menjadi Rp 91,86 triliun.

Begitu juga dengan perkiraan laba bersih direvisi naik dari Rp 5,66 triliun menjadi Rp 5,73 triliun

. Revisi naik tersebut juga ditopang oleh kenaikan rata-rata harga jual beberapa produk perseroan dan perkiraan penurunan beban bunga.

Sebelumnya, Indofood Sukses Makmur melalui anak usahanya, Indofood CBP, menuntaskan akuisisi mayoritas saham Pinehill Company.

Pinehill adalah perusahaan yang memiliki 12 fasilitas produksi mi instan dengan kapasitas produksi lebih dari 10 miliar bungkus mi instan, yang berlokasi di delapan negara dengan total populasi penduduk 550 juta orang.

Pinehill juga memiliki jaringan distribusi di 33 negara yang memiliki total populasi 885 juta orang.

Namun, peningkatan jumlah utang untuk mendanai akuisisi Pinehill menjadi faktor utama penekan pertumbuhan keuntungan Indofood tahun 2020 dan 2021. (wan)


Continue Reading

Trending