Connect with us

EMITEN NEWS

Pefindo Turunkan Peringkat PT PP Jadi A

Avatar

Published

on

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menurunkan peringkat utang PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) dan sejumlah surat utangnya./Dok. ptpp.co.id

MEDIA EMITEN – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menurunkan peringkat utang PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) dan sejumlah surat utangnya.

Pefindo dalam siaran persnya di Jakarta yang dikutip mediaemiten.com, menyebutkan, peringkat PTPP turun dari sebelumnya A+ menjadi A.

Kemudian peringkat untuk obligasi berkelanjutan II tahap I seri A dan seri B tahun 2018 dan tahap II seri A dan seri B tahun 2019 PT PP (Persero) Tbk senilai maksimum Rp 2,75 triliun juga diturunkan peringkatnya menjadi idA dari sebelumnya idA+.

Selanjutnya, peringkat obligasi perpetual tahap I PTPP dengan pokok Rp 150 miliar juga diturunkan menjadi idBBB+ dari sebelumnya idA-.

Baca Juga: Laba Indocement Tergerus 1,58%, Imbas Lesunya Permintaan Semen

Menurut analis Pefindo, Aryo Perbongso dan Martin Pandiangan, peringkat untuk surat utang perpetual berada dua tingkat di bawah peringkat perusahaan PTPP untuk memasukkan sifat subordinasi dengan kebijakan penuh dalam penangguhan kupon.

“Tindakan pemeringkatan tersebut mencerminkan pandangan kami bahwa belanja modal PTPP akan tetap tinggi untuk kebutuhan anak perusahaan di sektor infrastruktur dan properti, sementara penurunan kegiatan usaha konstruksi dan properti di tengah kondisi pandemi akan menekan perolehan arus kas PTPP,”tulisnya.

Aryo dan Martin memperkirakan profil leverage keuangan PTPP hingga 2023 akan tergolong agresif dengan proyeksi rasio utang bersih terhadap EBITDA di atas 7 kali.

Dengan penurunan peringkat tersebut, Pefindo juga merevisi prospek peringkat PTPP menjadi stabil dari sebelumnya negatif.

Baca Juga: Moeldoko Ketum Partai Demokrat Versi KLB, SBY Tabuhkan Genderang Perang

Khusus untuk surat utang perpetual tahap I senilai Rp 150 miliar, Pefindo yakin PTPP bakal mampu melunasinya saat jatuh tempo pada 15 Mei 2021 menggunakan kas internal. (BUD)


EMITEN NEWS

Pendapatan Emiten Properti Alam Sutera Anjlok 59,33%, Ini Penyebabnya

Avatar

Published

on

Ilustrasi proyek properti./Dok. mediaemiten.com

MEDIA EMITEN – Lesunya perekonomian akibat dampak pandemi Covid-19 juga turut menghantam bisnis properti. Pendapatan emiten properti, PT Alam Sutera Tbk (ASRI) di tahun 2020 anjlok 59,33% dibandingkan realisasi tahun lalu dari Rp 3,47 triliun menjadi Rp 1,41 triliun.

Penurunan pendapatan dan sejumlah beban membuat perseroan menderita kerugian hingga Rp1,02 triliun atau berbalik dari posisi laba Rp1,01 triliun pada tahun sebelumnya.

Baca Juga: BEI Revisi Target IPO Menjadi 54 Emiten Baru

Dalam laporan keuangan dipublikasi di Jakarta, yang dikutip mediaemiten.com, dilihat dari kontributor pendapatan, seluruhnya mengalami koreksi.

Pendapatan dari penjualan real estat turun 63,39% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 1,04 triliun.

Begitu pula pendapatan jasa hospitality dan sarana turun 14,56% yoy menjadi Rp 299,62 miliar dan pendapatan pariwisata anjlok paling dalam 81,92% yoy menjadi Rp 29,10 miliar.

Sementara Alam Sutera Realty mencatatkan total aset senilai Rp21,22 triliun pada akhir 2020, terdiri dari ekuitas senilai Rp 9,38 triliun dan liabilitas Rp11,84 triliun.

Perseroan menargetkan marketing sales tahun 2021 sebesar Rp 3,2 triliun atau naik 15% secara yoy.

Kenaikan penjualan ditopang dari residential.

Di tahun 2015-2019, presales ASRI tidak stabil lantaran perubahan besar dalam penjualan lahan. 

Simak Pula: Nama Dicoret dari Daftar Penerima BST, Banyak Warga Pertanyakan Peran Menteri Risma

Alam Sutera banyak menjual lahan ke China Fortune Land Development International (CFLD).

Tapi tahun ini, penjualan lahan ke CFLD akan menurun atau stagnan seperti tahun 2020 yakni berkisar Rp 200 miliar. 


Continue Reading

EMITEN NEWS

Telkom Ikut Investasi Konsorsium Kabel Laut Jaga Kedaulatan Indonesia

Avatar

Published

on

MEDIA EMITEN – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom melalui anak usahanya PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) bersama Keppel Telecommunications & Transportation Limited (Keppel T&T), melalui anak perusahaannya, Keppel Midgard Holdings Pte. Ltd. (KMH) dan anak perusahaan Facebook Inc. (Facebook) akan membangun sistem komunikasi kabel laut.

Sistem komunikasi kabel laut ini akan menghubungkan Indonesia dengan Singapura dan Amerika secara langsung.

Baca Juga: Pertamina Terus Berupaya Padamkan Api Tangki Minyak Balongan

Sistem komunikasi kabel laut (SKKL) yang diberi nama Bifrost dengan panjang lebih dari 15.000 km ini, diharapkan rampung pada awal tahun 2024.

Saat beroperasi secara penuh, SKKL Bifrost nantinya akan menjadi kabel laut yg memiliki transmisi berkecepatan tinggi, teknologi canggih dan terkini serta memiliki kapasitas terbesar yang melintas di Asia Pasifik.

Direktur Wholesale & International Service Telkom, Dian Rachmawan mengatakan TelkomGroup bukan sekedar menjadi mitra untuk berlabuh atau landing party untuk SKKL Bifrost, tetapi benar-benar berinvestasi dan memiliki hak suara di konsorsium.

Bahkan katanya, segmen SKKL yang berlabuh ke Jakarta dimiliki 100% oleh Telin.

“Ini merupakan bukti nyata TelkomGroup menjaga kedaulatan NKRI di bisnis kabel laut,” kata Dian dalam keterangan tertulis yang dikutip mediaemiten.com.

Diharapkan, dengan pengaturan tersebut akan menjadi milestone kerja sama antara operator telekomunikasi dengan OTT (Over The Top) seperti Facebook dalam membangun infrastruktur telekomunikasi dengan tetap memperhatikan kepentingan dan kedaulatan NKRI dalam aspek keamanan, ekonomi (pajak dan PNBP) serta menjaga kompetisi yang sehat dalam industri telekomunikasi.

Pembangunan SKKL Bifrost juga menunjukkan komitmen TelkomGroup dalam mengembangkan infrastruktur digital dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

Kehadiran SKKL Bifrost ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas global Indonesia dengan kapasitas yang besar dan teknologi terkini sehingga mampu memenuhi kebutuhan bandwidth internet yang sangat besar dari Indonesia.

“Di samping menambah keandalan sistem kabel laut internasional khususnya untuk rute ke Amerika,” tutur Dian.

Ia menambahkan, pada SKKL Bifrost ini juga disiapkan branching unit (BU) ke arah Balikpapan dan Manado yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk mengantisipasi kebutuhan infratruktur di rencana Ibukota baru dan juga Kawasan Timur Indonesia.

Sebelumnya, Telin juga sudah membangun kabel laut Indonesia Global Gateway (IGG) dan kabel SEA US yang menghubungkan Singapura, Indonesia, Filipina, Guam, Hawai, dan Amerika.

Melonjaknya permintaan bandwidth data global tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga menjadi tren di regional.

Peningkatan adopsi teknologi cloud (komputasi awan), kebutuhan streaming video resolusi tinggi, pertumbuhan yang eksponensial dalam penggunaan perangkat seluler serta pengembangan teknologi 5G menjadi pemicu peningkatan permintaan kapasitas koneksi global melalui sistem kabel laut di kawasan Asia Pasifik.

Pembangunan kabel laut Bifrost ini menjadikan anak usaha Telkom ini sebagai salah satu pemain papan atas dalam penyediaan kabel laut di kawasan Asia Pasifik.

Baca Juga: Wijaya Karya Bukukan Laba Bersih Rp 322,34 Miliar

Telin saat ini telah mengoperasikan berbagai kabel laut internasional seperti Thailand-Indonesia-Singapore (TIS), Dumai-Malaka (DMCS), Asia-America Gateway (AAG), South East Asia Japan Cable (SJC), South East Asia-Middle East-West Europe  (SEA-ME-WE) 5, Indonesia Global Gateway (IGG), dan South East Asia-United States (SEA-US) Cable. (SAN)


Continue Reading

BARANG KONSUMSI

Semen Indonesia Bagi Dividen Rp 1,12 Triliun

Avatar

Published

on

RUPST PT Semen Indonesia (Persero) Tbk menyetujui pembagian dividen sebesar 40% atau senilai Rp1,12 triliun kepada pemegang saham./Dok. mediaemiten.com.

MEDIA EMITEN – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) menyetujui pembagian dividen sebesar 40% atau senilai Rp1,12 triliun kepada pemegang saham.

Direktur Utama Semen Indonesia, Hendi Prio Santoso mengatakan Rapat menyetujui penetapan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun 2020 sebesar Rp2,79 triliun.

Baca Juga: Pefindo Naikkan Rating Semen Indonesia Jadi AA+

“Sebesar 40% atau Rp 1,12 triliun dialokasikan untuk dividen, dan sebesar 60% atau Rp 1,67 triliun sebagai cadangan lainnya,” kata Hendi seperti dikutip mediaemiten.com.

Hendi menambahkan, meski ekonomi nasional lesu akibat pandemi Covid-19, Perseroan mencatatkan kenaikan laba tahun 2020 yang dapat distribusikan ke pemilik entitas induk sebesar 16,73 % menjadi Rp 2,79 triliun dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp 2,39 triliun.

Sepanjang tahun 2020, Perseroan mampu menjaga kinerja melalui berbagai inisiatif strategis, beban pokok pendapatan mengalami penurunan yang lebih besar dibandingkan dengan penurunan pendapatan, sehingga mampu meningkatkan marjin EBITDA menjadi 25,80%.

Selain itu, Perseroan juga melakukan pengelolaan arus kas secara disiplin, serta menerapkan kebijakan belanja modal yang ketat, sehingga mampu mengelola arus kas dari aktivitas operasi tetap positif.

“Di tengah ketatnya persaingan industri semen dalam negeri, Perseroan melakukan penjualan ekspor ke berbagai negara seperti Australia, Bangladesh, Srilanka dan Cina,” ujar Hendi.

Secara keseluruhan, kondisi ekonomi dan industri semen di Indonesia mengalami kontraksi akibat pandemi Covid-19, serta persaingan yang ketat.

Namun Perseroan mampu melalui tahun 2020 dengan pencapaian kinerja yang baik, khususnya dalam hal efisiensi.

Semen Indonesia, terus mengoptimalkan potensi pasar baru dan menghadirkan berbagai solusi di bidang building material, tahun 2020 meluncurkan produk masonry cement maupun pengembangan digital marketing dengan menghadirkan beberapa platform seperti Sobat Bangun, Akses Toko serta Official Store untuk memberikan kemudahan kepada pelanggan dalam mendapatkan produk perseroan.

Dalam RUPST itu, Semen Indonesia juga mengubah susunan pengurus.

Memberhentikan dengan hormat Mochamad Choliq sebagai Komisaris Independen, dan mengangkat Aas Asikin Idat sebagai komisaris independen.

Simak Pula: Telkom: Rencana IPO Mitratel Sesuai Jadwal Kuartal IV 2021

Rapat juga mengubah nomenklatur jabatan direksi Perseroan yaitu semula direktur keuangan menjadi direktur keuangan dan manajemen risiko. (BAN).


Continue Reading

Trending