Connect with us

BISNIS

SPBU Kompak Pertamina Ini Hadirkan Pertamax di Mentawai

Avatar

Published

on

Pertamina mengoperasikan lembaga penyaluran Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kompak 16.253.920 di KM 2, Tua Pejat, Mentawai, Senin, 8 Februari 2021/Dok. Pertamina.

MEDIA EMITEN – Sudah menjadi tugas PT Pertamina (Persero) dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat, hal tersebut juga merupakan amanat dari pemerintah.

Perusahaan pelat merah ini terus berupaya memenuhi pasokan BBM baik di perkotaan hingga ke pelosok negeri.

Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina Regional Sumatera bagian Utara (Sumbagut), Taufikurachman mengatakan pihaknya telah mengoperasikan lembaga penyaluran Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kompak 16.253.920 di KM 2, Tua Pejat, Mentawai, Senin, 8 Februari 2021.

Dengan beroperasinya SPBU Kompak ini diharapkan akan meringankan beban warga akan kebutuhan BBM.

“Dengan beroperasionalnya SPBU Kompak di KM 2, Tua Pejat, Mentawai ini kami berharap bisa meringankan beban warga akan kebutuhan BBM dan dapat semakin menggerakan perekonomian masyarakat,” ujar Taufikurachman, seperti dikutip dari portal Pertamina, Kamis, 11 Februari 2021.

Menurutnya, SPBU Kompak ini merupakan lembaga penyalur kelima di Mentawai sebagai bagian dari program BBM Satu Harga guna mewujudkan penyediaan energi berkeadilan bagi masyarakat terutama di daerah-daerah 3 T (Terdepan, Terluar, Terpencil).

“Mentawai memang menjadi perhatian khusus kami di Pertamina. Apalagi SPBU Kompak ini merupakan program nasional penyebaran lembaga penyalur di daerah terluar,” ucapnya.

SPBU Kompak 16.253.920 di Tua Pejat ini memasarkan tiga jenis BBM berupa Pertalite, Pertamax, dan Dexlite.

Adapun harga jual Pertalite senilai Rp 7.850 per liter, Pertamax diharga Rp 9.200 per liter dan Dexlite senilai Rp 9.700 per liter.

“Di SPBU ini kita menyediakan produk Pertamax perdana, kini di Kepulauan Mentawai dapat menikmati BBM berkualitas tinggi Pertamax dengan oktan 92,” ucap Taufikurachman.

Beberapa keunggulan Pertamax yaitu memiliki pembakaran yang sempurna, ramah lingkungan, lebih irit, dan membuat perawatan kendaraan jauh lebih mudah sebab dilengkapi ecosave technology yang dirancang untuk melindungi mesin.

“Pertamina terus mendorong penggunaan produk BBM berkualitas yakni Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo. Kita juga memperluas kemudahan akses dan semakin dekat melayani masyarakat,” ucapnya. (wan)


BISNIS

Harga Emas Hari Ini Dipatok Rp 923.000 per Gram

Avatar

Published

on

Ilustrasi emas./Dok. Mediaemiten.com

MEDIA EMITEN – Harga emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam pada Kamis, 4 Maret turun Rp 5.000 di posisi Rp 923.000 per gram.

Hal ini berdasarkan pantauan dari Butik Emas Logam Mulia, Pulo Gadung, Jakarta Timur, sebagaimana tercatat pada laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia PT Antam.

Berikut harga emas dari ukuran terkecil 0,5 gram hingga ukuran terbesar 1.000 gram, Kamis, 4 Maret 2021, seperti dikutip Mediaemiten.com dari laman logammulia.com.

Emas ukuran terkecil 0,5 gram dipatok pada harga Rp 511,500.

Untuk emas batangan 1 gram kembali belum tersedia di galeri.

Emas batangan ukuran 2 gram juga tidak ada di galeri.

Selanjutnya emas batangan dengan ukuran 3 gram dibanderol pada harga Rp 2.654,000.

Berikutnya emas dengan ukuran 5 gram, 10 gram, hingga 100 gram lagi-lagi belum ada di galeri.

Sementara emas batangan 250 gram dibanderol Rp 216.015.000.

Sementara emas batangan ukuran 500 gram dihargai Rp 431.820.000.

Sedangkan emas dengan ukuran terbesar, 1.000 gram tidak ada di galeri.

Untuk harga jual kembali emas Antam juga turun Rp 10.000 pada harga Rp 788.000.

Harga jual kembali ini belum mempertimbangkan pajak jika nominalnya lebih dari Rp 10 juta.

Sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen (untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non NPWP). Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22.

Berdasarkan itu juga, penjualan kembali emas batangan ke PT Antam dengan nominal lebih dari Rp 10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen (untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non NPWP), PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback. (BOY)


Continue Reading

BISNIS

Naik 6.000, Harga Emas Masih Jauh dari Level Rp 1.000.000

Avatar

Published

on

Ilustrasi emas./Dok. Mediaemiten.com

MEDIA EMITEN – Harga emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam pada awal pekan, 1 Maret naik Rp 6.000 di posisi Rp 923.000 per gram.

Hal ini berdasarkan pantauan dari Butik Emas Logam Mulia, Pulo Gadung, Jakarta Timur, sebagaimana tercatat pada laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia PT Antam.

Berikut harga emas dari ukuran terkecil 0,5 gram hingga ukuran terbesar 1.000 gram, Senin, 1 Maret 2021, seperti dikutip Mediaemiten.com dari laman logammulia.com.

Emas ukuran terkecil 0,5 gram dipatok pada harga Rp 511.500.

Untuk emas batangan 1 gram belum tersedia di galeri.

Emas batangan ukuran 2 gram dipatok Rp 1.786.000.

Selanjutnya emas batangan dengan ukuran 3 gram dibanderol pada harga Rp 2.654.000.

Namun emas dengan ukuran 5 gram belum tersedia di galeri.

Begitu pula emas batangan ukuran 10 gram belum tersedia di galeri.

Emas 25 gram dibanderol dengan harga Rp 21.687.000.

Selanjutnya emas batangan 50 gram dijual pada Rp 43.295.000.

Emas 100 gram tidak tersedia di galeri.

Sementara emas batangan 250 gram dibanderol Rp 216.015.000.

Sementara emas batangan ukuran 500 gram dihargai Rp 431.820.000.

Sedangkan emas dengan ukuran terbesar, 1.000 gram dibanderol Rp 863.600.000.

Untuk harga jual kembali emas Antam juga naik 2.000 pada harga Rp 796.000.

Harga jual kembali ini belum mempertimbangkan pajak jika nominalnya lebih dari Rp 10 juta.

Sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen (untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non NPWP). Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22.

Berdasarkan itu juga, penjualan kembali emas batangan ke PT Antam dengan nominal lebih dari Rp 10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen (untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non NPWP), PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback. (BOY)


Continue Reading

BISNIS

UKM Binaan Pertamina Ini Mampu Raih Omzet Rp 1,6 Miliar per Tahun

Avatar

Published

on

Erwin Ariadi. pemilik usaha Saqilla Design, UKM mitra binaan Pertamina./Dok. pertamina.com

MEDIA EMITEN –  PT Pertamina (Persero) melalui program kemitraan berusaha untuk terus mendukung usaha kecil menengah (UKM) binaan agar dapat kembali bangkit dari dampak pandemi Covid-19.

Yakni dengan berbagai program UKM naik kelas dan mendukung hingga usaha kecil tersebut bisa mendunia.

Dikutip Mediaemiten.com dari laman pertamina.com, salah satu usaha kecil binaan Pertamina yang turut mendapat imbas tersebut adalah Erwin Ariadi.

Pemilik usaha Saqilla Design yang bergerak di bidang fashion ini harus memutar otak agar usahanya dapat terus bertahan.

“Kami berpikir bagaimana caranya ikut mencegah penyebaran virus tapi usaha saya dapat terus berjalan. Buat masker solusinya,” ujar Erwin.

Dengan kreativitas yang dimiliki, Erwin tidak hanya menghasilkan masker yang sesuai aturan, namun dengan tampilan yang menarik.

Yakni masker yang dipadukan dengan motif kain jumputan khas Palembang.

Tak ayal, permintaan masker kain produknya pun lambat laun makin bertambah.

“Kami pernah mendapatkan pesanan masker sebanyak 10 ribu, dan bahkan hingga 20 ribu potong masker kain,” ucapnya.

Hal ini membuat usahanya pun kembali bangkit dan seketika menjadi UMKM naik kelas. 

Beberapa karyawannya kini bisa kembali bekerja.

Ia menyebutkan, saat ini ada sembilan karyawan yang berposisi sebagai penjahit masker.

Jika memang ada kelebihan permintaan, Erwin memutuskan untuk menjalin kerja sama kemitraan dengan pengusaha penjahit lain yang kebetulan sedang lowong. 

Hal ini pun membawa efek domino di mana Erwin dapat menyelamatkan usahanya sendiri dan ikut membantu orang lain.

Sebagai bentuk implementasi ESG di bidang sosial dan SDGs poin ke-8 yakni menyediakan pekerjaan yang layak dan mendukung pertumbuhan ekonomi. 

Sejak bergabung menjadi mitra binaan Pertamina pada 2018 silam, banyak perubahan yang ia rasakan.

Seperti adanya penambahan karyawan yang semula hanya 1 orang, hingga omzet yang naik menjadi Rp 80 juta per bulannya.

Untuk pemasaran, Erwin mengandalkan penjualan butik di Jalan Merdeka No. 3C Palembang.

Serta pemasaran secara digital melalui website https://saqilla.business.site/

Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Agus Suprijanto mengatakan Pertamina mengapresiasi langkah kreatif yang dilakukan Erwin.

Menurutnya, Pertamina akan terus mendukung dan membina UKM tersebut hingga terus naik kelas.

“Pertamina akan membantu hingga produk budaya bangsa ini bisa go international dan dikenal masyarakat dunia, melalui pameran dan upaya penjualan ke luar negeri atau ekspor,” Agus. (ENI)


Continue Reading

Trending