Connect with us

POLITIK

Ironi Sang Panglima, Kisah tentang Sang Panglima dan Syeikh Mubarak

Published

on

Ketua Umum Gerakan Guyub Nasional Indonesia (GGNI), DR M. Kapitra Ampera SH MH. /Instagram.com/@m.kapitraampera

PUSAT SIARAN PERS – Syeikh Mubarak adalah ulama yang sangat tawadhu dan alim di abad 18, dia tinggal di Basra, Irak.

Suatu sore dia mau ke Mesjid Raya kota Basrah melalui, komplek perumahan elit pejabat negara.

Ketika melewati rumah Panglima Kerajaan yang kebetulan sedang berpesta di halaman rumah.

Dia dipanggil oleh panglima, “wahai pengemis” katanya, sambil menghina syekh.

“Ke sinilah ambil ini makan untukmu biar kau tidak kelaparan” katanya.

Syeikh Mubarak mendatangi panggilan Panglima, sesampai di gerbang rumah.

Tiba-tiba panglima menampar pipi serta mengusirnya pergi sambil membentak,

Pages: 1 2 3 4


POLITIK

Airlangga: Trend Kenaikan Kasus Covid-19 Pasca Lebaran Masih Harus Diwaspadai

Published

on

MEDIA EMITEN – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto selaku Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) mengatakan tren peningkatan kasus pasca libur Lebaran masih akan berlangsung hingga sekitar dua minggu ke depan.

Menurutnya, perkembangan kasus konfirmasi harian dan kasus aktif masih terkendali.

“Namun, kalau kita lihat bahwa sesudah liburan Idul Fitri diperkirakan akan ada tetap kenaikan dalam dua minggu ke depan,” uja Airlangga saat memberikan keterangan pers usai mengikuti Rapat Terbatas Penanganan  Pandemi COVID-19 yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Jakarta, Senin, 07 Juni 2021 dikutip mediaemiten.com.

Baca Juga: Menko Airlangga Optimis Perekonomian Indonesia 2021 Masuk Jalur Positif

Airlangga menilai, kebijakan penyekatan yang dilakukan di sejumlah titik selama masa peniadaan mudik Lebaran berjalan optimal dalam menekan laju kasus COVID-19 pasca libur panjang ini.

“(Saya) berterima kasih kepada jajaran TNI-Polri bahwa penyekatan selama Lebaran dan kemarin pasca Lebaran telah berjalan dengan optimal,” ujar Airlangga.

Seperti yang diungkapkan Ketua KPCPEN, perkembangan kasus aktif serta tingkat kesembuhan secara nasional per 6 Juni masih lebih baik dibandingkan dengan kasus global.

“Tingkat kasus aktif per 6 Juni 5,3 persen, ini lebih baik dari global yang 7,5%. 

Kesembuhannya 91,9%, lebih baik dari global yang 90,3%.

“Kematian memang masih tinggi dari global yaitu 2,8%, sementara global 2,1%,” ungkap mantan Ketua Umum Partai Golkar itu.

Ia menambahkan, jumlah kasus mingguan per satu juta penduduk Indonesia juga relatif lebih baik dibanding sejumlah negara di dunia.

“Kalau kita bandingkan dengan negara-negara lain, jumlah kasus mingguan per satu juta penduduk Indonesia relatif lebih baik. Indonesia 147 orang per satu juta penduduk, Malaysia 1.607 per satu juta penduduk, India 662 per satu juta penduduk, demikian pula Prancis 731 per satu juta penduduk,” ujarnya.

Dijelaskan, secara spasial jumlah kasus aktif saat ini mayoritas terdapat di Pulau Jawa yaitu sebesar 52,4%.

Ada provinsi-provinsi yang berkontribusi 65 persen terhadap kasus aktif, yaitu Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Papua, dan Riau.

“Pulau Jawa berkontribusi 52,4% (terhadap kasus aktif nasional),” ujar Ketua KPCPEN.

Simak Pula: Haji Batal, Begini Prosedur Pengembalian Setoran Biaya Menurut Kementerian Agam

Sementara untuk tingkat ketersediaan tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) ruang isolasi dan ICU untuk pasien Covid-19, kata Airlangga, terdapat lima provinsi dengan BOR di atas 50%, lebih tinggi dari BOR nasional yang berada di angka 40%.

“BOR rata-rata sudah 40%, dan terdapat lima provinsi yang BOR-nya di atas 50%, yaitu Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, Jambi, dan Riau,” ucap Airlangga. (Tim) 


Continue Reading

POLITIK

Kapitra Ampera Kritik Pegawai KPK yang Tidak Berhasil Lolos Tes Wawasan Kebangsaan

Published

on

Politisi PDI Perjuangan DR Kapitra Ampera. /Instagram/@m.kapitraampera/

MEDIA EMITEN – Politisi PDIP DR Kapitra Ampera SH MH menyatakan kritik dan keheranannya dengan aksi yang dilakukan oleh 75 orang pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

75 orang KPK dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN) karena gagal dalam Tes Wawasan Kebangsaan (TWB).

“Mestinya malu donk, tidak lulus kemudian merengek-rengek minta diluluskan. Mestinya introspeksi, jangan bermanuver,” kata Kapitra di Jakarta, Senin, 17 Mei 2021.

Kapitra juga mengomentari keberatan 75 orang pegawai yang dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk menjadi ASN yang dikirim kepada pimpinan KPK.

“Tidak ada otomatisasi menjadi ASN KPK, semuanya harus melalui tes, jika tidak lulus tes iya tidak lulus,” kata Kapitra.

Dia meminta pegawai KPK tidak usah mencari kambing hitam dengan menyalahkan soal dan sebagainya.

“Aneh bin ajaib, saat tidak lulus yang salah adalah soalnya, bukan masalah kapabilitas orang yang ikut tes. Aneh,” katanya.

Pages: 1 2


Continue Reading

POLITIK

Politisi PDIP Ini Prihatin dengan Manuver Pegawai KPK yang Tidak Berhasil Lolos TWK

Published

on

Ketua KPK Firli Bahuri. /Dok. Kpk.go.id

MEDIA EMITEN – Politisi PDIP DR Kapitra Ampera SH MH menyatakan kritik dan keheranannya dengan aksi yang dilakukan oleh 75 orang pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

75 orang KPK dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN) karena gagal dalam Tes Wawasan Kebangsaan (TWB).

“Mestinya malu donk, tidak lulus kemudian merengek-rengek minta diluluskan. Mestinya introspeksi, jangan bermanuver,” kata Kapitra di Jakarta, Senin, 17 Mei 2021.

Kapitra juga mengomentari keberatan 75 orang pegawai yang dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk menjadi ASN yang dikirim kepada pimpinan KPK.

“Tidak ada otomatisasi menjadi ASN KPK, semuanya harus melalui tes, jika tidak lulus tes iya tidak lulus,” kata Kapitra.

Dia meminta pegawai KPK tidak usah mencari kambing hitam dengan menyalahkan soal dan sebagainya.

“Aneh bin ajaib, saat tidak lulus yang salah adalah soalnya, bukan masalah kapabilitas orang yang ikut tes. Aneh,” katanya.

Pages: 1 2


Continue Reading

Trending