Connect with us

EKONOMI

Ini Dia 8 Strategi Pengelolaan Minerba yang Diluncurkan Pemerintah

Avatar

Published

on

Ilustrasi pertambangan minerba/Dok. Mediaemiten.com

MEDIA EMITEN – Sektor pertambangan mineral dan batubara (minerba) memegang peranan penting dalam pertumbuhan dan pembangunan nasional.

Peranan sektor pertambangan minerba secara berkelanjutan harus dibarengi dengan pengelolaan berasaskan kaidah-kaidah pertambangan yang baik.

Menurut Direktur Penerimaan Mineral dan Batubara Ditjen Minerba Kementerian ESDM Muhammad Wafid, kebijakan minerba Indonesia digambarkan sebagai satu bentuk rumah dimana baseline dari kebijakan adalah neraca sumber daya dan cadangan minerba.

“Tentu saja, pondasi yang memperkuat rumah ini adalah UUD 1945 Pasal 33 ayat 3,” kata Wafid seperti dikutip Mediaemiten.com dari laman resmi esdm.go.id, di Jakarta.

Wafid menambahkan, rencana pengelolaan minerba nasional selalu mempertimbangkan daya dukung sumber daya manusia dan lingkungan.

Hal ini menurut data dan infomasi geospasial dan tematik, pelestarian lingkungan hidup, rencana tata ruang wilayah atau zonasi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, prioritas pemberian komoditas tambang, jumlah dan luas wilayah pertambangan, hingga ketersediaan sarana dan prasarana.

Menurutny, perkembangan industri pertambangan dewasa ini, membutuhkan strategi khusus bagi pemerintah dalam mengimplementasikan pengelolaan pertambangan mineral dan batubara agar bisa beradaptasi sesuai perkembangan zaman.

Terdapat 8 strategi kebijakan dalam mengelola wilayah pertambangan.

Pertama, iklim investasi yang kondusif sesuai dengan karateristik unik pertambangan demi menjaga keberlangsungan usaha.

Kedua, kaidah pertambangan yang baik.

Ketiga, pertumbuhan dan perkembangan ekonomi lokal dan nasional.

Keempat, penggunaan dan pengembangan tenaga kerja dan produk dalam negeri.

Selanjutnya strategi kelima adalah adanya pemenuhan kebutuhan dalam negeri yang terdiri dari pemasaran dan/atau penjualan serta pengendalian produksi.

Keenam, peningkatan nilai tambah melalui pengembangan industri nasional yang terintegrasi dan berdaya saing tingggi.

Ketujuh, penguasaan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dan yang terakhir, dukungan terhadap pengembangan industri daur ulang.

Nantinya, ke-delapan strategi khusus ini diharapkan sebagai jawaban dalam menjamin pengelolaan sumber daya mineral dan batubara secara adil, transparan, dan akuntabel serta berkelanjutan, menjamin prinsip-prinsip konservasi dalam upaya pemanfaatan minerba dan menjamin kepastian hukum dan berusaha. (wan)


EKONOMI

Kampus Vokasi Kementerian ESDM Buka Penerimaan Mahasiswa Baru

Avatar

Published

on

Kampus vokasi Kementerian ESDM membuka penerimaan mahasiswa baru./Dok. esdm.go.id

MEDIA EMITEN – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka kesempatan bagi para lulusan SMA/SMK/MA atau yang sederajat untuk belajar menekuni sektor energi dan sumber daya mineral di Perguruan Tinggi Vokasi (PTV) Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas Cepu dan Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung.

Pembukaan masa Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2021/2022 bertujuan untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia dengan kualifikasi dan kompetensi mumpuni di bidang ESDM.

“Kami harap lulusan sekolah vokasi ESDM nantinya mampu mengisi kekosongan akan kebutuhan industri sektor ESDM,” kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi di Jakarta, Minggu, 7 Maret 2021 yang dikutip Mediaemiten.com dari laman esdm.go.id.

Agung menambahkan komitmen Kementerian ESDM turut berpartisipasi dalam pengembangan SDM sebagai tujuan pembanguan nasional.

“Apalagi ini sudah menjadi perhatian Presiden Joko Widodo dan arahan Menteri ESDM agar pendidikan vokasi menempati posisi penting dalam strategi pengembangan SDM,” tutur Agung.

Tahun ini, PEP Bandung kembali membuka tiga program studi yaitu D3 Program Studi Teknologi Geologi, D3 Program Studi Teknologi Pertambangan, dan D3 Program Studi Teknologi Metalurgi.

Sementara PEM Akamigas memiliki total lima program studi yang terdiri dari Teknik Pengolahan Migas, Teknik Produksi Migas, Teknik Instrumentasi Kilang, Teknik Mesin Kilang dan Logistik Migas.

Proses seleksi pada PEP Bandung dimulai sejak tanggal 8 Maret 2021 melalui website www.pepbandung.ac.id atau di 082219995001 (WhatsApp) dengan skema jalur umum melalui prestasi akademik, jalur umum melalui UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer), jalur umum melalui TPIU (Tes Potensi Intelektual Umum) dan jalur kerja sama (industri dan pemda).

Adapun PEM Akamigas mulai membuka seleksi pada 22 Maret 2021 melalui skema jalur umum dan jalur kerja sama.

Untuk alur pendaftaran lebih detail bisa dilihat di laman resmi www.pmb.akamigas.ac.id atau bisa juga menghubungi 0296421897 atau 081328409481/79 (WhastApp).

Kementerian ESSM berupaya memberikan kualitas terbaik dengan pembelajaran dan fasilitas yang up to date dengan dunia pertambangan migas dan mineral.

Sistem pendidikan di kedua kampus tersebut terus ditingkatkan untuk memenuhi standar kualitas pendidikan vokasi yang berbasis 80 persen praktik dan 20 persen teori.

“Kami harap mahasiswa lebih memahami ruang-lingkup pekerjaan di dunia nyata bidang migas, geologi, maupun pertambangan sehingga sesuai dengan yang diharapkan perusahaan,” tutur Agung.

Selain itu, kedua kampus mempunyai kelebihan kurikulum, yaitu magang selama satu tahun dan sertifikasi sesuai program studi.

Kementerian ESDM juga terus mendorong kedua kampus tersebut menjadi perguruan tinggi bergengsi (presticious) di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami berharap putra/putri bangsa yang tertarik tidak menyia-nyiakan kesempatan ini,” ucap Agung. (ENI)


Continue Reading

EKONOMI

Indonesia Prakarsai Kerja Sama SSTC Energi Terbarukan

Avatar

Published

on

Indonesia inisiasi kerja sama "South-South Triangular Cooperation in Renewable Energy" (SSTC RE)./Dok. esdm.go.id

MEDIA EMITEN – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menginisiasi sebuah platform kerja sama baru “South-South Triangular Cooperation in Renewable Energy” (SSTC RE).

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi mengatakan kerja sama SSTC RE akan menjadi kesempatan baik bagi kelima negara untuk berdiskusi dalam pengembangan dan promosi energi terbarukan.

Keberhasilan dan best practices di satu negara dapat dibagikan ke negara lain, sementara hambatan dapat diatasi secara kolektif dengan solusi yang inovatif,” kata Agung dalam rilis yang dikutip Mediaemiten.com dari laman esdm.go.id

Menurutnya, selain untuk penguatan kapasitas pelaku energi terbarukan di Indonesia, di masa depan Indonesia diharapkan dapat mengirimkan tenaga ahli ke luar negeri untuk meningkatkan kapasitas negara mitra SSTC.

Kolaborasi ini juga penting untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian ESDM (BPSDM ESDM) sebagai Center of Excellence.

Agung menambahka, SSTC merupakan kerja sama pertukaran sumber daya, teknologi, dan pengetahuan antara negara-negara berkembang yang juga dikenal sebagai negara-negara Global South, sementara triangular merujuk pada dukungan mitra pembangunan.

Dalam hal ini, pelaksanaan program didukung oleh Indonesian-German project on the Strengthening Capacities for Policy Planning for the Implementation of the 2030 Agenda in Indonesia and in the Global South (SDGs SSTC).

Direncanakan tahun ini akan dilaksanakan kegiatan pelatihan dan pertukaran informasi di bidang energi terbarukan secara virtual, sebagai flagship program SSTC Indonesia dengan kemungkinan pendanaan dari Kemensetneg.

Tema yang akan diangkat pada pelatihan tersebut adalah Training on Rural Electrification through Micro hydro and Solar PV dan Training on Biofuel.

Kementerian ESDM menyebutka, kolaborasi dalam SSTC RE dimulai dari Maret 2021 hingga Maret 2023 dan akan mencakup beberapa area strategis energi terbarukan.

Antara lain mini grid, off grid, dan pemanfaatan energi terbarukan untuk sektor non listrik, seiring dengan pendekatan lintas sektor seperti Public Private Partnership dan pengarusutamaan gender dalam energi terbarukan. (ENI)


Continue Reading

EKONOMI

ESDM Matangkan Rencana Eksplorasi Panas Bumi Tampomas

Avatar

Published

on

Ilustrasi panas bumi di Gunung Tampomas, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat./Dok. esdm.go.id

MEDIA EMITEN – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan, pengeboran wilayah kerja panas bumi di Gunung Tampomas, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, tengah dalam tahap eksekusi oleh pemerintah mulai tahun 2021.

Optimalisasi potensi panas bumi di lokasi tersebut dinilai layak memenuhi syarat untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah bertemu dengan Pemerintah Kabupaten Sumedang dan PT Pertamina Geothermal Energi (PGE) untuk mematangkan rencana ekplorasi tersebut pada Kamis, 4 Maret 2021.

Pembangunan PLTP Tampomas tersebut merupakan bagian dari percepatan pengembangan proyek Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia.

“Pemilihan lokasi program eksplorasi panas bumi oleh pemerintah di wilayah Gunung Tampomas tersebut berdasarkan rangking yang telah ditetapkan oleh Badan Geologi dan surat permohonan Bapak Bupati Sumedang kepada Menteri ESDM,” ujar Direktur Panas Bumi Harris mewakil Direktur Jenderal EBTKE di Sumedang, dikutip Mediaemiten.com dari laman esdm.go.id.

Berdasarkan hasil studi Badan Geologi, ucap Harris, wilayah Gunung Tampomas memiliki sumber daya panas bumi sebesar100 Mega Watt (MW) dengan rencana pengembangan sebesar 55 MW.

Pelaksanaan program WKP Tampomas akan dilakukan pada tahun 2021 dan 2022 meliputi kegiatan sosialiasai, koordinasi hingga pengurusan perizinan seperti Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) – Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL), Surat Izin Pengusahaan Air Tanah (SIPA), izin lokasi dan sebagainya.

“Milestone pelaksanaan ekplorasi panas bumi oleh pemerintah akan dimulai tahun ini hingga 2025,” tutur Harris.

Program ekplorasi panas bumi oleh pemerintah bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya panas bumi sehingga mengurangi risiko kegagalan para pengembang.

“Ini tentu merupakan upaya positif dari pemerintah untuk mendukung ketersedian energi yang berasal dari panas bumi,” kata Harris.

Harris menambahkan, panas bumi diharapkan dapat berperan dengan menyumbangkan 7.241,5 MW kapasitas terpasang di tahun 2025.

Saat ini, jumlah kapasitas terpasang baru 2.130,7 dari 4.793 MW dimana Jawa Barat menyumbang paling besar sebesar 1.193,8 MW.

Hasilnya sangat positif meskipun awal-awal pelaksanaan kegiatan panas bumi banyak dinamika.

“Yang paling penting adalah sinergi semua pihak melihat semua ini sebagai proyek kepentingan bersama,” tegas Harris.

Di samping itu, keberdaan pembangkit listrik panas bumi mampu menyerap banyak tenaga kerja.

Kira-kira satu PLTP bisa menampung 400 orang mulai dari proses buka lahan, eksplorasi sampai ekploitasi dan pengembangan.

Menyambut rencana proyek PLTP tersebut, Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir optimistis kehadiran PLTP akan memberikan manfaat untuk kesejahteraan masyarakat setempat.

“Saya harap proyek ini ada akselerasi lebih cepat seiring mulai dilaksanakannya sosialisasi kepada masyarakat, identifikasi dan solusi permasalahannya apa,” kata Dony.

Pemkab Sumedang berkomitmen terus mendorong pemanfaatan EBT untuk mencapai target yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat sebesar 23% pada tahun 2025.

Pemkab akan menyusun langkah-langkah sistematis dengan metode pentahelix.

“Saya yakin dengan konsolidasi birokrasi dan mobiliasi modal sosial masyarakat masalah-masalah di lapangan akan teratasi,” ucap Dony. (ENI)


Continue Reading

Trending