Connect with us

BISNIS

Kartu Non Chip BTN Mulai 7 Juni 2021 Sudah Tidak Tidak Bisa Dipakai Lagi

Published

on

Manajemen Bank BTN mengimbau nasabahnya untuk segera mengganti kartu debitnya dari magnetic stripe ke chip./Dok. mediaemiten.com

MEDIA EMITEN – Manajemen Bank BTN mengimbau nasabahnya untuk segera mengganti kartu debitnya  dari magnetic stripe ke chip.

Mulai 7 Juli 2021, kartu debit non chip sudah tidak bisa dipakai lagi.

Dalam pengumumannya manajemen Bank BTN disebutkan, demi keamanaan dan kenyamanan bertransaksi, tukarkan segera kartu non chip Anda dengan kartu debit BTN/ATM berbasis chip.

Kecuali untuk kartu ATM Bansos, KTM, dan Kartu ATM Cermat.

Direktur Distribution and Network Bank BTN, Jasmin mengatakan pihaknya mengklaim nasabah telah melakukan pengkinian  kartu debit dari magnetic stripe ke chip.

Tinggal sekitar 300 ribu nasabah yang belum mengganti kartunya dengan chip.

Tetapi bagi nasabah yang belum mengganti kartunya masih ada ruang sampai dengan tanggal 7 Juni 2021.

Nasabah cukup datang ke kantor cabang BTN terdekat untuk mengganti kartu tersebut dan tidak harus membayar.

“Prosesnya mudah dan tidak harus membayar, nasabah cukup datang ke kantor cabang BTN terdekat dan petugas kami akan membantu proses penggantian kartu chip tersebut,” kata Jasmin dalam keterangan tertulis yang dikutip mediaemiten.com.

Seperti diketahui  Bank Indonesia  mewajibkan penggunaan kartu chip 100% mulai 1 Januari 2022 sesuai Surat Edaran BI No.17/52/DKSP tentang implementasi Standar Nasional Teknologi Chip dan Penggunaan Personal Identification Number Online Enam Digit untuk Kartu ATM dan/atau Kartu Debit yang diterbitkan di Indonesia.

Menurut Jasmin salah satu tujuan konversi kartu debit magnetic stripe ke chip ini adalah untuk meminimalisir tindak kejahatan perbankan dengan modus pencurian data atau skimming.

Jadi tujuannya adalah untuk melindungi nasabah dari kejahatan. 

“Untuk itu kita menghimbau kepada nasabah BTN yang belum mengganti ke kartu chip untuk segera menggantinya,” tuturnya.

Setelah tanggal 7 Juni 2021 secara otomatis kartu yang belum diganti menjadi chip tersebut akan berhenti dan tidak dapat digunakan lagi.

Bank BTN telah melakukan sosialisasi kepada para nasabahnya terkait penggantian kartu chip ini sejak awal tahun 2021.

“Kami sudah melakukan  sosialisasi antara lain melalui website, akun resmi media sosial Bank BTN, serta informasi blast melalui SMS dan whatsapp kepada nasabah sejak awal tahun ini,” kata Jasmin.

Jasmin  berharap dapat memenuhi target BI 100% pada akhir 2021, dimana per 29 Maret 2021  jumlah kartu debit chip Bank BTN 93% dari target jumlah kartu yang dipersyaratkan untuk diganti menjadi chip. (wan)


BISNIS

Pertamina Salurkan Produk Dex 50 PPM Perdana di Indonesia, BBM Ramah Lingkungan

Published

on

Peresmian penyaluran perdana Pertamina Dex 50 PPM ke pelanggan industri regional Jawa Barat. / Dok. Pertamina.

MEDIA EMITEN – Pertamina Group terus berkomitmen untuk mewujudkan bahan bakar minyak (BBM) yang ramah lingkungan.

PT Pertamina Patra Niaga, selaku Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) melalui Regional Jawa Bagian Barat mewujudkan komitmen untuk selalu memberikan pelayanan terbaik dan menciptakan produk kualitas tinggi dengan menyalurkan Perdana BBM Dex 50 PPM di Indonesia bagi konsumen industri bertempat di Integrated Terminal Jakarta – Plumpang.

Penyaluran perdana ini dilakukan menggunakan mobil tangki berkapasitas 16.000 liter ke industri agen tunggal pemegang merek (ATPM).

Baca Juga: Pelabuhan Merak Bakauheni Jadi Pilot Project Penyediaan Tempat Promosi dan Pengembangan UMKM

Executive General Manager Regional Jawa Bagian Barat PT Pertamina Patra Niaga Subholding Commercial & Trading, Waljiyanto menjelaskan ini merupakan langkah konkret Pertamina mengimplementasikan aturan terkait EURO 4 sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017 tentang Baku
Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan O dan Keputusan Nomor 146.K/10/DJM/2020 Dirjen Migas Kementerian ESDM tentang Standar dan Mutu (Spesifikasi) Bahan Bakar Minyak Jenis Solar yang Dipasarkan di Dalam Negeri pada 30 Desember 2020.

“Pertamina Dex Sulfur 50 PPM (part per million) adalah bahan bakar diesel kualitas tinggi dengan Cetane Number tertinggi 53 dengan Sulfur Content 50 part per million yang menjaga lingkungan dengan standar EURO 4 hasil produk kilang dalam negeri,” kata Waljiyanto dalam keterangan yang dikutip Media Emiten dari laman resmi Pertamina.

Dikatakan, BBM Dex 50 PPM juga akan membuat mesin lebih tahan lama dan tangguh karena kandungan sulfurnya yang sangat rendah.

Baca Juga: TB Hasanuddin Ungkap 4 Amanah Calon Panglima TNI, Termasuk Perjuangkan Kesejahteraan Prajurit

Menurut Waljiyanto, , Integrated Terminal Jakarta memperoleh pasokan Pertamina Dex 50 PPM dari Kilang Pertamina Internasional Unit Dumai serta menyusul akan disuplai dari Balongan, dan Balikpapan,

“Dengan kapasitas tangki sebesar 11 juta liter, produk BBM Industri Pertamina Dex 50 PPM ini kemudian disalurkan menuju ATPM, industri otomotif dan produsen
peralatan asli / Original Engine Manufacturer (OEM) di wilayah DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat,” ucapnya.

Nantinya secara bertahap masyarakat dapat segera menikmati produk Dex 50 PPM yang ramah lingkungan dan kompatibel dengan mesin kendaraan diesel terkini melalui outlet
SPBU di wilayah Jawa Bagian Barat.

Baca Juga: Alex Noerdin Tersangka Korupsi, Dodi Reza: Semata-mata karena Tugas dan Tanggung Jawabnya

Menurut Waljiyanto, untuk saat in Produk Pertamina Dex 50 PPM baru tersedia di Integrated Terminal Jakarta – Plumpang dan secara bertahap akan tersedia di beberapa lokasi
Fuel Terminal wilayah Jawa Bagian Barat lainnya.

Direktur PT Hino Motors Manufacturing Indonesia, Kristijanto mengungkapkan Hino menetapkan Pertamina Dex sebagai bahan bakar standard factory filling.

Factory filling adalah pengisian bahan bakar untuk kendaraan sebelum disampaikan kepada konsumen.

Baca Juga: Ini Baru Sayang Kakak, Jungkook BTS Kasih Hadiah Apartemen Senilai Lebih dari 3 Juta USD

“Selama ini, Hino terus mengedukasi pelanggannya agar menggunakan Pertamina Dex, karena Dex merupakan bahan bakar yang ramah lingkungan dengan emisi gas buang
yang lebih bersih. Serta membuat performa Hino menjadi lebih bagus di lapangan,” ungkap Kristijanto.

Terkait produk dan layanan ritel maupun skala industri Pertamina lainnya, masyarakat dan seluruh mitra Pertamina dapat menghubungi Pertamina Call Center (PCC) 135.


Continue Reading

BISNIS

Sambangi Kilang Dumai, Ahok: Bisa Manfaatkan Crude Oil dari Pertamina Hulu Rokan

Published

on

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok./ Dok. Pertamina.

MEDIA EMITEN – Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama yang akrab disapa Ahok mengunjungi PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) Unit Dumai, Riau meninjau kinerja kilang dan sebagai bentuk dukungan pencapaian operational excellence.

Sebelumnya Ahok juga menyambangi Pertamina Hulu Rokan dan mengapresiasi implementasi digitalisasi di Wilayah Kerja (WK) Rokan.

Dikutip Media Emiten dari laman resmi Pertamina, Ahok mengaku bangga atas pencapaian yang telah diraih oleh PT Kilang Pertamina Internasional sejauh ini.

Baca Juga: Ahok Kunjungi WK Pertamina Rokan, Apresiasi Implementasi Digitalisasi

“Kami beserta rombongan senang bisa mampir ke Kilang Dumai untuk melihat secara langsung operasional yang berjalan disini,” ujarnya.

Dengan bergabungnya Pertamina Hulu Rokan ke dalam Pertamina Group, menurut Basuki, diharapkan juga akan berdampak pada kinerja kilang Dumai dari segi efisiensi maupun kualitas output produk yang dihasilkan.

“Dengan bergabungnya PHR ke Pertamina, kilang Dumai jadi bisa memanfaatkan crude oil yang dihasilkan oleh PHR dengan lebih maksimal,” tuturnya.

Baca Juga: Jokowi Wajibkan PNS Laporkan Harta Kekayaan, Simak PP No 94 Tahun 2021 Selengkapnya

General Manager PT KPI Unit Dumai, Didik Bahagia mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Komut Pertamina dan rombongan yang telah menyempatkan diri untuk mampir ke Kilang Dumai.

“Kunjungan ini bisa menjadi inspirasi dan motivasi kepada kami untuk terus berbuat yang terbaik bagi Pertamina,” katanya.

Sebelumnya Ahok mengapresiasi penerapan digitalisasi di WK Rokan yang dinilai langkah progresif itu dapat mendukung operasi hulu migas yang selamat, andal, dan efisien sehingga memberikan devisa lebih besar bagi negara.

Baca Juga: Krisdayanti Blak-blakan Soal Gaji Legislator Senayan, Dapat Rp140 Juta Sekali Kunjungan

Menurut Komut Pertamina itu, digitalisasi di WK Rokan bisa dijadikan acuan untuk memperluas penerapannya di seluruh operasi hulu Pertamina, bahkan bisa juga untuk
sektor hilir


Continue Reading

BISNIS

Program Pinky Movement Pertamina Sasar 165 Outlet LPG dan 116 Usaha Kecil Selama Tahun 2021 untuk Naik Kelas

Published

on

Program Pinky Movement Pertamina

MEDIA EMITEN – PT Pertamina (Persero) memiliki segudang cara untuk dapat membantu pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) binaannya agar bangkit dan adaptif Covid-19.

Salah satunya melalui program peningkatan kewirausahaan Pinky Movement.

Tidak hanya pendanaan usaha, Pertamina juga mengajak para mitra binaan untuk masuk ke dalam rantai bisnis melalui jenis usaha yang dijalankan atau dikenal dengan istilah Creating Shared Value (CSV). 

Baca Juga: Sejumlah Investasi dalam PMN Dinilai Tidak Perhatikan Kemampuan Keuangan Negara

Dengan cara ini Pertamina secara langsung telah mendukung penyediaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi yang merupakan salah satu bentuk implementasi Goal 8 Sustainable Development Goals (SDGs).

Pjs. Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Fajriyah Usman menjabarkan, sejak Januari hingga awal September 2021 ini Pertamina telah menyalurkan pembiayaan dan modal usaha lewat program Pinky Movement kepada 162 outlet dan 116 usaha kecil di wilayah Indonesia.

Selain pendanaan, Pertamina juga melakukan sejumlah program pembinaan kepada para mitra binaan hingga mampu menjadi UMK naik kelas.

Baca Juga: Dianggap Layak Pimpin Jakarta, Gibran Rakabuming Harus Membuktikan Diri Dulu 

“Program Pinky Movement juga memberikan nilai tambah pada perusahaan dengan melibatkan usaha kecil berupa pangkalan LPG dan juga usaha kecil pengguna LPG bersubsidi untuk beralih ke LPG non subsidi,” katanya dikutip Media Emiten dari laman resmi Pertamina. 

Dikatakan, para pengusaha toko ritel skala kecil, pengusaha makanan, hingga peternakan dan sebagainya ikut berperan dalam penggunaan produk Bright Gas.

Dengan begitu, program ini mampu menekan penggunaan produk gas subsidi yang tidak tepat sasaran.

Baca Juga: Viral Video Gubernur DKI Kecemplung Parit, Anies Baswedan: Jangan Sampai Kecemplung Lagi 

Pembinaan kepada para UMK meliputi banyak aspek. Di antaranya, peningkatan kompetensi UMK, akses perijinan atau sertifikasi, perluasan pasar UMK, peningkatan motivasi UMK dengan coaching UMK, dan penghargaan atau awarding UMK.

Mengapa outlet LPG subsidi usaha kecil sektor kuliner yang menggunakan LPG subsidi yang disasar?

Fajriyah menjelaskan, hal ini sesuai dengan tujuan awal program ini dibentuk. Yakni dengan menekankan pada upaya konkret untuk menurunkan beban subsidi dan menjadi tepat sasaran.

Baca Juga: Masih Pakai Masker, Jennifer Lopez dan Ben Affleck Umbar Cium di Met Gala 2021 

“Sehingga peluang UMK outlet LPG untuk mengembangkan bisnisnya makin terbuka lebar dengan menjual LPG nonsubsidi. Maupun, UMK pengguna LPG subsidi yang ingin beralih menggunakan LPG nonsubsidi bisa mendapat manfaat yang lebih dengan mengikuti program ini,” ucap Fajriyah.

Menurut Fajriyah, melalui Program Pinky Movement, Pertamina ingin senantiasa menghadirkan energi yang dapat menggerakkan roda ekonomi.

Energi yang menjadi bahan bakar, serta energi yang menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan.

Baca Juga: The Body Shop Targetkan untuk Selamatkan 2 Juta Botol Kemasannya 

Pertamina juga senantiasa mendukung pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals) melalui implementasi program-program berbasis ESG (Environmental, Social, and Governance) di seluruh wilayah operasionalnya.

Hal ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Lingkungan dan Sosial (TJSL), demi mewujudkan manfaat ekonomi di masyarakat.


Continue Reading

Trending