Connect with us

EMITEN NEWS

Semen Indonesia Siap Kuasai Pasar Industri Turunan, Luncurkan Inovasi Mortar

Published

on

MEDIA EMITEN – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG menyatakan kesiapannya untuk menguasai pasar industri turunan semen.

Melalui anak perusahaannyaPT Mitra Kiara Indonesia, perseroan kembali menambah pencapaian milestone secara progresif untuk menjadi penyedia solusi bahan bangunan terbesar di regional.

Baca Juga: Semen Indonesia Bagi Dividen Rp 1,12 Triliun

SIG meluncurkan produk “Mortar Indonesia”, inovasi mortar terbaik yang pernah diciptakan untuk menjawab tantangan yang ada di bidang building material dan memberikan solusi kepada stakeholder.

Didukung oleh jaringan distributor SIG yang besar, saat ini, Mortar Indonesia sudah tersedia di beberapa wilayah seperti DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta serta akan menyusul tersedia di wilayah Medan, Lampung dan Makassar.

Direktur Marketing & Supply Chain Semen Indonesia, Adi Munandir mengatakan peluncuran Mortar Indonesia merupakan sebuah pengembangan strategis dari transformasi SIG yang mengedepankan inovasi pada proses produksi, portofolio produk serta proses bisnis.

Salah satu objektif utamanya adalah transformasi teknologi konstruksi, dimana metode konstruksi konvensional akan tergantikan dengan metode konstruksi modern.

Mortar Indonesia salah satunya sebagai produk yang menjawab tantangan tersebut untuk memenuhi kebutuhan konstruksi yang lebih cepat, ringan dan efisien.

Di Indonesia, 5% metode konvensional on-site mix mortar telah tergantikan dengan metode modern pre-mix mortar yang terkonsentrasi di Pulau Jawa sekitar 73%.

“Hal ini membuka peluang besar untuk mentransformasi konstruksi nasional sebagai bentuk komitmen inovasi SIG”, kata Adi Munandir dalam keterangan yang dikutip mediaemiten.com.

Direktur Utama PT Mitra Kiara Indonesia, Mirza Whibowo Soenarto mengatakan mortar merupakan produk masa depan yang menuntut pengembangan secara kontinyu, karena baik teknologi maupun kebutuhannya masih terus berkembang.

Hal ini tercermin dari pengembangan Stock Keeping Unit (SKU)/ produk yang terus muncul di pasar.

”Mortar Indonesia memberikan added value yang besar serta menempatkan SIG dalam posisi yang kuat pada bisnis mortar di Indonesia yang kemudian akan meningkatkan diversifikasi produk, strategi, inovasi serta mendukung visi besar SIG untuk menjadi perusahaan penyedia solusi bahan bangunan terbesar di regional dengan keberanian untuk bertindak beda dan selalu melebihi jangkauan (Go Beyond Next)”, kata Mirza.

Simak Juga; Kementerian ESDM Beberkan Perkembangan Pembangunan Empat Smelter di Tahun 2021

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir meyakini bahwa produk mortar dari Semen Indonesia akan menjadi produk kebanggaan Indonesia.

“Ini bukan hanya sekedar peluncuran produk, tapi merupakan salah satu wujud inovasi dan transformasi SIG untuk menjadi BUMN berkelas dunia dan berwawasan masa depan,” ucpnya. (BAN)


EMITEN NEWS

Garudafood Bagikan Dividen Rp 132 Miliar dan Buyback Saham

Published

on

MEDIA EMITEN – Kinerja PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk terimbas kondisi perekonomian nasional yang terkontraksi akibat pandemi Covid-19. Namun emiten konsumer itu tetap membagikan dividen sebesar Rp 18 per saham atau 50,85% dari laba yang diatribusikan ke pemilik induk yang mencapai Rp 132 miliar.

Hal itu terungkap dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Rabu, 16 Juni 2021 seperti dikutip mediaemiten.com.

Baca Juga: Kemenkeu: Reformasi Investasi Tingkatkan Daya Saing dan Dorong Pemulihan Ekonomi

“Pembagian dividen ini tentunya telah mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan bisnis perseroan serta antisipasi risiko yang mungkin terjadi di masa mendatang,” ucap Direktur Utama Garudafood Putra Putri Jaya, Hardianto Atmadja dalam keterangan yang dikutip mediaemiten.com.  

Hardianto mengatakan tahun 2020 merupakan tahun yang menantang akibat pandemi Covid-19 yang menghantam kondisi ekonomi Indonesia.

Kondisi ini berimbas pada menurunnya daya beli masyarakat sehinga penjualan produk-produk yang bukan merupakan kebutuhan pokok menjadi jauh lebih menantang.

Selain itu, kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat yang diambil oleh hampir semua negara, termasuk Indonesia membuat arus perdagangan barang dan jasa dunia mengalami penurunan.

Namun, perseroan terus berupaya untuk bertahan dengan menerapkan strategi open collaboration, seperti peluncuran produk baru yang inovatif, meningkatkan penjualan melalui jalur distribusi, segmen dan pangsa pasar yang baru.

“Termasuk melakukan akuisisi PT Mulia Boga Raya Tbk yang bergerak di bidang keju olahan dengan merek Prochiz dan TopChiz,” tutur Hardianto.

Kinerja emiten dengan kode saham GOOD ini di sepanjang tahun 2020, menunjukkan adanya tren perlambatan sebagai dampak dari pandemi.

Perseroan mencatat adanya penurunan total penjualan di tahun 2020 sebesar 8,6% atau Rp 7,711 miliar dibandingkan dengan periode sama di tahun sebelumnya.

Sedangkan laba bersih terkoreksi 43,7% menjadi Rp 245 miliar dari periode tahun lalu Rp 435 miliar. Laba per lembar saham juga ikut turun sebesar 37,7% yakni Rp 35,2 dibandingkan tahun sebelumnya.

RUPST juga menyetujui pembelian kembali saham perseroan (share buyback) sebanyak-banyaknya 1% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh dengan alokasi dana maksimum Rp 50 miliar yang akan dilakukan secara bertahap paling lambat 18 bulan sejak disetujui dalam rapat.

Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga saham perseroan di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.

Menurutnya, RUPST juga menyetujui rencana perseroan untuk melakukan penambahan kegiatan usaha utama di bidang Industri minuman ringan dan industri produk obat tradisional untuk manusia, penambahan kegiatan usaha penunjang di bidang pertanian yakni pertanian kacang tanah dan pertanian jagung.

Di samping itu, menyetujui penambahan bidang usaha untuk anak usaha Perseroan yakni PT Sinarniaga Sejahtera di bidang perdagangan besar alat laboratorium, alat farmasi dan alat kedokteran untuk manusia, perdagangan besar kosmetik untuk manusia.

Perdagangan besar peralatan dan perlengkapan rumah tangga, perdagangan besar berbagai barang dan perlengkapan rumah tangga lainnya, pergudangan dan penyimpanan, aktivitas kurir, angkutan multimoda, dan angkutan bermotor untuk barang umum.

“Penambahan bidang usaha ini merupakan salah satu bagian dari strategi jangka panjang perseroan. Tentunya, kami harap strategi ini akan berdampak pada meningkatnya pendapatan perseroan serta memberikan nilai tambah bagi pemegang saham,” tutur Hardianto.

Sementara itu hasil  hasil RUPST juga menyetujui rencana perubahan pemecahan nilai nominal saham perseroan (stock split) dengan rasio 1:5 sehingga nilai nominal per saham sebesar Rp 20.

Stock split bertujuan untuk meningkatkan jumlah unit saham yang beredar serta memperluas distribusi kepemilikan saham melalui penyesuaian harga saham sehingga mencapai trading range yang optimal untuk menjangkau berbagai lapisan investor.

Simak Pula: Beberapa Metode Untuk Menguji Kecepatan Internet

Di samping itu, RUPST Garudafood juga menyetujui pengangkatan Rudi Eko Hartono menggantikan Rudy Brigianto sebagai Direktur Independen yang telah memasuki masa pensiun.

Rudi Eko Hartono saat ini menjabat sebagai Direktur Utama PT Sinarniaga Sejahtera, perusahaan terkendali perseroan. (wan)


Continue Reading

EMITEN NEWS

PTPP Siapkan Dana Rp 1,04 Triliun untuk Lunasi Utang Jatuh Tempo

Published

on

MEDIA EMITEN – PT PP (Persero) Tbk (PTPP) menyiapkan anggaran senilai Rp 1,04 triliun untuk melunasi utang yang jatuh tempo.

“Perseroan akan mengalokasikan dana untuk melaksanakan pembayaran obligasi jatuh tempo senilai Rp1,04 triliun,” kata Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT PP, Agus Purbianto dikutip mediaemiten.com

Baca Juga: Dengan Dukungan TNI dan Polri, Jokowi Targetkan 1 Juta Vaksinasi di Juli 2021

Nantinya, dana untuk pelunasan utang akan dibayarkan melalui Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada tanggal 5 Juli 2021.

Adapun, obligasi yang akan jatuh tempo pada 6 Juli 2021 itu adalah Obligasi Berkelanjutan II PTPP Tahap I Tahun 2018 seri A dengan pokok senilai Rp 1,04 triliun.

Sumber pendanaan untuk melunasi obligasi jatuh tempo akan diambil emiten dengan kode saham PTPP ini dari penerbitan Obligasi Berkelanjutan III PTPP Tahap I tahun 2021.

PT PP akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III PTPP Tahap I dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I PTPP Tahap I Tahun 2021 sebanyak-banyaknya Rp 2 triliun.

Direktur Utama PT PP,  Novel Arsyad mengatakan, masa book building atau penawaran awal dimulai dari 9 Juni hingga 16 Juni 2021.

Selanjutnya, masa penawaran umum rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 29 Juni 2021 dan penjatahan pada tanggal 30 Juni 2021.

Diperkirakan surat utang tersebut akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 5 Juli 2021.

Agus menambahkan, sebesar 69% dari dana penerbitan surat utang akan digunakan untuk pelunasan pokok Obligasi Berkelanjutan II PTPP Tahap I Tahun 2018 seri A senilai Rp 1,04 triliun.

Sedangkan sisanya akan digunakan untuk modal kerja seperti mendanai kegiatan usaha jasa konstruksi yang termasuk pembayaran upah pekerja, pasokan material, dan vendor subkontraktor.

Menurutnya, penerbitan surat utang ini, juga dilakukan untuk memperbaiki struktur serta rasio-rasio keuangan perusahaan.

Hal tersebut agar PTPP memiliki ruang gerak yang lincah dalam menjalankan proses bisnisnya.

Tahun ini, perseroan optimistis perolehan target kontrak baru sebesar Rp 30,1 triliun bakal tercapai meski diakui perlu strategi dan inovasi khusus.

Pasalnya, sampai dengan Mei 2021 perseroan sudah memperoleh kontrak baru sebesar Rp 5,8 triliun dan optimistis target Rp 30,1 triliun akan tercapai.

Dikatakan sejumlah proyek yang tahun ini sedang dikerjakan perseroan sebagian besar berupa infrastruktur seperti pembangunan jalan tol di berbagai daerah, serta pembangunan berbagai gedung.

Salah satu proyek besar yang dikerjakan perseroan adalah pembangunan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah.

KIT ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang digagas oleh pemerintah yang bertujuan mendorong penguatan sektor industri di Indonesia.

Simak Pula: Semen Indonesia Siap Kuasai Pasar Industri Turunan, Luncurkan Inovasi Mortar

PT PP juga menaikkan alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) menjadi senilai Rp 6,2 triliun.

Adapun dana capex ini akan didominasi untuk pengerjaan proyek jalan tol sebesar 37%, proyek pengembangan properti dan residential sebesar 9%, pengembangan kawasan dan bandar udara sebesar 12%. Sedangkan sisanya 33% akan dialokasikan untuk pengembangan investasi di anak perusahaan. (BAN)


Continue Reading

BARANG KONSUMSI

ACE Hardware Bagi Dividen Rp 32,15 per Saham, Cek Jawalnya

Published

on

ACE Hardware Indonesia./Dok. acehardware.co.id.

MEDIA EMITEN -PT ACE Hardware Indonesia Tbk (ACES) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 32,15 per saham dengan total nilai Rp 550,42 miliar.

Pembagian dividen itu merupakan 75% dari laba per saham sepanjang tahun 2020, sementara sisa laba bersih akan dimasukkan sebagai laba ditahan.

Baca Juga: Semen Indonesia Siap Kuasai Pasar Industri Turunan, Luncurkan Inovasi Mortar

“Dividen Tunai untuk periode tahun buku 2020 sesuai dengan hasil RUPS Tahunan tanggal 09 Juni 2021,” kata Helen Tanzil, Corporate Secretary ACE Hardware Indonesia dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip mediaemiten.com.

Jadwal Pembagian Dividen PT Ace Hardware Indonesia Tbk

Dalam keterbukaan informasi BEI, PT Ace Hardware Indonesia Tbk menyampaikan jadwal pembagian dividen tunai. Jadwalnya sebagai berikut:

  1. Tanggal Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi pada 17 Juni 2021
  2. Tanggal Ex Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi pada 18 Juni 2021
  3. Tanggal Cum Dividen di Pasar Tunai pada 21 Juni 2021
  4. Tanggal Ex Dividen di Pasar Tunai pada 22 Juni 2021
  5. Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai pada 21 Juni 2021
  6. Tanggal Pembayaran Dividen pada 09 Juli 2021

Baca Juga: BPK: Pembangunan KEK Teluk Tomini Jangan Hanya Menguntungkan Investor Saja

Pada tahun 2019, Ace Hardware membagikan dividen sebesar Rp 18,1 per saham.

Dividen tunai tersebut merupakan 30% dari laba bersih perseroan tahun 2019. (wan)


Continue Reading

Trending