Connect with us

BISNIS

Dirut Pertamina Temui Pasien Terdampak Insiden Tangki Balongan

Avatar

Published

on

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati./ Dok. mediaemiten.com.

MEDIA EMITEN – Satu hari pasca insiden Tanki T-301 di Area Kilang Balongan, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati mengunjungi dan menemui pasien luka yang dirujuk ke Rumah Sakit Pertamina Pusat (RSPP).

Kedatangan orang nomor satu di Pertamina itu untuk memastikan keenam warga terdampak mendapatkan layanan medis terbaik.

Baca juga: Kementerian ESDM Kirim Tim Investigasi Kebakaran Kilang Pertamina Balongan

Dalam kunjungan tersebut, Nicke didampingi Direktur Utama Pertamedika IHC, Fathema Djan Rahmat, Direktur RS Pusat Pertamina, Syamsul Bahri, dan Kepala Unit Luka Bakar RSPP, Ayu Diah.

Nicke mengatakan Pertamina telah menugaskan Tim Dokter Spesialis dan akan terus memantau proses penanganan medis atas pasien terdampak insiden tanki Kilang Balongan di Unit Luka Bakar RSPP.

“Pasien dirujuk ke RSPP agar penanganan lebih intensif lagi, dan tim dokter di sini sudah siap untuk menangani pasien dengan peralatan yang lebih baik,saat ini semua pasien dalam kondisi stabil,”ujar Nicke seperti dikutip mediaemiten.com dari laman pertamina.com.

Nicke menambahkan RSPP merupakan salah satu rumah sakit terbaik di Indonesia dalam penanganan luka bakar.

Untuk memastikan kondisi pasien membaik, tim dokter RSPP terus melakukan pengawasan dan memantau pasien secara ketat selama 24 jam yang melibatkan tim medis dari dokter spesialis bedah plastik, penyakit dalam, anastesi, serta ahli gizi dan perawat yang berpengalaman menangani pasien luka bakar.

Perawatan maksimal juga diberikan kepada 4 pasien rawat inap maupun para pasien rawat jalan di RS Pertamina Balongan.

Simak Pula: Sinergi BUMN, Pertamina Hulu Rokan Manfaatkan Pasokan Listrik PLN

Bahkan Pertamina juga akan memberikan layanan konsultasi psikolog untuk antisipasi trauma yang dialami pasca insiden tangki Balongan.

“Pertamina Group akan melakukan doa bersama dalam rangka memohon kesembuhan dari seluruh pasien, tim medis dan tim Pertamina serta masyarakat yang masih berjibaku menangani insiden dan dampaknya,” tutur Nicke. (wan)


BISNIS

Omzet Mitra Binaan Pertamina Naik Drastis Via Promosi Sosmed GEN UMKM

Avatar

Published

on

PT Pertamina (Persero) melalui Program Kemitraan berkomitmen penuh untuk mendampingi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) binaannya naik kelas./Dok. mediaemiten.com.

MEDIA EMITEN – PT Pertamina (Persero) melalui Program Kemitraan berkomitmen penuh untuk mendampingi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) binaannya naik kelas.

Salah satu upayanya yakni dengan memfasilitasi promosi digital melalui sosial media yang dikelola oleh Program Kemitraan Pertamina.

Baca Juga: Pertamina Bangun Sanitasi di 10 Desa Wisata Danau Toba

Langkah ini terbukti ampuh meningkat sejumlah aspek usaha para mitra binaan.

Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Agus Suprijanto mengatakan, saat ini terdapat beberapa platform media sosial yang dikhususkan untuk menampilkan hal-hal yang
berhubungan dengan mitra binaan.

Seperti promosi produk, kegiatan pembinaan, hingga beragama cara dan lomba yang dapat diikuti oleh para UMKM.

Seperti dikutip mediaemiten.com dari laman pertamina.com, istilah yang disematkan pada berbagai kanal ini yakni Galeri Entrepreneur Nusantara (GEN).

Untuk media sosial yang banyak memuat infografis, foto, dan informasi singkat ada pada Instagram: @gen_umkm dan Facebook:

Galeri Entrepreneur Nusantara, sedangkan untuk informasi berupa video banyak dimuat pada kanal Youtube: Gen UMKM.

Agus menambahkan, berdasarkan survei yang telah dilakukan kebeberapa mitra binaan Pertamina, terdapat perkembangan positif pada usaha-usaha yang telah menerapkan pemasaran secara digital dengan dibantu
oleh Pertamina.

“Rata-rata peningkatan omzet sampai sebesar 58%, pada kondisi sebelum dan sesudah menjadi binaan Pertamina,” tutur Agus.

Bahkan tidak jarang peningkatan omzet tersebut terjadi lebih dari 100%.

Seperti usaha Inspiration Craft milik Hendra Tjandra.

Bisnis yang bergerak dibidang kerajinan tangan dengan teknik decoupage ini sukses mendapatkan peningkatan omzet hingga 5 kali lipat setelah menjadi binaan Pertamina dan fasilitas promosi di dalamnya.

“Yang semula hanya Rp 2 juta/bulan, kini bisa lebih dari Rp10 juta,”ucapnya.

Selain dari sisi omzet, kapasitas produksi para mitra binaan juga mengalami peningkatan sebesar 48%.

Begitu pula dengan kebutuhan jumlah pekerja di mana rata-rata terjadi penambahan pekerja hingga 37%.

Hal ini sesuai denganimplementasi tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) ke-8 yakni menyediakan pekerjaan yang layak dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Selain keuntungan di atas, menurut Agus, perubahan yang banyak terjadi ketika dilakukan pemasaran secara online adalah perluasan wilayah pemasaran.

Yang semula hanya lingkup lokal, kini bisa antar daerah, provinsi, pulau, bahkan hingga antar negara.

“Jika pemasaran sudah dilakukan melalui media digital, maka orang dari tempat manapun bisa mengaksesnya, sehingga pemasaran lebih luas,” kata Agus.

Menurut Agus, melalui Program Kemitraan, Pertamina ingin dapat senantiasa menghadirkan energi yang menggerakkan rodaekonomi.

“Energi yang menjadi bahan bakar, serta energi yang menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan,” ucapnya.

Simak Pula: Semen Indonesia Bagi Dividen Rp 1,12 Triliun

Selain SDGs, Pertamina juga berupaya menjalankan Environmental, Social & Governance (ESG) di bidang sosial.

Dengan cara ini, Pertamina yakin dapat senantiasa menghasilkan manfaat ekonomi di masyarakat sesuai dengan tanggung jawab lingkungan dan sosial. (ENI)


Continue Reading

BISNIS

Pertamina Bangun Sanitasi di 10 Desa Wisata Danau Toba

Avatar

Published

on

Ilustrasi Dana Toba di Sumatera Utara./Dok. mediaemiten.com

MEDIA EMITEN – Untuk mendukung Kawasan Danau Toba sebagai Destinasi Pariwasata Super Prioritas, Pertamina membangun sanitasi di 10 desa wisata.

Pembangunan sanitasi dilakukan berstandar internasional untuk menarik minat mancanegara sekaligus memberikan kenyamanan kepada turis yang berkunjung ke Kawasan Danau Toba.

Baca Juga: Kilang Pertamina Balongan Kembali Beroperasi Normal

seperti dikutip mediaemiten.com dari laman pertamina.com, pembangunan sanitasi yang dilakukan sebagai bagian Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina ini, tersebar di Kabupaten Humbang Hasundutan (3 Desa Wisata), Kabupaten Toba (4 Desa Wisata) dan Kabupaten Tapanuli Utara (3 Desa Wisata).

Pembangunan sanitasi di 10 desa wisata ini dilakukan melalui kolaborasi antara Pertamina dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam rangka penguatan pengembangan destinasi wisata super prioritas. 

Pertamina juga memberikan pendanaan kepada 56 UMKM yang menjadi mitra binaan Pertamina melalui skema program kemitraan di Kawasan Wisata Danau Toba. 

Selain itu, dalam konteks menyediakan energi di wilayah tersebut, Pertamina juga menghadirkan Pertashop di 9 lokasi untuk memasok kebutuhan energi berkualitas dan ramah lingkungan di destinasi wisata Toba.

Direktur Sumber Daya Manusia Pertamina M. Erry Sugiharto mengatakan sebagai BUMN Energi Nasional, Pertamina tak hanya berperan dalam menjalankan bisnis, namun turut berkontribusi pada public service dan sustainability

Erry menambahkan, keterlibatan Pertamina dalam kolaborasi di Kawasan Wisata Danau Toba merupakan bagian dari mewujudkan tujuan SDGs poin 6 yaitu air bersih dan sanitasi layak, kemudian SDGs 7 yakni akses energi bersih dan terjangkau serta SDGs 8 yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Baca Juga: Selama Sepekan Kapitalisasi Pasar di BEI Naik Tipis 1,02%

Menurutnya, Pertamina berkomitmen jalankan fungsinya melalui Program TJSL di seluruh wilayah operasi di seluruh Indonesia.

“Pertamina juga senantiasa memprioritaskan keseimbangan kelestarian alam lingkungan dan masyarakat untuk mencapai pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan sebagai bagian implementasi ESG,” ujar Erry. (ENI)

 


Continue Reading

BISNIS

Kilang Pertamina Balongan Kembali Beroperasi Normal

Avatar

Published

on

Ilustrasi kilang minyak Balongan./Dok. pertamina.com.

MEDIA EMITEN – PT Pertamina (Persero) menegaskan, kilang Balongan yang mengalami insiden terbakar telah kembali beroperasi normal.

Pasca insiden di area Tangki T-301 Kilang Balongan, selain memberi perhatian penuh pada upaya penanganan dampak di masyarakat, Pertamina juga fokus pada pemulihan operasi kilang setelah sebelumnya sempat dilakukan normal shut down pada saat terjadinya insiden untuk meminimalisir dampak.

Baca Juga: Pertamina Optimalkan Produksi Kilang untuk Pastikan BBM Aman

Seperti dikutip mediaemiten.com dari laman pertamina.com, tahapan start up sudah dimulai sejak 31 Maret 2021 dengan menjalankan kembali primary processing CDU (Crude Destilation Unit).

Berikutnya dilakukan start up secondary processing unit secara bertahap, mulai dari unit RCC (Residual Catalytic Cracker) yang mengolah residu menjadi produk bernilai tinggi dan tanggal 7 April sudah beroperasi normal, serta unit KLBB (Kilang Langit Biru Balongan) yang menghasilkan produk BBM telah beroperasi normal.

Untuk alih suplai, saat ini mulai disesuaikan secara bertahap, seiring dengan mulai beroperasinya kilang Pertamina Balongan.

Sebelumnya, selama Kilang Pertamina Balongan belum beroperasi normal, pasokan BBM untuk Jakarta dipenuhi dari kilang Pertamina lainnya seperti Kilang Dumai, Cilacap, Balikpapan, dan Kilang TPPI Tuban dengan cara memaksimalkan kapasitas produksi.

Pertamina menjamin pasokan BBM tetap aman tanpa perlu melakukan impor tambahan.

“Dengan start up ini, Kilang Balongan akan memulai operasionalnya dan kembali memproduksi produk-produk kilang, diawali dengan produksi BBM,” kata Corporate Secretary Subholding Refining & Petrochemical, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Ifki Sukarya.

Menurut Ifki, Kilang Pertamina Balongan merupakan kilang dengan kapasitas pengolahan sebesar 125 ribu barel per hari atau setara dengan 12% dari total kapasitas produksi nasional.

Kilang ini memasok kebutuhan BBM untuk DKI Jakarta, Banten, dan sebagian Jawa Barat. 

Kilang Pertamina Balongan memiliki peran strategis dalam menjaga kestabilan pasokan BBM, terutama Premium, Pertamax, dan LPG yang disalurkan ke DKI Jakarta, Banten, sebagian Jawa Barat, dan sekitarnya yang merupakan sentra bisnis dan pemerintahan Indonesia.

Simak Pula:Jasa Press Release di Berbagai Media Berita Online Indonesia

“Produk utama Kilang Pertamina Balongan seperti Premium, Pertamax, Pertamax Turbo, Solar, Avtur, LPG, dan Propylene, yang semuanya memiliki kontribusi yang besar dalam menghasilkan pendapatan baik bagi PT Pertamina maupun bagi negara,” ucap Ifki. (ENI)


Continue Reading

Trending